IDC menyebutnya sebagai "krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya," dengan memperkirakan pasar sepanjang tahun akan menyusut 13,9% menjadi sekitar 1,09 miliar unit . Faktor sekunder lainnya adalah perang AS-Iran, yang menambah ketidakpastian ekonomi makro dan semakin menekan pertumbuhan
.
Dampaknya sangat tidak merata. Pasar sedang terpolarisasi: pemain premium bertahan lebih baik, sementara merek yang fokus pada ponsel murah terkena pukulan paling keras.
Apple — berhasil melawan tren dengan kenaikan pengiriman 3% di Q2 2026, berkat permintaan kuat untuk seri iPhone 16 dan 17 serta basis pelanggan premium yang tidak terlalu sensitif terhadap harga .
Samsung — juga mengungguli pasar dan merebut kembali posisi teratas dalam volume pengiriman dari Apple, menurut Counterpoint . Samsung memiliki keuntungan biaya karena rantai pasokan DRAM/NAND terintegrasi (melalui Samsung Semiconductor).
Transsion (Tecno, Infinix, Itel), Xiaomi, dan Honor — mengalami penurunan paling tajam. Merek-merek ini sangat bergantung pada perangkat kelas bawah dan di bawah $150 (sekitar Rp2,3 juta), di mana kenaikan biaya memori sebagai bagian dari total biaya material (BoM) paling tinggi. Hal ini menekan margin keuntungan dan memaksa mereka untuk menaikkan harga atau mengurangi fitur . Beberapa model ponsel di bawah $150 terancam lenyap sama sekali
.
Oppo dan Vivo — juga mengalami revisi penurunan pengiriman yang signifikan, meskipun tidak separah merek yang fokus pada anggaran .
Durasi Kelangkaan: Beberapa lembaga riset memperkirakan krisis memori ini akan berlangsung hingga tahun 2027. IDC memproyeksikan pertumbuhan pasokan DRAM dan NAND pada 2026 akan tetap di bawah norma sejarah — masing-masing 16% dan 17% year-on-year — yang tidak cukup untuk memenuhi permintaan . Counterpoint memperkirakan kelangkaan ini bisa menekan industri hingga akhir 2027
.
Harga Ponsel: Harga naik tajam di semua segmen.
Singkatnya, pasar menghadapi kontraksi yang didorong oleh pasokan hingga tahun 2027, dengan efek terpolarisasi: vendor premium seperti Apple dan Samsung relatif kuat, sementara merek China dan Afrika yang fokus pada anggaran menanggung beban terberat dari kenaikan biaya memori dan penurunan pengiriman.