Pejabat Israel menilai pemerintahan Trump tengah bersiap meningkatkan serangan secara signifikan terhadap sejumlah lokasi nuklir Iran, termasuk Pickaxe Mountain. Setelah menerima pemberitahuan tersebut, Israel dilaporkan mempertahankan tingkat kesiagaan tertinggi .
Presiden Donald Trump telah meningkatkan tekanan retoriknya sejak pertengahan Juli 2026. Pada 13 Juli, ia mengatakan, "Kami akan menghancurkan Pickaxe Mountain" .
Pada 21 Juli, Trump kembali memberi sinyal bahwa konflik dapat diperluas dengan menargetkan fasilitas nuklir Iran yang belum selesai menggunakan bom penghancur bunker. Ia secara khusus merujuk pada Pickaxe Mountain .
Sehari kemudian, Trump mengancam akan mengebom satu jembatan atau pembangkit listrik Iran untuk setiap serangan terhadap pelayaran di Selat Hormuz. Ia juga mengulangi ancaman untuk menyerang infrastruktur nuklir Iran . Pada 23 Juli, Amerika Serikat disebut telah melancarkan serangan selama 11 malam berturut-turut .
Ancaman ini merupakan bagian dari eskalasi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Pada Mei 2026, Trump memperingatkan bahwa Iran akan dibom pada tingkat yang "jauh lebih tinggi" jika tidak menyetujui kesepakatan damai . Pada Juni, ia mengizinkan serangan baru terhadap sasaran Iran setelah menuduh Teheran menolak berunding .
Pickaxe Mountain merupakan terjemahan dari nama Persia Kuh-e Kolang Gaz La. Lokasinya berada di Iran bagian tengah, sekitar 1 mil atau 1,6–2 kilometer di selatan fasilitas pengayaan uranium Natanz, dekat salah satu puncak Pegunungan Zagros .
Kompleks ini diperkirakan berada lebih dari 300 kaki, atau lebih dari 90 meter, di bawah batu granit padat. Dengan kedalaman tersebut, Pickaxe Mountain jauh lebih terlindungi dibandingkan fasilitas pengayaan Fordow . Terowongan-terowongan digali menembus gunung dan dirancang untuk menampung kegiatan yang berkaitan dengan sentrifugal.
Citra satelit bertanggal 15 Juni 2026 menunjukkan bahwa pembangunan masih berlangsung. Fasilitas itu belum selesai hingga akhir Juli 2026 .
Analisis citra satelit oleh Foundation for Defense of Democracies (FDD) pada 8 Juli 2026 menyimpulkan bahwa Iran masih melanjutkan pembangunan di Pickaxe Mountain. Aktivitas tersebut disebut melanggar nota kesepahaman atau MOU AS-Iran, yang dimaksudkan untuk membekukan pembangunan terkait program nuklir .
Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) juga menemukan bahwa pembangunan terus berjalan, dengan sejumlah tanda yang mungkin mengindikasikan dimulainya kembali aktivitas nuklir. Namun, analisis citra satelit tidak dengan sendirinya membuktikan fungsi operasional fasilitas tersebut .
Intelijen Israel meyakini Iran telah memindahkan ribuan sentrifugal pengayaan uranium ke kompleks bawah tanah itu. Jika penilaian tersebut benar, sebagian kemampuan nuklir Iran akan berada di lokasi yang lebih sulit dijangkau oleh inspektur maupun serangan udara konvensional .
Penilaian badan-badan intelijen AS pada Maret 2025 menyatakan bahwa Iran tidak sedang mengembangkan senjata nuklir. Meski demikian, pemerintahan Trump tetap melancarkan serangan udara terhadap sejumlah lokasi nuklir Iran pada Juni 2025 .
Serangan pada Juni 2025—yang dikenal sebagai Operasi Midnight Hammer dan menyasar Fordow, Natanz, serta Isfahan—diikuti peningkatan pembangunan di Pickaxe Mountain. Perubahan ini dipandang sebagai kemungkinan pergeseran strategis menuju fasilitas yang lebih sulit diserang .
Para pakar dari Bulletin of the Atomic Scientists menilai strategi yang mereka sebut sebagai "pemerasan nuklir" Trump tidak berhasil memaksa Teheran memberikan konsesi. Mereka juga memperingatkan bahwa eskalasi militer justru dapat mendorong Iran semakin dekat pada kemampuan breakout, yaitu kemampuan memproduksi bahan yang cukup untuk senjata nuklir dalam waktu relatif singkat .
Persoalan lain terletak pada efektivitas serangan. Pakar nonproliferasi menilai kedalaman Pickaxe Mountain kemungkinan berada di luar jangkauan efektif bahkan bom penghancur bunker terbesar AS, GBU-57 Massive Ordnance Penetrator atau MOP. Karena itu, belum jelas apakah satu serangan dapat menghancurkan seluruh kompleks .
Sejak 2021, Iran menyatakan bahwa Pickaxe Mountain adalah fasilitas untuk memproduksi sentrifugal, bukan lokasi pengayaan uranium atau pembuatan senjata nuklir. Teheran juga membantah adanya kegiatan nuklir rahasia di sana .
Kepala program nuklir Iran mengatakan fasilitas tersebut digunakan untuk membuat rotor sentrifugal dan peralatan lain yang tidak sensitif. Sebaliknya, badan intelijen Barat dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dilaporkan meragukan penjelasan itu karena kedalaman, tingkat pengamanan, serta kedekatannya dengan Natanz dinilai tidak lazim untuk fasilitas manufaktur sipil semata.
Iran telah memperingatkan AS agar tidak menyerang infrastrukturnya dan mengancam akan melakukan pembalasan. Teheran juga telah melancarkan serangan terhadap aset AS dan sekutunya di kawasan sebagai respons atas serangan Amerika .
Washington dilaporkan telah memberi tahu Israel tentang rencana serangan bomber berat terhadap Pickaxe Mountain. Ancaman Trump dan pengerahan tanker pengisi bahan bakar menunjukkan kemungkinan peningkatan operasi AS terhadap Iran.
Namun, fungsi sebenarnya dari fasilitas tersebut masih diperdebatkan. Iran menyebutnya sebagai pusat pembuatan sentrifugal, sementara intelijen Israel dan sejumlah lembaga Barat mencurigai adanya aktivitas pengayaan uranium. Dengan posisi lebih dari 90 meter di bawah granit dan pembangunan yang belum selesai, Pickaxe Mountain juga menjadi sasaran yang sulit dihancurkan—sehingga keberhasilan satu serangan masih jauh dari kepastian.