Meskipun subsidi dan zona emisi rendah terus berperan , pemicu paling kuat dalam jangka pendek adalah perang Iran. Konflik ini mengganggu perdagangan minyak dan menyebabkan harga bensin melonjak drastis .
Meski begitu, beberapa eksekutif otomotif mengingatkan bahwa permintaan mobil listrik bisa meredup jika harga BBM kembali turun .
Pengiriman global mobil listrik Volkswagen Group turun 5,8% di semester I 2026, menjadi 438.500 unit . Namun, angka ini menyembunyikan perbedaan regional yang tajam.
Toyota mencatat pertumbuhan penjualan BEV terkuatnya di Eropa.
Berdasarkan data yang tersedia, kesenjangan antar kawasan sangat mencolok :
| Kawasan | Tren EV Semester I 2026 | Konteks Utama |
|---|---|---|
| Eropa | Pendaftaran BEV >1 juta, pangsa pasar ~20%, pertumbuhan total kendaraan listrik 33,7% | Didorong oleh lonjakan harga BBM akibat perang Iran, subsidi, dan kebijakan pendukung |
| China | Perlambatan signifikan untuk pabrikan asing, pengiriman Volkswagen turun 26% | Merek EV domestik China (BYD, dll.) terus menguasai pangsa pasar, merugikan pemain asing |
| Amerika Utara | Pertumbuhan moderat, pangsa pasar EV AS ~6% di Q1 2026, jauh di bawah Eropa (~21%) | Dukungan kebijakan yang lebih lemah dibandingkan UE |
Pangsa pasar BEV Eropa pada Q1 2026 kira-kira 3-4 kali lebih tinggi daripada Amerika Serikat, didorong oleh kebijakan yang lebih kuat dan guncangan harga BBM yang akut akibat perang Iran . China tetap menjadi pasar EV terbesar di dunia berdasarkan volume, tetapi persaingan harga yang ketat dan pergeseran ke pabrikan domestik merugikan pemain asing seperti Volkswagen .