Lonjakan utang yang didorong oleh belanja AI dari perusahaan Big Tech dan hyperscaler kini mulai membebani pasar obligasi korporat AS. Dampaknya sudah terlihat jelas: selisih imbal hasil (spread) melebar, respons pasar terhadap penerbitan obligasi baru mulai mendingin, dan para manajer aset besar seperti Fidelity mulai mengurangi eksposur mereka. Berikut adalah rincian bukti yang menunjukkan tekanan ini dari sisi volume penerbitan, perilaku spread, sentimen investor, dan risiko ke depan.
1. Skala yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
- Penerbitan sudah melampaui 2025: Penerbitan utang kotor oleh hyperscaler dan perusahaan yang terkait AI mencapai sekitar $152 miliar hanya dalam 4,5 bulan pertama tahun 2026, angka yang sudah melampaui total penerbitan sepanjang tahun 2025
.
- Revisi naik oleh BofA: Bank of America (BofA) menaikkan perkiraan utang IG (investment-grade) hyperscaler 2026 sebesar 25% menjadi $175 miliar setelah debut obligasi euro Amazon senilai €14,5 miliar pada Maret—rekor penjualan obligasi korporat dalam mata uang euro terbesar sepanjang masa
![]()
.
- Proyeksi Morgan Stanley $570 miliar: Di sisi atas, Morgan Stanley memperkirakan total penerbitan terkait AI dan hyperscaler secara global bisa mencapai $400 miliar di IG ditambah $65 miliar di high yield dan pinjaman pada 2026, yang berpotensi mencapai hampir 20% dari seluruh penerbitan obligasi global
.