Lonjakan arus keluar ini berlangsung setidaknya selama delapan minggu berturut-turut. Dalam periode tersebut, ada rentang 13 hari perdagangan berturut-turut dari pertengahan Mei hingga awal Juni yang kehilangan dana sekitar US$4,4 miliar — rekor terpanjang dalam sejarah . Dalam satu hari — 28 Mei — IBIT sendiri kehilangan US$527,84 juta . Pendarahan ini sempat berhenti pada 2 Juli, ketika data lapangan kerja Juni yang lebih lemah dari perkiraan memicu arus masuk bersih sebesar US$221,72 juta, arus masuk harian terbesar dalam dua bulan. Namun, secara tahun berjalan (year-to-date), arus keluar bersih tetap sekitar US$5,4 miliar .
Pemicu paling langsung adalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 17 Juni 2026 — yang pertama dipimpin oleh Ketua baru, Kevin Warsh. Proyeksi suku bunga akhir tahun melonjak menjadi 3,8% dari 3,4% pada Maret, secara efektif menghilangkan ekspektasi pemotongan suku bunga dan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun 2026 . Bitcoin langsung merosot dari sekitar US$66.000 ke bawah US$63.000 dalam beberapa hari, dan ETF Bitcoin/Ether mengalami arus keluar bersih sebesar US$111 juta sehari setelah pertemuan . Analis menggambarkan perubahan hawkish ini sebagai salah satu dari dua "shock likuiditas" simultan yang menghantam harga Bitcoin .
Sembilan dari delapan belas anggota FOMC kini memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga sebelum Desember — sebuah pembalikan total dari pertemuan Maret di mana tidak ada pejabat yang memproyeksikan kenaikan .
Dengan sinyal The Fed bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama, imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka pendek menjadi lebih menarik. Hal ini mendorong perputaran klasik dari aset spekulatif ke aset aman (risk-off). Banyak laporan mencatat bahwa investor institusi "mengurangi risiko aset kripto inti" dan beralih ke instrumen safe-haven konvensional . Perbedaannya sangat mencolok: Bitcoin sendiri hanya turun 3,69% di bulan Mei, tetapi arus keluar ETF mencapai US$2,3 miliar pada bulan yang sama — institusi sudah mengurangi risiko melalui penebusan ETF bahkan sebelum penurunan harga semakin cepat .
Broker Bernstein melaporkan bahwa aliran modal ke Bitcoin melambat tajam karena investor lebih memilih saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) . Aksi jual di ETF Bitcoin terjadi bersamaan dengan reli di Wall Street di mana S&P 500 naik ke rekor baru, sementara ETF kripto justru kehilangan modal — sebuah decoupling yang jelas . Ini adalah perputaran aset dari kripto ber-beta tinggi ke saham AI berkapitalisasi besar, di mana investor mengarahkan modal ke "tema kecerdasan buatan yang sedang booming," menurut Bernstein .
Perputaran internal yang lebih kecil namun nyata juga terjadi di dalam ruang ETF kripto itu sendiri:
Lonjakan arus keluar ini berlangsung setidaknya selama delapan minggu berturut-turut. Dalam periode tersebut, ada rentang 13 hari perdagangan berturut-turut dari pertengahan Mei hingga awal Juni yang kehilangan dana sekitar US$4,4 miliar — rekor terpanjang dalam sejarah . Dalam satu hari — 28 Mei — IBIT sendiri kehilangan US$527,84 juta . Pendarahan ini sempat berhenti pada 2 Juli, ketika data lapangan kerja Juni yang lebih lemah dari perkiraan memicu arus masuk bersih sebesar US$221,72 juta, arus masuk harian terbesar dalam dua bulan. Namun, secara tahun berjalan (year-to-date), arus keluar bersih tetap sekitar US$5,4 miliar .
Pemicu paling langsung adalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 17 Juni 2026 — yang pertama dipimpin oleh Ketua baru, Kevin Warsh. Proyeksi suku bunga akhir tahun melonjak menjadi 3,8% dari 3,4% pada Maret, secara efektif menghilangkan ekspektasi pemotongan suku bunga dan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun 2026 . Bitcoin langsung merosot dari sekitar US$66.000 ke bawah US$63.000 dalam beberapa hari, dan ETF Bitcoin/Ether mengalami arus keluar bersih sebesar US$111 juta sehari setelah pertemuan . Analis menggambarkan perubahan hawkish ini sebagai salah satu dari dua "shock likuiditas" simultan yang menghantam harga Bitcoin .
Sembilan dari delapan belas anggota FOMC kini memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga sebelum Desember — sebuah pembalikan total dari pertemuan Maret di mana tidak ada pejabat yang memproyeksikan kenaikan .
Dengan sinyal The Fed bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama, imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka pendek menjadi lebih menarik. Hal ini mendorong perputaran klasik dari aset spekulatif ke aset aman (risk-off). Banyak laporan mencatat bahwa investor institusi "mengurangi risiko aset kripto inti" dan beralih ke instrumen safe-haven konvensional . Perbedaannya sangat mencolok: Bitcoin sendiri hanya turun 3,69% di bulan Mei, tetapi arus keluar ETF mencapai US$2,3 miliar pada bulan yang sama — institusi sudah mengurangi risiko melalui penebusan ETF bahkan sebelum penurunan harga semakin cepat .
Broker Bernstein melaporkan bahwa aliran modal ke Bitcoin melambat tajam karena investor lebih memilih saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) . Aksi jual di ETF Bitcoin terjadi bersamaan dengan reli di Wall Street di mana S&P 500 naik ke rekor baru, sementara ETF kripto justru kehilangan modal — sebuah decoupling yang jelas . Ini adalah perputaran aset dari kripto ber-beta tinggi ke saham AI berkapitalisasi besar, di mana investor mengarahkan modal ke "tema kecerdasan buatan yang sedang booming," menurut Bernstein .
Perputaran internal yang lebih kecil namun nyata juga terjadi di dalam ruang ETF kripto itu sendiri: