Israel menyatakan siap menyerang Iran untuk ketiga kalinya dengan kekuatan lebih besar, kali ini bisa dilakukan secara independen tanpa menunggu AS. AS melancarkan dua gelombang serangan besar besaran dalam 48 jam, menghantam 170 target militer Iran setelah Tehran menyerang kapal dagang di Selat Hormuz.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What are the latest developments in the escalating U.S.-Iran military conflict as of July 10, 202. Article summary: Here is a fact-checked summary of the latest developments in the U.S.-Iran military conflict as of July 10, 2026, based on credible news sources.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts.
Pada paruh pertama Juli 2026, ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran memuncak lagi. Israel mengancam akan melancarkan serangan ketiga secara independen, AS menghantam 170 target Iran dalam dua malam, Iran membalas dengan rudal ke pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain, dan gencatan senjata yang rapuh runtuh total. Berikut rangkuman fakta terbaru berdasarkan pemberitaan dari NPR, Reuters, New York Post, CNN, Wall Street Journal, dan sumber tepercaya lainnya.
Para pemimpin Israel berulang kali menyatakan kesiapan untuk kembali menyerang Iran, dan kali ini mereka siap melakukannya tanpa bantuan AS. Pada 9 Juli, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan negaranya siap melanjutkan kampanye militer melawan Iran dengan 'kekuatan yang lebih besar' dibanding dua putaran sebelumnya . Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Channel 14 Israel pada 4 Juli bahwa IDF (Tentara Pertahanan Israel) sudah sepenuhnya siap untuk serangan ketiga dan hanya menunggu persetujuan pemerintah
. Secara terpisah, sumber di Yerusalem mengatakan kepada New York Post pada 9 Juli bahwa Israel bersedia bergabung dalam serangan AS di masa depan jika Washington meminta bantuan, meskipun sejauh ini Israel belum berpartisipasi langsung dalam operasi AS saat ini
.
AS melancarkan beberapa gelombang serangan udara berat sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal dagang di Selat Hormuz. Pada 7 Juli, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyerang lebih dari 80 lokasi di dalam wilayah Iran setelah Tehran menyerang setidaknya tiga kapal dagang di selat tersebut . AS juga mencabut izin penjualan minyak Iran
. Malam berikutnya, gelombang serangan kedua AS menghantam sekitar 90 target militer, termasuk lokasi di Bushehr, Chabahar, dan bandara Iranshahr
. Selama dua malam, total 170 lokasi Iran menjadi sasaran, menurut CENTCOM
. AS secara eksplisit menyatakan tujuannya adalah 'semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal dagang' dan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran internasional
.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan aset militer AS di kedua negara Teluk. Pada 27-28 Juni, IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) Iran mengklaim telah menyerang delapan instalasi militer AS, menghantam pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait dan pangkalan Armada Kelima AS di Port Salman, Bahrain . Pada 7-8 Juli, Iran melancarkan putaran serangan kedua ke Bahrain dan Kuwait setelah gelombang baru serangan udara AS
. Sirene serangan udara berbunyi di Bahrain, dan Kuwait melaporkan berhasil mencegat serangan drone
. IRGC mengatakan menargetkan empat pangkalan AS — Camp Arifjan dan Ali Al Salem di Kuwait, serta fasilitas di Juffair dan Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain
.
Beberapa media melaporkan pada 9-10 Juli bahwa Israel membagikan intelijen baru kepada AS tentang rencana spesifik Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump. Wall Street Journal, CNN, dan media lainnya melaporkan bahwa intelijen Israel mengindikasikan Iran telah menyusun rencana baru untuk membunuh Trump . CNN melaporkan bahwa Washington telah memantau 'denti detak stabil' intelijen tentang kemungkinan rencana pembunuhan terhadap Trump, tetapi peringatan dari Israel adalah hal baru dan menyangkut plot spesifik
. Namun, dua pejabat AS mengatakan kepada Channel 12 Israel bahwa informasi tersebut berkaitan dengan dialog umum antara pejabat Iran tentang kemungkinan membunuh presiden AS, bukan plot spesifik, menimbulkan sedikit keraguan pada klaim tersebut
. Ini bukan pertama kalinya tuduhan semacam itu muncul: pada Maret 2026, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengklaim AS telah membunuh pemimpin Iran dari dugaan plot pembunuhan Trump sebelumnya
.
Gencatan senjata rapuh yang telah menghentikan pertempuran selama kurang dari tiga minggu sejak dicapai pada April, secara efektif runtuh. Presiden Trump menyatakan gencatan senjata 'berakhir' setelah serangan Iran pada 7 Juli terhadap kapal dagang di Selat Hormuz . Serangan baru AS dan Iran membuat kesepakatan sementara itu tidak berlaku lagi, dengan kedua belah pihak kembali melakukan pertukaran serangan skala penuh
.
Konflik terus berpusat pada Selat Hormuz, jalur minyak paling kritis di dunia. Komando Pusat AS secara eksplisit menyatakan bahwa Iran 'tidak menguasai' selat tersebut dan AS akan menjaganya tetap terbuka . Banyak laporan mencatat bahwa 6.000 pelaut terdampar di Teluk Persia karena pelayaran melalui selat tersebut terganggu
. AS mencabut izin penjualan minyak Iran, langsung menargetkan ekspor minyak mentah Tehran
. Eskalasi konfrontasi ini memicu kekhawatiran perang regional yang lebih luas, dengan blog langsung USA Today menggambarkan 'dunia menyaksikan' setelah dua malam berturut-turut pertukaran serangan AS-Iran
. Gulf News dan Reuters melaporkan bahwa harga minyak global naik sebagai akibat dari gangguan dan meningkatnya kekhawatiran keamanan
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Israel menyatakan siap menyerang Iran untuk ketiga kalinya dengan kekuatan lebih besar, kali ini bisa dilakukan secara independen tanpa menunggu AS.
Israel menyatakan siap menyerang Iran untuk ketiga kalinya dengan kekuatan lebih besar, kali ini bisa dilakukan secara independen tanpa menunggu AS. AS melancarkan dua gelombang serangan besar besaran dalam 48 jam, menghantam 170 target militer Iran setelah Tehran menyerang kapal dagang di Selat Hormuz.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain, memicu sirene serangan udara di kedua negara.