KTT NATO pada 7-8 Juli 2026 di Ankara menandai momen penting bagi peran Turki yang semakin ekspansif di dalam aliansi. Ini adalah pertama kalinya Turki menjadi tuan rumah KTT NATO sejak KTT Istanbul pada tahun 2004
dan terjadi di saat industri pertahanan Ankara telah melipatgandakan ekspornya tiga kali lipat sejak 2021, kesepakatan senjata besar dengan Washington dan Paris sedang dalam pembahasan, serta agenda KTT didominasi oleh isu pembagian beban (burden-sharing), Ukraina, dan postur AS di Eropa di bawah Presiden Trump ![]()
.
Agenda KTT dan Konteks Pembagian Beban
- Agenda inti NATO mencakup komitmen belanja pertahanan, pembagian beban, kesiapan kapabilitas, dan dukungan berkelanjutan untuk Ukraina — semua ini semakin tajam akibat ancaman Trump untuk mengurangi level pasukan AS atau bahkan meninggalkan aliansi
![]()
.
- Menteri Pertahanan Turki, Yaşar Güler, mengambil nada damai menjelang KTT dengan mengatakan bahwa AS tidak berusaha untuk meninggalkan NATO dan bahwa aliansi sedang menyesuaikan diri dengan lanskap keamanan yang berubah
.
- Erdogan menyebut KTT ini sebagai "platform terkuat untuk berbagi pengalaman" dan mendesak sekutu untuk mencabut pembatasan perdagangan pertahanan intra-aliansi
![]()
.
Lonjakan Industri Pertahanan
- Ekspor pertahanan dan aerospace Turki melampaui $11 miliar dalam basis 12 bulan bergerak pada Juni 2026, naik dari sekitar $2,3 miliar pada tahun 2020
![]()
.
- Ekspor ke negara-negara anggota NATO khususnya melonjak 47,1% menjadi $6,2 miliar, menyumbang 57,3% dari total ekspor sektor ini — menegaskan peran Turki yang semakin besar sebagai pemasok, bukan hanya pembeli, di dalam aliansi
![]()
.
Mesin GE F110 untuk Jet Tempur KAAN
- Pemerintahan Trump secara resmi memberitahu Kongres pada 24 Juni 2026 tentang niatnya untuk menyetujui penjualan puluhan mesin turbofan GE F110 senilai lebih dari $700 juta untuk menggerakkan jet tempur generasi kelima buatan Turki, KAAN
![]()
.
- Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Trump terus mendorong meskipun ada keberatan dari beberapa anggota Kongres, membersihkan hambatan teknis terbesar yang dihadapi program KAAN
![]()
.
Kemungkinan Kembali ke Program F-35
- Erdogan berulang kali menyerukan kembalinya Turki ke program F-35, dengan alasan hal itu akan memperkuat keamanan NATO
.
- Trump memberi sinyal kemungkinan pelonggaran ketegangan mengenai teknologi pertahanan, dan isu F-35 diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan bilateralnya dengan Erdogan di sela-sela KTT
![]()
.
- Hingga jelang KTT, belum ada kesepakatan formal untuk kembali; para analis masih skeptis bahwa perselisihan yang telah berlangsung lama ini dapat sepenuhnya diselesaikan minggu ini
.
Sikap Prancis yang Melunak Terkait SAMP/T
- Selama bertahun-tahun, Prancis memblokir penjualan sistem pertahanan udara SAMP/T buatan Prancis-Italia ke Turki. Banyak sumber kini melaporkan bahwa Presiden Macron telah menginstruksikan pemerintahannya untuk menilai ulang produksi bersama SAMP/T dengan Turki, setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri Italia Meloni pada 25 Juni
![]()
.
- Erdogan menginginkan kemajuan dalam kesepakatan ini di KTT, namun negosiasi masih dalam tahap awal dan hambatan transfer teknologi (terutama seputar rudal ASTER 30) belum terselesaikan
![]()
.
Dinamika Erdogan-Trump dan Postur AS
- Kunjungan Trump ke Ankara adalah yang pertama kalinya sebagai presiden dan merupakan kunjungan presiden AS pertama ke Turki sejak 2015. Ini terjadi di tengah penyesuaian kembali postur pasukan AS di Eropa, yang dilihat Washington sebagai katalis bagi sekutu untuk membelanjakan lebih banyak
![]()
.
- Pejabat Turki secara terbuka meremehkan kekhawatiran tentang penarikan AS dari NATO, membingkai KTT sebagai peluang untuk menunjukkan persatuan sekutu dan peran penting Turki dalam keamanan Eropa dan Timur Tengah
![]()
.