Untuk memudahkan pemahaman, berikut perbandingan langsung antara aurora Bumi dan Mars:
| Fitur | Aurora Bumi (Cahaya Utara/Selatan) | Aurora Mars (Temuan MAVEN) |
|---|---|---|
| Medan Magnet | Global, kuat, berbentuk dipol, mengarahkan partikel ke kutub | Tidak ada medan global; hanya ada medan magnet kerak yang tidak merata |
| Partikel Utama | Elektron (aurora proton jarang dan kecil) | Proton (sebagai penggerak utama; elektron juga berperan di beberapa jenis) |
| Jangkauan | Terkonsentrasi di oval kutub | Menyebar luas di sisi siang; bisa mencakup seluruh belahan planet |
| Cahaya | Terutama cahaya tampak (hijau, merah) | Terutama ultraviolet; aurora cahaya tampak baru terdeteksi oleh wahana Perseverance pada 2025 |
| Pemicu | Siklus Dungey dalam skala global | Siklus Dungey yang sama, tetapi terlokalisasi di area medan magnet kerak |
| Frekuensi | Terus menerus, tetapi intensitasnya bervariasi | Aurora proton di sisi siang terus menerus; ada peristiwa episodik saat badai matahari |
Singkatnya, Mars memiliki "aurora universalis"—cahaya yang menyelimuti sebagian besar planet, bukan hanya di kutub—yang didorong oleh fisika rekoneksi magnetik yang sama, tetapi dalam skala yang dikecilkan dan terlokalisasi .
Instrumen Utama: Imaging Ultraviolet Spectrograph (IUVS)
IUVS adalah instrumen utama untuk mendeteksi emisi aurora dalam panjang gelombang ultraviolet, terutama pancaran Lyman-alpha dari hidrogen .
Instrumen Pendukung Lainnya:
Kronologi Penemuan:
Studi penting bulan Juli 2026 ini memiliki rincian sebagai berikut:
Publikasi dasar sebelumnya:
Misi MAVEN secara resmi berakhir pada 3 Juni 2026 ketika NASA menyatakan wahana tersebut tidak dapat dipulihkan . Berikut kronologinya: