Ini menandai pergeseran signifikan dari tahun-tahun sebelumnya di mana penerbitan terkonsentrasi di tangan segelintir perusahaan besar.
Salah satu contoh paling gamblang dari perluasan basis peminjam adalah Galaxy Digital. Pada 22 Juli 2026, anak perusahaannya, Galaxy Helios Data Centers II LLC, mengumumkan rencana penerbitan $3,507 miliar dalam bentuk senior secured notes jatuh tempo 2031 .
Dana ini akan digunakan untuk mengubah lahan tambang kripto di Dickens County, Texas, menjadi pusat data AI yang disewakan ke CoreWeave selama 15 tahun . Bloomberg menyebut kesepakatan ini sebagai langkah yang membawa pendanaan AI ke "sudut berisiko" pasar kredit AS
. Obligasi ini dipasarkan dengan imbal hasil sekitar 9%—jauh di atas obligasi investment-grade
.
Selain Galaxy Digital, Applied Digital juga baru saja menerbitkan obligasi sampah senilai $1,59 miliar untuk mendanai kapasitas komputasi tambahan bagi CoreWeave di North Dakota .
Salah satu perdebatan paling hangat adalah apakah banjir utang AI mulai menggeser permintaan obligasi pemerintah AS (Treasury)—fenomena yang disebut 'crowding out'.
Kesimpulan sementara: Kekhawatiran meningkat—imbal hasil tinggi dan pasokan utang AI masif—tetapi bukti bahwa utang AI menyebabkan aksi jual Treasury masih diperdebatkan.
Selain utang yang tercatat di neraca, para analis juga menyoroti kewajiban off-balance-sheet yang terkait dengan AI. IESE mencatat adanya "kumpulan kewajiban off-balance-sheet yang tumbuh cepat" dalam pembiayaan AI . Bank for International Settlements (BIS) melaporkan bahwa pinjaman kredit swasta ke perusahaan AI telah tumbuh dari nyaris nol menjadi lebih dari $200 miliar yang beredar
.
Beberapa sumber menyebut angka $1,65 triliun dalam kewajiban off-balance-sheet untuk lima perusahaan teknologi terbesar, namun angka pastinya belum dapat diverifikasi secara independen dalam pencarian ini. Yang jelas, para analis sepakat bahwa kewajiban kontinjensi AI ini besar, tidak transparan, dan kurang mendapat sorotan dalam metrik kredit tradisional.