Pada 6 Juli, Rusia meluncurkan serangan gabungan besar yang melibatkan 419 senjata udara, termasuk 29 rudal balistik: 23 Iskander-M serta enam rudal Zircon/Oniks B. Angkatan Udara Ukraina mengonfirmasi tidak ada satu pun rudal balistik tersebut yang berhasil dicegat BN.
Menurut pejabat Ukraina, penyebabnya adalah krisis pasokan, bukan kerusakan teknis pada sistem Patriot. Stok rudal pencegat buatan Amerika Serikat telah menipis hingga Ukraina tidak memiliki cukup amunisi untuk menghadapi salvo rudal balistik Rusia RN. Juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Kolonel Yurii Ihnat, secara langsung mengaitkan kegagalan itu dengan kekurangan rudal pencegat Patriot M. Presiden Volodymyr Zelenskyy juga mengatakan pasukannya masih tampil baik saat menghadapi drone dan rudal jelajah, tetapi tidak mampu menghentikan rudal balistik karena pasokan pencegat tidak mencukupi F.
Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar di Kyiv. Salah satu laporan menyebut sedikitnya 11 orang tewas dan 60 lainnya terluka, sementara laporan lain mencatat jumlah korban yang lebih tinggi di Kyiv dan wilayah sekitarnya BCC. Pada pekan pertama Juli, Ukraina hanya menembak jatuh empat dari 54 rudal balistik yang diluncurkan Rusia—tingkat keberhasilan sekitar 7 persen U.
Sistem era Soviet seperti S-300 dan Buk masih berguna untuk menghadapi banyak rudal jelajah dan drone, tetapi tidak dirancang untuk menangani rudal balistik yang melaju sangat cepat dan mengikuti lintasan tinggi. Di situlah ketergantungan pada Patriot menjadi sangat penting.
Delapan hari setelah kegagalan tersebut, Rusia melancarkan serangan baru yang terdiri atas delapan rudal balistik Iskander-M/S-400, dua rudal jelajah Kh-59/69, dan 135 drone C. Pertahanan udara Ukraina melaporkan berhasil mencegat lima rudal balistik, kedua rudal jelajah, serta 108 drone IC.
Tiga rudal balistik yang lolos tetap menimbulkan kerusakan. Kebakaran terjadi di gudang-gudang di Kyiv dan sebuah sekolah mengalami kerusakan I. Namun, capaian lima intersepsi dari delapan rudal menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan hasil nol intersepsi pada 6 Juli.
Penjelasan paling masuk akal dari urutan peristiwa tersebut adalah Ukraina memperoleh tambahan rudal pencegat Patriot di antara kedua serangan, atau mengatur ulang serta menghemat stok yang terbatas. Sumber yang tersedia tidak memastikan apakah peningkatan itu sepenuhnya berasal dari pengiriman baru, sehingga hasil 14 Juli belum dapat dianggap sebagai kondisi normal.
Data Kementerian Pertahanan Ukraina yang dirilis pada 9 Juli memperlihatkan bahwa dalam sebulan sebelumnya, tingkat intersepsi rudal balistik hanya 40 persen. Sebagai perbandingan, tingkat intersepsi rudal jelajah mencapai 90 persen N. Artinya, bahkan ketika sistem bekerja lebih baik, Ukraina masih belum memiliki perlindungan yang konsisten terhadap ancaman balistik.
Zelenskyy menjalankan dua jalur secara bersamaan. Jalur pertama berfokus pada kerja sama dan pasokan segera. Jalur kedua berusaha mengurangi ketergantungan Ukraina pada pencegat Patriot melalui produksi dalam negeri dan kemitraan Eropa.
Pada 13 Juli, sehari sebelum lima intersepsi tersebut, Ukraina dan sembilan negara Eropa secara resmi membentuk Integrated Anti-Ballistic Defense Coalition dalam pertemuan di Paris CEU. Sepuluh anggota pendirinya adalah Ukraina, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Inggris UP.
Dalam deklarasi bersama, para anggota menyatakan bahwa perlindungan Eropa membutuhkan arsitektur pertahanan rudal terpadu untuk mencegah dan menghadapi ancaman rudal di masa depan C. Ukraina bergabung bukan hanya sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai anggota pendiri dan salah satu perancang kapabilitas bersama tersebut G.
Fokus awal koalisi adalah sistem Freyja, proyek pertahanan rudal balistik yang dirancang Ukraina dan didukung mitra-mitra Eropa TG.
Freyja—yang juga ditulis sebagai Freya—dikembangkan oleh perusahaan teknologi pertahanan Ukraina Fire Point. Perusahaan yang sama dikenal melalui rudal jelajah Flamingo dan drone serang jarak jauh RDN.
Beberapa detail utama proyek ini:
Namun, Freyja belum menjadi solusi instan. Ukraina masih membutuhkan mitra internasional untuk menyediakan radar, sistem kendali, pendanaan, dan sejumlah komponen lain yang belum dapat diproduksi di dalam negeri NE. Skema koalisi Eropa dirancang untuk mengisi kebutuhan tersebut, sementara Ukraina memimpin pengembangan rudal pencegatnya.
Krisis ini terjadi ketika Rusia meningkatkan penggunaan rudal balistik. Pada Juni 2025, Rusia menembakkan sekitar 28 rudal balistik per bulan ke Ukraina. Pada Juli 2026, jumlahnya diperkirakan telah meningkat sekitar tiga kali lipat E.
Pola serangannya memadukan kawanan drone dalam jumlah besar—untuk memenuhi dan menguras pertahanan udara—dengan rudal balistik yang lebih sulit dicegat CN. Dalam dua serangan besar ke Kyiv pada 2 dan 6 Juli, lebih dari 92 persen rudal balistik Rusia dilaporkan mencapai target: 49 dari 53 rudal E.
Hasil 14 Juli menunjukkan bahwa baterai Patriot Ukraina masih dapat bekerja efektif ketika memiliki amunisi pencegat yang memadai. Masalahnya, Rusia dapat meluncurkan rudal balistik lebih cepat daripada kemampuan Amerika Serikat dan sekutunya untuk mengganti stok Patriot N. Tingkat intersepsi bulanan sebesar 40 persen juga belum cukup untuk melindungi infrastruktur penting dan pusat-pusat penduduk secara konsisten.
Dalam jangka pendek, Ukraina tetap bergantung pada pengiriman pencegat Patriot dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya. Freyja, bahkan dalam skenario paling optimistis, baru dapat digunakan pada akhir 2026 atau awal 2027 RN.
Meski demikian, pembentukan Integrated Anti-Ballistic Defense Coalition menandai perubahan penting. Ukraina tidak lagi hanya meminta sistem pertahanan dari negara lain, tetapi ikut merancang arsitektur pertahanan rudal Eropa. Keberhasilan strategi ini akan bergantung pada dua hal: apakah Freyja dapat diproduksi dalam jumlah besar dengan biaya yang dijanjikan, dan apakah mitra Eropa mampu menyediakan radar, kendali, serta pendanaan tepat waktu.
Dengan kata lain, lima intersepsi pada 14 Juli adalah kabar baik—tetapi belum berarti celah pertahanan Ukraina telah tertutup.