Konsensus berdasarkan jajak pendapat Reuters yang diterbitkan pada 17 Juli menunjukkan bahwa ECB kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga di level tersebut . Namun, prospeknya menjadi lebih rumit karena harga minyak melonjak akibat kembali memanasnya konflik di sekitar Selat Hormuz. Perkembangan ini mendorong pelaku pasar menyesuaikan kembali perkiraan mereka menjelang rapat .
Meski keputusan pada Juli diperkirakan berupa jeda, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga pada September masih kuat. Risalah rapat ECB menunjukkan bahwa inflasi diproyeksikan tetap berada di atas target hingga tahun depan, bahkan setelah hampir tiga kali kenaikan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan .
Sejumlah pejabat ECB juga masih membuka opsi kebijakan yang lebih ketat. Pejabat ECB Pierre Wunsch mengatakan kenaikan pada Juli tetap mungkin dilakukan jika tekanan inflasi meluas ke sektor-sektor di luar energi . Presiden Bundesbank Joachim Nagel juga menyatakan bahwa ECB belum menutup semua pilihan kebijakan .
Alphabet dan Tesla dijadwalkan merilis laporan kinerja kuartal II 2026 setelah penutupan perdagangan pada Rabu, 22 Juli .
Alphabet, induk perusahaan Google, memasuki musim laporan keuangan dengan modal kinerja kuartal I yang sangat kuat. Pada kuartal I 2026, pendapatan perusahaan mencapai US$109,9 miliar, naik 22% secara tahunan. Pendapatan bisnis Cloud melonjak 63% hingga menembus US$20 miliar untuk pertama kalinya, sementara laba per saham (EPS) mencapai US$5,11, naik 82%. Laba bersih juga meningkat 81% menjadi US$62,6 miliar . Perusahaan turut mengumumkan kenaikan dividen sebesar 5% .
Untuk laporan kuartal II, perhatian investor terutama akan tertuju pada:
Tesla akan menggelar panggilan laporan keuangan pada pukul 17.30 waktu Eastern pada 22 Juli, setelah pasar ditutup .
Perusahaan kendaraan listrik tersebut memasuki laporan dengan sejumlah angka operasional yang kuat. Tesla mengirimkan 480.126 kendaraan pada kuartal II dan mengerahkan 13,5 GWh kapasitas penyimpanan energi—keduanya melampaui ekspektasi Wall Street . Konsensus EPS berdasarkan proyeksi 10 analis berada di angka US$0,31 per saham .
Fokus utama investor kemungkinan berada pada rencana belanja modal Tesla. Perusahaan berencana mengalokasikan US$25 miliar tahun ini—sekitar tiga kali lipat dari tahun sebelumnya—untuk pengembangan robot Optimus dan Cybercab otonom . Margin bisnis penyimpanan energi serta arah margin otomotif juga akan menjadi perhatian penting.
Sejumlah indikator ekonomi China yang dirilis pada pekan ini atau sebelumnya memberikan gambaran tentang momentum ekonomi negara tersebut.
Data khusus Jepang, seperti inflasi konsumen nasional atau risalah rapat Bank of Japan, tidak tersedia dalam materi sumber untuk pekan ini.
Pertemuan antara kebijakan bank sentral, laporan keuangan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar, dan data ekonomi China menciptakan latar pasar yang berpotensi bergejolak.
Keputusan ECB akan menentukan bagaimana pasar menilai risiko inflasi yang berasal dari energi. Di sisi lain, laporan Alphabet dan Tesla dapat memengaruhi sentimen terhadap saham teknologi serta tema investasi kecerdasan buatan, kendaraan listrik, robotika, dan energi.
China juga menjadi faktor penting. Pertumbuhan yang melambat dan lemahnya permintaan domestik dapat memengaruhi prospek komoditas, perdagangan global, serta saham-saham yang memiliki eksposur terhadap ekonomi China. Di atas semua itu, pergerakan harga minyak akibat risiko geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor kejutan yang dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap ECB dan bank sentral lainnya.