Heramb Karmarkar (ejaan lain: Herambh Karmarkar) menjabat sebagai insinyur ketiga di kapal kontainer MV GFS Galaxy berbendera Siprus milik perusahaan Uni Emirat Arab . Pesan terakhirnya kepada keluarga adalah, "Kami sudah melewati dengan selamat," yang dikirim sesaat sebelum kapal dihantam .
Karmarkar adalah satu-satunya awak yang tidak diketahui keberadaannya setelah serangan dan operasi penyelamatan. Sementara 23 awak kapal lainnya berhasil dievakuasi ke sekoci dan diselamatkan oleh Angkatan Laut Kerajaan Oman, Karmarkar tetap hilang . Operasi pencarian oleh otoritas Oman dan Siprus menemukan jenazahnya hampir 60 jam setelah serangan awal, tepatnya pada 15 Juli 2026 . Keluarganya mengonfirmasi kematiannya setelah menerima pemberitahuan resmi dari perusahaan tempatnya bekerja . Ia menjadi pelaut India kedua yang kehilangan nyawa dalam konflik AS-Iran tahun 2026 .
Serangan terhadap GFS Galaxy terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026, hanya beberapa jam setelah negosiasi gencatan senjata antara AS dan Iran gagal . Kapal tersebut sedang berlayar ke arah selatan di sepanjang rute transit pesisir Oman di dekat ujung timur laut Semenanjung Musandam ketika dihantam .
Kapal terkena serangan di bagian buritan (belakang), menyebabkan kebakaran hebat di ruang mesin yang membuat kapal tidak bisa melaju . Beberapa sumber menyebutkan senjata yang digunakan adalah rudal atau proyektil tak dikenal . Pemantau keamanan Inggris mengonfirmasi kapal terbakar, memaksa awak kapal untuk meninggalkan kapal . Angkatan Laut Oman kemudian menyelamatkan 23 awak kapal lainnya dari sekoci mereka .
Serangan terhadap GFS Galaxy merupakan eskalasi terbaru dan paling langsung dalam konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang dimulai pada Februari 2026 . Gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran, yang dicapai melalui nota kesepahaman pada Juni 2026, runtuh total pada awal Juli .
Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata "berakhir" pada 10 Juli setelah Iran menyerang kapal-kapal Saudi dan Qatar, yang mendorong AS untuk meluncurkan gelombang baru serangan balasan terhadap target-target Iran . Sebagai tanggapan, Iran menuduh AS melanggar perjanjian damai dan melancarkan serangan ke situs militer AS di Bahrain dan Kuwait pada 8 Juli . Serangan terhadap GFS Galaxy pada 12 Juli merupakan respons langsung Iran terhadap kegagalan negosiasi ini . Komando Pusat AS (CENTCOM) kemudian meluncurkan serangan balasan ketiga dan terbesar minggu itu, menyerang 140 target .
Segera setelah serangan terhadap GFS Galaxy, militer Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk kapal komersial tanpa batas waktu, memperingatkan bahwa kapal mana pun yang mendekati jalur air tersebut akan menjadi sasaran .
Ini bukanlah peristiwa yang terisolasi. Selat Hormuz telah menjadi titik fokus konflik sepanjang tahun 2026. Iran sebelumnya telah menutup selat tersebut pada April 2026, dan sekali lagi pada 20 Juni 2026, dengan alasan pelanggaran gencatan senjata oleh AS dan Israel . Setiap kali, AS membantah penutupan tersebut, dengan menyatakan jalur air itu tetap terbuka . Setelah serangan GFS Galaxy, Komando Pusat AS mengumumkan serangan balasan baru sebagai respons langsung terhadap penutupan baru dan serangan terhadap kapal tersebut . Penutupan ini mengancam sebagian besar ekspor minyak bumi dunia dan telah mendorong kenaikan biaya pengiriman dan harga bahan bakar .