Pendapatan Alphabet Q2 2026 mencapai $119,8 miliar, naik 24% (YoY) dan melampaui perkiraan analis. Google Cloud menjadi bintang dengan pendapatan $24,8 miliar, melonjak 82% berkat permintaan infrastruktur AI.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact check with cited sources for What key financial results did Alphabet report in its second quarter of 2026, including its revis. Article summary: Alphabet Q2 2026: Key Financial Results Alphabet reported a blowout quarter that beat Wall Street on revenue and earnings, but shares fell after the company raised its 2026 capex forecast again and posted negative free c. Topic tags: general web, ai, seo, marketing, growth. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with
Alphabet, perusahaan induk Google, baru saja mengumumkan kinerja keuangan kuartal kedua 2026 yang luar biasa. Pendapatan dan laba berhasil melampaui ekspektasi Wall Street. Namun, kabar buruknya, saham justru melemah setelah perusahaan kembali menaikkan perkiraan belanja modal (capex) tahun ini dan melaporkan arus kas negatif untuk pertama kalinya .
Google Cloud menjadi sektor yang paling menonjol. Pendapatan cloud melonjak 82% year-over-year menjadi $24,8 miliar . Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan infrastruktur AI, solusi AI untuk perusahaan, dan layanan berbasis Gemini. Angka ini jauh melampaui perkiraan analis yang hanya memperkirakan pertumbuhan 63–65%
.
| Segmen | Pendapatan | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Google Services (Search, YouTube, dll.) | $94,5 miliar | +15% |
| Google Cloud | $24,8 miliar | +82% |
| Iklan YouTube | — | +13% |
Kenaikan capex Alphabet adalah bagian dari siklus investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara perusahaan hyperscaler AS. Total gabungan belanja modal Amazon, Microsoft, Alphabet, dan Meta untuk tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar $725 miliar, naik sekitar 77% dari sekitar $410 miliar pada tahun 2025 . Rincian perkiraannya:
Goldman Sachs memperkirakan total belanja modal kumulatif dari keempat perusahaan ini mencapai $5,3 triliun selama periode 2025–2030 . Analis Wedbush, Dan Ives, menggambarkan kondisi ini sebagai "perlombaan senjata" — perusahaan mana pun yang mengurangi belanja berisiko tertinggal dalam hal daya komputasi dan kemitraan AI
. Morgan Stanley bahkan memperkirakan total belanja infrastruktur terkait AI akan melebihi $1 triliun dalam satu tahun ke depan
.
Risiko utama yang disorot analis: Arus kas bebas gabungan para hyperscaler ini bisa menjadi negatif pada Q3 2026, karena belanja modal tumbuh sekitar 70% per tahun, sementara pertumbuhan arus kas hanya sekitar 23% . Anjloknya arus kas bebas Alphabet menjadi negatif $5,9 miliar di Q2 adalah sinyal awal dari ketegangan ini.
Dampak ke Pasar: Saham Alphabet awalnya turun lebih dari 3% dalam perdagangan setelah jam bursa (after-hours) . Investor khawatir bahwa meskipun pendapatan cloud sangat kuat, tingkat belanja modal yang terus melonjak dapat menekan profitabilitas di masa depan.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pendapatan Alphabet Q2 2026 mencapai $119,8 miliar, naik 24% (YoY) dan melampaui perkiraan analis.
Pendapatan Alphabet Q2 2026 mencapai $119,8 miliar, naik 24% (YoY) dan melampaui perkiraan analis. Google Cloud menjadi bintang dengan pendapatan $24,8 miliar, melonjak 82% berkat permintaan infrastruktur AI.
Laba per saham (EPS) GAAP mencapai $9,11, terdongkrak keuntungan investasi non tunai yang besar.