Sumber-sumber yang ada mengonfirmasi adanya eskalasi besar dalam konflik militer AS-Iran. Serangan udara AS terhadap Iran dan baku tembak antara kedua belah pihak dilaporkan sebagai pertempuran paling intens sejak gencatan senjata pada April 2024.
Pada 8 Juli, Presiden Donald Trump mendeklarasikan berakhirnya gencatan senjata Iran-AS saat KTT NATO di Ankara. The Guardian melaporkan bahwa pasar AS jatuh di tengah aksi militer yang sedang berlangsung terhadap Iran dan kekhawatiran akan potensi kenaikan suku bunga.
Secara terpisah, Reuters pada Maret 2026 mencatat bahwa saham AS telah menurun karena kekhawatiran perang dengan Iran semakin dalam, dengan biaya energi yang lebih tinggi memicu ketakutan inflasi.
Catatan penting: Detail spesifik yang disebutkan di beberapa pemberitaan—bahwa pasukan AS menghantam lebih dari 80 target di Iran dan Iran membalas ke pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait—tidak sepenuhnya terverifikasi oleh cuplikan sumber yang disediakan.
Harga minyak naik tajam seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Laporan The Guardian pada 8 Juli menyebutkan bahwa minyak mentah Brent meroket lebih dari 5%, menembus 80 dolar AS per barel.
Mekanisme umum ini—kenaikan minyak memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat—didukung oleh banyak sumber.
Apa yang belum terverifikasi: Klaim bahwa Brent melonjak di atas 76 dolar AS dan ekspektasi spesifik akan kenaikan suku bunga The Fed pada September tidak terlihat langsung di cuplikan sumber yang disediakan.
Sumber-sumber mengonfirmasi adanya tekanan signifikan pada raksasa semikonduktor Korea Selatan. Bloomberg melaporkan penurunan tajam sebelumnya di pasar Korea di mana Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun setidaknya 6%, sementara investor asing menjual 3,5 triliun won (sekitar 2,3 miliar dolar AS) dalam satu sesi. CNBC melaporkan bahwa penurunan KOSPI didorong oleh "meningkatnya skeptisisme AI di kalangan investor global, ditambah dengan konsentrasi pasar yang ekstrem."
Apa yang belum terverifikasi: Angka-angka seperti Indeks Semikonduktor Philadelphia yang turun 4,7% dan klaim bahwa DeepSeek asal China sedang mengembangkan chip AI-nya sendiri tidak dikonfirmasi oleh cuplikan sumber yang disediakan.
Saham-saham Eropa juga melemah sebagai bagian dari reaksi pasar global yang lebih luas terhadap krisis Timur Tengah, dengan Wall Street juga mengantisipasi kerugian.