Jim O'Neill, ekonom asal Goldman Sachs yang mencetuskan istilah 'BRIC' pada 2001, kini mengakui bahwa upaya BRICS menciptakan alternatif pengganti dolar AS bukan lagi sekadar 'fantasi' [1]. Meski begitu, O'Neill menekankan bahwa selama ini BRICS lebih banyak menghasilkan 'simbolisme daripada kebijakan konkret'.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What has changed about economist Jim O'Neill's assessment of BRICS' ability to develop alternativ. Article summary: ## Jim O'Neill's evolving assessment of BRICS and the dollar. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Jim O'Neill, ekonom yang menciptakan istilah "BRIC" pada tahun 2001, telah mengubah pandangannya secara signifikan. Dari sikap skeptis yang sangat dalam, ia kini mengakui bahwa alternatif terhadap dolar AS yang digagas BRICS bukan lagi sekadar "fantasi" — meskipun ia tetap menekankan bahwa blok ini sejauh ini lebih banyak menghasilkan "simbolisme daripada kebijakan konkret" . Berikut ulasan lengkapnya.
Sebelumnya (2024–awal 2025): O'Neill sangat meremehkan. Pada Oktober 2024, ia dengan tegas mengatakan BRICS hanya "untuk peri" ("for the fairies") sampai China dan India serius menggarap proyek ini. Menurutnya, kelompok ini tidak memiliki kemauan politik untuk menantang dolar . Ia berulang kali menyebut pengaruh blok ini semakin memudar
.
Pergeseran (awal–pertengahan 2026): Pada Februari 2026, O'Neill membuka kembali perdebatan. Ia mengakui bahwa perubahan geopolitik terkini mungkin mengubah perhitungan, dan bahwa ia yang dulu meragukan mata uang bersama BRICS, kini melihat adanya celah yang masuk akal . Puncaknya, pada Juli 2026, ia secara eksplisit menyatakan kepada Reuters bahwa alternatif BRICS terhadap dolar AS bukan lagi sebuah "fantasi," meskipun ia tetap menyebut capaian kelompok ini berat pada simbolisme dan ringan pada kebijakan nyata
.
Apa yang mengubah pandangannya? Beberapa faktor tampaknya mendorong perubahan penilaian O'Neill:
Apa yang tidak berubah? O'Neill tetap pada pendiriannya bahwa China adalah jangkar yang tak tergantikan bagi BRICS — "mungkin masih sebesar AS dalam satu dekade ke depan" — dan tanpa komitmen sungguhan dari China dan India, agenda de-dolarisasi akan mandek
.
BRICS sedang membangun ekosistem pembayaran multi-lapis yang independen dari dolar:
Tujuan strategisnya adalah menciptakan sistem pesan dan penyelesaian pembayaran yang memotong SWIFT dan kliring yang didenominasi dolar . Deklarasi KTT Kazan 2024 secara eksplisit mendukung pengembangan alternatif semacam itu
.
Trump berulang kali dan secara eksplisit mengancam negara-negara BRICS dengan tarif besar jika mereka terus mengejar de-dolarisasi:
Singkatnya: O'Neill tidak lagi menganggap remeh alternatif dolar BRICS sebagai fantasi — infrastruktur pembayaran sedang dibangun (BRICS Pay, tautan CBDC, saluran perdagangan mata uang lokal). Namun, perpecahan politik yang dalam di blok ini — rivalitas China-India, bank sentral yang konservatif, prioritas geopolitik yang bertentangan — ditambah dengan ancaman tarif eksplisit Trump, berarti kesenjangan antara ambisi simbolis dan pengiriman konkret masih sangat lebar .
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Jim O'Neill, ekonom asal Goldman Sachs yang mencetuskan istilah 'BRIC' pada 2001, kini mengakui bahwa upaya BRICS menciptakan alternatif pengganti dolar AS bukan lagi sekadar 'fantasi' [1].
Jim O'Neill, ekonom asal Goldman Sachs yang mencetuskan istilah 'BRIC' pada 2001, kini mengakui bahwa upaya BRICS menciptakan alternatif pengganti dolar AS bukan lagi sekadar 'fantasi' [1]. Meski begitu, O'Neill menekankan bahwa selama ini BRICS lebih banyak menghasilkan 'simbolisme daripada kebijakan konkret'.
BRICS tengah membangun ekosistem pembayaran multi lapis yang independen dari dolar: BRICS Pay (berbasis blockchain), jaringan CBDC yang saling terhubung, hingga aset digital berlapis emas 'Unit' [7][10].