Pengumuman Trump pada 13 Juli menandai perubahan drastis. Sebelumnya, ia pernah menyatakan selat tersebut harus "bebas bea secara permanen" (15 Juni), lalu hanya AS yang boleh memungut biaya (21 Juni), dan akhirnya memberlakukan bea 20% yang dipungut AS . Pemicunya adalah runtuhnya kerangka gencatan senjata Juni, dengan Trump menyalahkan Iran atas serangan terhadap kapal dagang dan mengatakan nota kesepahaman "sudah berakhir" .
Pada Selasa pagi, 14 Juli, Trump menulis di Truth Social: "Saya telah memutuskan untuk mengganti Bea Penggantian Biaya Amerika Serikat sebesar 20% dengan Kesepakatan Dagang dan Investasi yang akan dibuat oleh berbagai Negara Teluk ke Amerika Serikat" . CBS News mengonfirmasi pembalikan ini . Penyebab langsungnya tampaknya adalah reaksi keras internasional yang meledak dalam beberapa jam setelah pengumuman awal.
Proposal bea tersebut mendapat tentangan dari berbagai sisi hampir seketika:
Kesepakatan sementara 60 hari ditandatangani pada 17 Juni 2026, yang mencabut blokade AS di pelabuhan Iran dengan imbalan Iran menjamin jalan aman melalui selat tersebut . Gencatan senjata tidak pernah sepenuhnya bertahan. Kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran — Iran menyerang situs AS di Kuwait dan Bahrain pada 28 Juni, dan AS membalas . Pada 8 Juli, Trump menyatakan gencatan senjata "berakhir" setelah serangan AS ke posisi Iran di dekat selat . Pada 12 Juli, Trump mengatakan nota kesepahaman sudah selesai , dan pada 13 Juli ia memerintahkan serangan baru dan bea transit 20% .
Dari akhir Juni hingga pertengahan Juli, AS dan Iran saling melancarkan puluhan serangan — dengan pasukan AS mengebom fasilitas militer dan angkatan laut Iran, dan Iran menyerang pangkalan AS serta menyerang kapal dagang di selat . Siklus balas dendam meningkat tajam setelah serangan Iran terhadap kapal kontainer berbendera Siprus . Aktivitas pengiriman di selat menurun drastis. Pada awal Juli, volume kapal "jauh lebih rendah" dari tingkat sebelum konflik . Pada Q1–Q2 2026, aliran minyak melalui Hormuz turun hampir 30% hanya dalam satu kuartal terakhir, menurut Administrasi Informasi Energi AS . Gangguan yang lebih luas digambarkan oleh Bloomberg sebagai "kejutan pasokan minyak terbesar dalam sejarah" .
Harga minyak melonjak dramatis selama konflik. Pada akhir Juni, WTI turun di bawah $70/barel selama gencatan senjata singkat , tetapi harga melonjak lagi setelah gencatan senjata runtuh dan bea 20% diumumkan pada 13 Juli — kenaikan satu hari terbesar sejak April . Analis memperingatkan bahwa harga mencerminkan pandangan yang terlalu optimis dan bahwa risiko pasokan baru dapat mendorongnya jauh lebih tinggi .
Posisi Trump tentang bea Hormuz berubah empat kali hanya dalam tiga bulan: dimulai dengan gagasan pada bulan April bahwa "AS harus memungutnya," berubah menjadi "kami tidak menginginkan bea," lalu "AS bisa menjadi pengecualian," dan akhirnya bea 20% — diikuti dengan pembalikannya . Pembalikan cepat ini menggarisbawahi seberapa cepat kombinasi oposisi hukum, tekanan industri, dan reaksi pasar dapat memaksa bahkan kebijakan berisiko tinggi untuk ditarik kembali.
Pada 14 Juli 2026, bea 20% tidak lagi menjadi kebijakan — digantikan oleh janji untuk mengejar kesepakatan dagang dan investasi Teluk. Apakah kesepakatan itu akan terwujud, dan apakah kesepakatan itu dapat menstabilkan jalur air yang mengalami penurunan aliran minyak hampir 30% dalam satu kuartal, masih menjadi pertanyaan terbuka.
Pengumuman Trump pada 13 Juli menandai perubahan drastis. Sebelumnya, ia pernah menyatakan selat tersebut harus "bebas bea secara permanen" (15 Juni), lalu hanya AS yang boleh memungut biaya (21 Juni), dan akhirnya memberlakukan bea 20% yang dipungut AS . Pemicunya adalah runtuhnya kerangka gencatan senjata Juni, dengan Trump menyalahkan Iran atas serangan terhadap kapal dagang dan mengatakan nota kesepahaman "sudah berakhir" .
Pada Selasa pagi, 14 Juli, Trump menulis di Truth Social: "Saya telah memutuskan untuk mengganti Bea Penggantian Biaya Amerika Serikat sebesar 20% dengan Kesepakatan Dagang dan Investasi yang akan dibuat oleh berbagai Negara Teluk ke Amerika Serikat" . CBS News mengonfirmasi pembalikan ini . Penyebab langsungnya tampaknya adalah reaksi keras internasional yang meledak dalam beberapa jam setelah pengumuman awal.
Proposal bea tersebut mendapat tentangan dari berbagai sisi hampir seketika:
Kesepakatan sementara 60 hari ditandatangani pada 17 Juni 2026, yang mencabut blokade AS di pelabuhan Iran dengan imbalan Iran menjamin jalan aman melalui selat tersebut . Gencatan senjata tidak pernah sepenuhnya bertahan. Kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran — Iran menyerang situs AS di Kuwait dan Bahrain pada 28 Juni, dan AS membalas . Pada 8 Juli, Trump menyatakan gencatan senjata "berakhir" setelah serangan AS ke posisi Iran di dekat selat . Pada 12 Juli, Trump mengatakan nota kesepahaman sudah selesai , dan pada 13 Juli ia memerintahkan serangan baru dan bea transit 20% .
Dari akhir Juni hingga pertengahan Juli, AS dan Iran saling melancarkan puluhan serangan — dengan pasukan AS mengebom fasilitas militer dan angkatan laut Iran, dan Iran menyerang pangkalan AS serta menyerang kapal dagang di selat . Siklus balas dendam meningkat tajam setelah serangan Iran terhadap kapal kontainer berbendera Siprus . Aktivitas pengiriman di selat menurun drastis. Pada awal Juli, volume kapal "jauh lebih rendah" dari tingkat sebelum konflik . Pada Q1–Q2 2026, aliran minyak melalui Hormuz turun hampir 30% hanya dalam satu kuartal terakhir, menurut Administrasi Informasi Energi AS . Gangguan yang lebih luas digambarkan oleh Bloomberg sebagai "kejutan pasokan minyak terbesar dalam sejarah" .
Harga minyak melonjak dramatis selama konflik. Pada akhir Juni, WTI turun di bawah $70/barel selama gencatan senjata singkat , tetapi harga melonjak lagi setelah gencatan senjata runtuh dan bea 20% diumumkan pada 13 Juli — kenaikan satu hari terbesar sejak April . Analis memperingatkan bahwa harga mencerminkan pandangan yang terlalu optimis dan bahwa risiko pasokan baru dapat mendorongnya jauh lebih tinggi .
Posisi Trump tentang bea Hormuz berubah empat kali hanya dalam tiga bulan: dimulai dengan gagasan pada bulan April bahwa "AS harus memungutnya," berubah menjadi "kami tidak menginginkan bea," lalu "AS bisa menjadi pengecualian," dan akhirnya bea 20% — diikuti dengan pembalikannya . Pembalikan cepat ini menggarisbawahi seberapa cepat kombinasi oposisi hukum, tekanan industri, dan reaksi pasar dapat memaksa bahkan kebijakan berisiko tinggi untuk ditarik kembali.
Pada 14 Juli 2026, bea 20% tidak lagi menjadi kebijakan — digantikan oleh janji untuk mengejar kesepakatan dagang dan investasi Teluk. Apakah kesepakatan itu akan terwujud, dan apakah kesepakatan itu dapat menstabilkan jalur air yang mengalami penurunan aliran minyak hampir 30% dalam satu kuartal, masih menjadi pertanyaan terbuka.