Ledakan pembangunan pusat data, chip, dan infrastruktur AI awalnya banyak dibiayai arus kas perusahaan teknologi besar yang menguntungkan serta penerbitan saham. Namun, BoE mencatat bahwa pembiayaan utang meningkat dengan cepat B.
Bank tersebut memperkirakan sekitar separuh dari belanja AI yang diproyeksikan mencapai 5 triliun dolar AS selama lima tahun ke depan dapat dibiayai melalui utang E. Jika harga aset terkait AI terkoreksi, kerugian tidak hanya akan berhenti di pasar saham. Dampaknya dapat merambat ke pasar utang yang lebih luas, sementara tanda-tanda awal tekanan telah terlihat pada credit default swap (CDS)—instrumen yang mencerminkan biaya perlindungan terhadap gagal bayar—perusahaan yang mengandalkan utang untuk membiayai investasinya N.
BoE juga memperingatkan bahwa struktur utang yang digunakan dalam ekosistem AI semakin kompleks dan sulit dilihat secara transparan B. Kenaikan suku bunga jangka panjang turut menjadi ancaman karena dapat meningkatkan biaya pendanaan dan menekan valuasi perusahaan teknologi B.
Namun, penting untuk membedakan antara utang yang meningkat cepat dan klaim bahwa pembangunan infrastruktur AI sejak awal sebagian besar dibiayai utang. Surat BoE menyebutkan bahwa hingga saat ini investasi masih terutama berasal dari arus kas dan ekuitas, meski porsi utangnya bertambah cepat BE.
BoE mengkhawatirkan penggunaan model AI yang sama atau serupa secara luas oleh lembaga keuangan. Jika banyak perusahaan menerima sinyal yang sama dan mengambil posisi yang mirip, pasar dapat bergerak serentak ketika terjadi tekanan B.
Dalam laporan Financial Stability in Focus April 2025, BoE menjelaskan bahwa strategi trading berbasis AI yang lebih canggih berpotensi membuat perusahaan mengambil posisi yang semakin berkorelasi. Dalam situasi stres, tindakan yang serupa itu dapat memperbesar guncangan, bukan meredamnya B.
Untuk saat ini, FPC belum menilai penggunaan AI generatif atau agentic AI di sektor keuangan telah mencapai tingkat yang menimbulkan risiko sistemik. Namun, pada Maret 2026, komite tersebut menyatakan bahwa risikonya dapat meningkat—bahkan dengan cepat—seiring makin kuatnya keinginan lembaga keuangan untuk memperluas penggunaan AI B.
Salah satu persoalan mendasar adalah kurangnya transparansi pada keluaran AI. Laporan BoE menyoroti persoalan “ketidakjelasan keluaran AI”, khususnya pada sistem AI generatif dan agentic AI L.
Agentic AI adalah sistem yang dapat menjalankan tugas dan mengambil tindakan secara lebih mandiri, tidak sekadar memberikan jawaban atas perintah pengguna. Di sektor perbankan, kemampuan ini dapat mempercepat proses, tetapi juga membuat pengawasan lebih rumit. Reuters melaporkan bahwa perlombaan bank-bank Inggris untuk menerapkan agentic AI menghadirkan risiko baru yang kini dipantau regulator R.
Analisis pihak ketiga atas pekerjaan BoE menyebut bahwa kombinasi sulitnya menjelaskan keputusan AI dan meningkatnya otonomi dapat membuat institusi keuangan mengambil posisi berisiko yang tidak sepenuhnya mereka pahami L. Karena pernyataan tersebut berasal dari analisis pihak ketiga, bukan kutipan langsung dari dokumen BoE, klaim itu perlu dibaca dengan kehati-hatian.
Dalam laporan Juli 2026, BoE secara eksplisit menyatakan bahwa AI meningkatkan kerentanan bank terhadap serangan siber. Risiko ini termasuk bahaya tambahan yang disoroti sejak laporan sebelumnya R.
Kekhawatiran tersebut sejalan dengan temuan Bank for International Settlements (BIS), lembaga yang berfungsi sebagai forum kerja sama dan riset bagi bank sentral. Dalam kajiannya mengenai penggunaan AI oleh bank sentral, BIS menempatkan keamanan siber sebagai salah satu prioritas utama risiko operasional B.
BoE bukan satu-satunya lembaga yang melihat potensi masalah dalam ledakan investasi AI. Dalam Annual Economic Report 2026, BIS memperingatkan bahwa persaingan untuk menjadi pemimpin pasar dapat mendorong investasi berlebihan. Jika manfaat komersial AI tidak sesuai harapan, pembalikan arah pasar yang tajam bisa terjadi B.
BIS juga menyebut lima perusahaan hyperscaler terbesar diperkirakan membelanjakan lebih dari 1 triliun dolar AS untuk belanja modal AI. Besarnya investasi tersebut menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan ekspansi ekonomi saat ini B. Menurut laporan Wall Street Journal, BIS menilai ledakan investasi itu dapat menekan profitabilitas perusahaan besar dan berpotensi mendorong sejumlah ekonomi ke dalam resesi W.
Laporan NOTUS pada Juli 2026 menyebut adanya draf internal Departemen Keuangan AS yang memperingatkan bahwa perusahaan AI telah lebih tertanam dalam perekonomian Amerika Serikat dibandingkan perusahaan internet pada era gelembung dot-com. Menurut laporan tersebut, penurunan tajam dapat mengirimkan “gelombang kejut” ke seluruh ekosistem ekonomi N.
Namun, draf itu tidak mendapat pengesahan resmi. Juru bicara Departemen Keuangan menyatakan bahwa departemen tersebut menolak draf itu N. Selain itu, surat pengawasan dari Kongres AS pada Oktober 2025 memang memperingatkan risiko gelembung AI dan membandingkannya dengan gelembung dot-com, tetapi surat tersebut bukan konfirmasi atas laporan internal Departemen Keuangan S.
Sumber yang tersedia mengonfirmasi bahwa BoE dan BIS memantau risiko AI, termasuk agentic AI, investasi berlebihan, dan keamanan siber. Namun, sumber tersebut belum cukup untuk memverifikasi beberapa klaim lain yang ikut beredar, antara lain:
Karena itu, ketiga poin tersebut tidak seharusnya diperlakukan sebagai fakta yang telah dikonfirmasi berdasarkan sumber yang digunakan di sini.
Peringatan BoE tidak berarti bahwa AI pasti akan memicu krisis keuangan. Namun, bank sentral Inggris itu melihat sejumlah jalur yang dapat memperbesar guncangan jika ekspektasi investor terhadap AI tiba-tiba berubah: valuasi yang terlalu tinggi, taruhan dengan dana pinjaman, utang perusahaan AI yang meningkat, strategi trading yang bergerak serempak, struktur pendanaan yang tidak transparan, serta kerentanan siber.
BIS menyampaikan kekhawatiran serupa mengenai investasi AI yang berlebihan dan kemungkinan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, perbandingan dengan gelembung dot-com dalam draf Departemen Keuangan AS menambah bobot pada perdebatan tersebut, meski draf itu telah ditolak oleh Departemen Keuangan. Pesan utamanya bagi pemantau pasar pada 2025–2026 adalah bahwa AI tidak lagi dipandang hanya sebagai risiko teknologi, melainkan telah menjadi perhatian makrofinansial yang semakin menonjol.