Perbedaan utama:
Satu catatan kritis penting: dots-note-3.0 tidak mengikuti kompetisi IMO resmi bersama 666 peserta manusia . Peraturan umum IMO membatasi partisipasi hanya untuk negara yang diundang dan peserta manusia di bawah usia 20 tahun
. Sebagai gantinya, perusahaan teknologi diberikan soal yang sama setelah peserta manusia menyelesaikan ujian, dan solusi mereka dinilai oleh juri IMO
.
Pada 2025, panitia IMO tidak menulis aturan resmi untuk partisipasi AI. Hal ini membuat setiap perusahaan bisa menentukan kondisi pengujian mereka sendiri — kondisi yang oleh para matematikawan dinilai memungkinkan perusahaan untuk "menentukan dan menilai pekerjaan mereka sendiri" . Proses informal yang sama berlaku di 2026. Seperti disebut dalam salah satu analisis, dots-note-3.0 "tidak mengikuti kompetisi dalam artian tradisional" — model ini memecahkan soal secara post-hoc di bawah protokol pengujian yang ditentukan perusahaan
.
RedNote menyatakan bahwa solusi model mereka diserahkan untuk penilaian IMO resmi dan mendapat poin penuh dari juri yang sama yang menilai peserta manusia . Model Huawei juga diverifikasi dengan cara serupa. Ini memberikan lapisan kredibilitas yang berarti, karena juri bersifat independen dan solusi dinilai menggunakan rubrik yang sama.
Pencapaian ini asli dalam artian model tersebut menghasilkan solusi yang benar dan dinilai oleh juri IMO untuk semua enam soal. Namun, ini bukan medali IMO resmi — IMO tidak secara resmi memberikan medali kepada sistem AI. Perbandingan dengan hasil AI sebelumnya adalah wajar karena sistem-sistem itu juga memecahkan soal yang sama secara post-hoc dalam kondisi serupa. Namun, semua "medali emas AI" IMO harus dipahami sebagai tolok ukur tidak resmi yang dinilai secara retrospektif, bukan sebagai kemenangan langsung dalam kompetisi langsung. Meski begitu, hasil dots-note-3.0 tetaplah tonggak penting sebagai pertama kalinya AI meraih skor sempurna pada satu set soal IMO secara utuh.