CEO Ericsson, Börje Ekholm, menyebut Eropa sebagai 'museum' teknologi dan 'lingkungan yang buruk' bagi bisnis, mendorong perusahaannya mengalihkan investasi ke AS dan India. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menggunakan investigasi Section 301 dan larangan visa untuk menekan UE agar melunakkan penegakan Digital...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What is the current state of transatlantic tensions over digital regulation, exemplified by Erics. Article summary: Here is the evidence-backed state of transatlantic tensions over digital regulation as of mid-2026.. Topic tags: general, news, general web, user generated, government. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative
Berikut adalah kondisi terkini ketegangan transatlantik seputar regulasi digital pada pertengahan tahun 2026.
Hubungan AS-UE di bidang regulasi digital telah berubah menjadi konfrontasi terbuka. AS menggunakan alat penegakan perdagangan, larangan visa, dan klausul perjanjian bilateral untuk menekan UE agar melunakkan atau menghentikan penegakan Digital Markets Act (DMA) dan Digital Services Act (DSA). Sementara itu, UE bertahan melalui jalur pengadilan dan tetap mempertahankan arah kebijakan regulasinya.
CEO Ericsson yang akan segera lengser, Börje Ekholm, menjadi salah satu kritikus paling vokal di kalangan pemimpin bisnis Eropa terhadap lingkungan regulasi di blok tersebut. Ia menyebut dorongan Eropa untuk kemandirian teknologi (tech sovereignty) sebagai sesuatu yang "berbahaya" , menyebut Eropa sebagai "museum" teknologi yang tertinggal dari China dalam AI
, dan memperingatkan bahwa tanpa konsolidasi dan deregulasi, Ericsson akan terus mengalihkan investasinya ke luar Eropa
. Ia bahkan membandingkan konektivitas di London Heathrow yang lebih buruk daripada di Mumbai, India
.
Catatan verifikasi: Frasa spesifik "lingkungan yang buruk" (shitty neighbourhood) tidak ditemukan dalam pemberitaan Bloomberg, CNBC, atau liputan langsung lainnya. Ekholm memang menggunakan istilah "pasar terlemah di dunia" dan pendekatan regulasi yang "berbahaya"
, namun tidak ada sumber yang mengutip frasa spesifik tersebut. Substansi kritiknya tetap terverifikasi dengan baik.
Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer menjadikan konfrontasi terhadap regulasi digital UE sebagai isu utama. Pada Desember 2025, ia menyatakan "kecewa" dengan perlakuan UE terhadap perusahaan teknologi AS, dengan argumen bahwa investigasi DMA terhadap perusahaan-perusahaan Amerika melanggar komitmen perjanjian dagang AS-UE untuk mengatasi "hambatan perdagangan digital yang tidak adil" . Consumer Technology Association secara resmi mendesak Greer untuk bertindak melawan DMA, menyebutnya sebagai rezim diskriminatif yang menargetkan perusahaan Amerika
.
Pemerintahan Trump-Greer telah meluncurkan gelombang investigasi Section 301 yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada 12 Mei 2026, investigasi dimulai terhadap 60 negara . Meskipun banyak yang menargetkan masalah kerja paksa dan kebijakan industri, ancaman investigasi Section 301 yang secara spesifik ditujukan pada regulasi digital UE telah menjadi alat berulang dalam kampanye tekanan Greer.
Dalam eskalasi besar, Departemen Luar Negeri AS pada Januari 2026 menjatuhkan pembatasan visa terhadap lima pejabat Eropa yang terlibat dalam penyusunan dan implementasi DMA dan DSA . Wall Street Journal melaporkan bahwa AS memberikan sanksi (melarang masuk) kepada mantan pejabat UE atas perannya dalam mengembangkan undang-undang konten digital tersebut
. Center for Strategic and International Studies (CSIS) mendokumentasikan langkah ini sebagai "tindakan paling langsung yang menargetkan regulasi digital Eropa"
.
Pada 8 Juli 2026, Pengadilan Umum UE di Luksemburg menolak seluruh gugatan Apple yang menantang penetapannya sebagai "gatekeeper" di bawah DMA, yang mencakup App Store dan iOS . Pengadilan memutuskan bahwa Apple harus mematuhi kewajiban DMA — termasuk mengizinkan toko aplikasi saingan dan sideloading — dan bahwa banyak argumen Apple dianggap prematur serta hanya dapat diajukan terhadap tindakan penegakan tertentu
. Ini adalah uji hukum yudisial pertama bagi DMA, dan UE menang telak.
Sengketa regulasi digital ini adalah bagian dari kemunduran hubungan dagang transatlantik yang lebih luas. Greer telah memasukkan ketentuan anti-regulasi digital ke dalam perjanjian dagang bilateral. Menurut analisis CSIS Maret 2026, AS menerapkan "doktrin penahanan baru" — menggunakan perjanjian dagang untuk menghentikan regulasi digital di luar negeri . Analisis tersebut menyatakan bahwa AS telah menyisipkan klausul dalam perjanjian bilateral yang membatasi kemampuan negara penandatangan untuk memberlakukan persyaratan lokalisasi data, pajak layanan digital, dan langkah-langkah regulasi platform yang secara tidak proporsional akan mempengaruhi perusahaan teknologi AS.
Intinya: Ketegangan regulasi digital transatlantik berada pada titik tertinggi dalam beberapa dekade. AS menggunakan alat perdagangan, visa, dan perjanjian bilateral untuk mencoba menggulingkan regulasi teknologi UE, sementara UE — yang didorong oleh kemenangan hukum atas Apple pada Juli 2026 — tetap bertahan.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
CEO Ericsson, Börje Ekholm, menyebut Eropa sebagai 'museum' teknologi dan 'lingkungan yang buruk' bagi bisnis, mendorong perusahaannya mengalihkan investasi ke AS dan India.
CEO Ericsson, Börje Ekholm, menyebut Eropa sebagai 'museum' teknologi dan 'lingkungan yang buruk' bagi bisnis, mendorong perusahaannya mengalihkan investasi ke AS dan India. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menggunakan investigasi Section 301 dan larangan visa untuk menekan UE agar melunakkan penegakan Digital Markets Act (DMA) dan Digital Services Act (DSA).
Pada Juli 2026, Pengadilan Umum UE memenangkan Komisi Eropa dengan menolak seluruh gugatan Apple yang menentang statusnya sebagai 'gatekeeper' di bawah DMA.