Menurut perhitungannya, biaya itu akan terlihat kecil apabila AI benar-benar menghasilkan pendapatan yang setara dengan 20% PDB global. Son bahkan menyebut pengeluaran tahunan sekitar 800 triliun yen sebagai biaya yang “tidak berarti” dalam konteks tersebut. ITM
Son memperkirakan pusat data AI di seluruh dunia akan membutuhkan kapasitas listrik sekitar 3 terawatt (TW) pada 2040. Sejumlah laporan membandingkan angka itu dengan konsumsi listrik global saat ini, yang berarti kebutuhan tersebut kira-kira 1,8 kali lebih besar. NT
Sebagai gambaran, 1 TW setara dengan 1.000 gigawatt. Artinya, proyeksi Son bukan sekadar peningkatan kapasitas pusat data, melainkan pembangunan infrastruktur energi dalam skala global.
Son memprediksi pendapatan dari AI akan mencapai sekitar 20% PDB global pada 2040. Ia memperkirakan kontribusi tersebut setara dengan penciptaan nilai sekitar US$46 triliun. ITM
Prediksi ini merupakan kenaikan dari perkiraan Son sebelumnya. Dalam wawancara dengan TIME yang diterbitkan pada Februari 2026, ia menyebut artificial superintelligence (ASI)—kecerdasan superbuatan—dan AI fisik seperti robot humanoid dapat menyumbang 10% PDB global dalam 10–15 tahun, lalu meningkat menjadi 30% dalam 30 tahun. T Pada Desember 2025, ia juga pernah menyampaikan proyeksi kontribusi sekitar 10% dalam satu dekade. W
Di tengah kekhawatiran bahwa valuasi perusahaan AI dan belanja pusat data telah meningkat terlalu tinggi, Son mengambil sikap yang sangat tegas. Pada 14 Juli, ia menyebut pembicaraan tentang “gelembung AI” sebagai sesuatu yang “absurd” dan mengatakan pihak yang meragukan investasi AI tidak memahami AI. I
Sebulan sebelumnya, dalam rapat umum tahunan SoftBank pada 24 Juni 2026, Son menggunakan bahasa yang lebih keras. Ia menyebut anggapan bahwa AI adalah gelembung sebagai “penistaan terhadap AI” dan “penghinaan terhadap AI”. R
Namun, sumber yang dikutip dalam laporan tersebut tidak menunjukkan dasar perhitungan terperinci yang digunakan Son untuk menghubungkan investasi US$5 triliun per tahun dengan kontribusi 20% terhadap PDB global. Karena itu, angka-angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai proyeksi dan keyakinan bisnis Son, bukan sebagai konsensus ekonomi.
Untuk memenuhi kebutuhan listrik pusat data yang terus membesar, Son melihat fusi nuklir sebagai solusi jangka panjang yang paling realistis. Fusi nuklir adalah proses yang menghasilkan energi melalui penggabungan inti atom, seperti proses yang berlangsung di Matahari dan bintang-bintang lain. J
Son mengakui bahwa gas alam kemungkinan masih menjadi sumber utama listrik pusat data dalam waktu dekat. Namun, ia memperkirakan fusi pada akhirnya dapat menyediakan energi yang lebih murah, bersih, dan aman untuk menopang infrastruktur AI. J
Pandangan itu menunjukkan bahwa ambisi SoftBank tidak berhenti pada investasi perusahaan AI. Bagi Son, kendala terbesar berikutnya mungkin justru berada pada ketersediaan listrik, jaringan transmisi, dan lokasi pusat data.
SoftBank tidak hanya menyampaikan prediksi, tetapi juga menanamkan modal pada proyek energi dan pusat data berskala besar.
Anak perusahaan SoftBank, SB Energy, berencana membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas alam senilai US$33,3 miliar dengan kapasitas 9,2 gigawatt di Piketon, Ohio, di lahan milik Departemen Energi Amerika Serikat. Pembangkit tersebut akan memasok energi untuk kampus server AI berkapasitas 10 gigawatt yang oleh Son disebut sebagai “pusat data terbesar di dunia”. RUS
Son mengatakan proyek itu dapat menyalurkan investasi hingga US$500 miliar ke satu kampus. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyebutnya sebagai “proyek konstruksi terbesar di negara itu”. B
Departemen Energi AS juga mengumumkan kemitraan publik-swasta untuk proyek tersebut. SB Energy akan berinvestasi US$4,2 miliar bersama AEP Ohio untuk meningkatkan dan membangun jaringan transmisi di wilayah Ohio selatan. US
Sejumlah laporan mengaitkan proyek Ohio dengan kerangka komitmen investasi Jepang di Amerika Serikat yang nilainya disebut sekitar US$550 miliar. Dalam kerangka yang lebih luas itu, Jepang dikabarkan akan menyumbang lebih dari US$33 miliar, dan proyek Ohio diposisikan sebagai salah satu bagian pentingnya. RT
Akan tetapi, angka pasti US$550 miliar tidak tampil secara menonjol dalam sumber-sumber dengan otoritas tertinggi yang tersedia untuk laporan 14 Juli 2026. Karena itu, nilai total tersebut memiliki catatan kehati-hatian dan tidak sekuat konfirmasi mengenai proyek pembangkit Ohio senilai US$33,3 miliar.
SoftBank juga berencana menginvestasikan hingga €75 miliar, atau sekitar US$87,3 miliar, untuk membangun pusat data AI di Prancis. Strategi ini memanfaatkan pasokan listrik Prancis yang kuat dan ditopang oleh pembangkit listrik tenaga nuklir negara tersebut. Rencana itu dilaporkan Nikkei Asia pada 1 Juni 2026, bersamaan dengan kemunculan Son dalam wawancara CNBC di Paris. A
Jika terwujud, visi Son akan mengubah AI dari sekadar industri teknologi menjadi proyek pembangunan energi dan infrastruktur dalam skala planet. Namun, sebagian besar angka untuk 2040 masih merupakan perkiraan pribadi, bukan target yang telah disepakati industri atau pemerintah.
Yang sudah terlihat saat ini adalah arah investasi SoftBank: membangun akses langsung ke listrik, pusat data, dan jaringan transmisi. Sementara itu, fusi nuklir—yang disebut Son sebagai jawaban jangka panjang—masih menjadi taruhan teknologi untuk masa depan, bukan sumber energi utama yang tersedia saat ini.