Istimewanya, OpenAI juga berkomitmen memberikan $1 juta dalam bentuk kredit platform — setara sekitar Rp16 miliar — sehingga sekolah dapat mengakses alat integrasi Imagi x Lovable secara gratis .
Imagi adalah platform coding dan literasi AI untuk K-12 yang menyediakan kurikulum sesuai standar, pelajaran siap pakai, dan perangkat kelas bagi sekolah dan guru . Perusahaan ini menyebut dirinya sebagai "lapisan pendidikan K-12 dari ekosistem AI" . Platformnya dirancang untuk kelas 3–9 (dengan rekomendasi kelas 6–12) menggunakan progresi "zero-to-hero" di mana siswa membangun kepercayaan diri melalui pembelajaran kreatif berbasis proyek .
Berkantor pusat di Amerika Serikat dengan tim internasional yang terus bertambah, Imagi digagas oleh Palfi yang berasal dari keluarga guru. Ia mendirikan Imagi untuk membawa keterampilan coding dan ilmu komputer — dan sejak 2025, literasi AI — ke dalam kelas K-12 .
Inovasi khas Imagi adalah pendekatan "vibe coding" — siswa menggunakan perintah bahasa alami (seperti mengobrol) untuk membangun software sungguhan tanpa harus menulis setiap baris kode secara manual . (Istilah "vibe coding" pertama kali dicetuskan oleh peneliti AI Andrej Karpathy pada Februari 2025 .)
Pada November 2025, Imagi bermitra dengan Lovable — platform coding AI yang dulu dikenal sebagai GPT Engineer — untuk membawa vibe coding ke dalam kelas . Guru dapat membuat pelajaran dan memberikan akses terkontrol serta berpagar ke mesin coding AI milik Lovable, sehingga siswa bisa membangun proyek nyata di lingkungan yang aman .
Hasilnya nyata dan konkret. Seorang guru menggunakan platform ini untuk membuat aplikasi penerjemah kurikulum ke 15 bahasa. Seorang siswa membangun website untuk mempromosikan jasa potong rumputnya, lengkap dengan kalender untuk pemesanan .
Mengingat sasarannya adalah anak-anak K-12, Imagi menjadikan keamanan sebagai prinsip desain inti. Platform ini menggunakan penyaringan konten waktu nyata (real-time content screening): setiap perintah dan setiap respons disaring sebelum sampai ke siswa, dan pelanggaran langsung dihapus .
Dari sisi privasi dan kepatuhan hukum, Imagi memenuhi tiga kerangka regulasi utama:
Palfi berpendapat bahwa sistem pendidikan harus berhenti khawatir soal kecurangan dan mulai mempersiapkan siswa untuk dunia yang dipenuhi AI.
"Daripada khawatir siswa akan menyontek atau mengalami kemunduran dengan AI, sistem pendidikan harus menyesuaikan diri dengan kenyataan. Kebanyakan anak sudah menggunakan AI, tapi kita perlu mengajari anak-anak untuk membangun dengan AI, bukan sekadar mengonsumsinya secara pasif."
Ia memposisikan Imagi sebagai jembatan antara pembangun alat AI mutakhir (OpenAI, Lovable) dan para pendidik yang perlu menggunakan alat tersebut dengan aman. Penerapan yang aman di kelas, menurutnya, membutuhkan keahlian mendalam di bidang pendidikan .
Imagi telah menjangkau lebih dari 700.000 siswa di 140 negara . Dengan modal baru ini, perusahaan berencana untuk:
Menariknya, putaran pendanaan ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) — menandakan keyakinan kuat investor bahwa alat pendidikan bertenaga AI bukan lagi barang baru, melainkan sebuah kebutuhan .