Penalti Raúl Jiménez membawa Meksiko kembali ke pertandingan. Striker veteran yang sebelumnya mencetak gol pertamanya di Piala Dunia saat melawan Afrika Selatan di fase grup lewat sundulan, sukses mengeksekusi penalti untuk memperkecil ketertinggalan . Jiménez, yang tampil di Piala Dunia keempatnya (2014, 2018, 2022, 2026), adalah algojo penalti utama Meksiko dan tak pernah gagal dalam eksekusi penalti selama kariernya di Premier League
.
Kartu Merah Inggris memaksa mereka bermain bertahan di akhir laga. Seorang pemain Inggris diusir keluar lapangan pada menit-menit akhir (pemain spesifik tidak disebutkan jelas dalam ringkasan pertandingan). Meksiko terus menekan untuk mencetak gol penyeimbang, namun Inggris berhasil mempertahankan kemenangan 3–2 meski hanya bermain dengan 10 pemain .
Harry Kane juga mencetak satu gol untuk Inggris, menambah namanya di papan skor bersama dua gol Bellingham .
Badai petir deras menjadi kekhawatiran utama selama babak gugur di Mexico City. Pertandingan Meksiko vs. Ekuador sebelumnya sempat tertunda satu jam karena cuaca buruk . Untuk laga melawan Inggris, FIFA sempat mempertimbangkan untuk memajukan kick-off enam jam, namun membatalkan perubahan tersebut 48 jam sebelum pertandingan, sehingga jadwal tetap pada pukul 1 dini hari BST / 8 malam ET
.
Ketinggian 2.240 meter (~7.200 kaki) berulang kali disebut sebagai ujian terberat Inggris di turnamen tersebut. Analisis pra-pertandingan mencatat bahwa bermain di ketinggian Azteca dengan atmosfer yang membara adalah "tantangan paling berat" bagi Inggris . Tim asuhan Thomas Tuchel hanya memiliki waktu tiga hari untuk beradaptasi sebelum menghadapi tuan rumah bersama
.
Meksiko memasuki pertandingan tanpa kebobolan satu gol pun dalam empat laga Piala Dunia di Stadion Azteca selama turnamen 2026 . Mereka berhasil menjaga clean sheet melawan Afrika Selatan (2–0), Korea Selatan (1–0), dan Ekuador (2–0) di babak grup dan 32 besar
. Catatan pertahanan ini hanya pernah diraih oleh dua tim lain dalam sejarah Piala Dunia setelah empat pertandingan: Brasil pada 1986 dan Italia pada 1990
.
Stadion Azteca sendiri adalah tempat yang menakutkan: Meksiko hanya kalah dua kali dari 89 pertandingan kompetitif di stadion ini sebelum laga ini . Tiga gol Inggris menjadi sebuah terobosan besar melawan tim yang sebelumnya nyaris tak tertembus di kandang sendiri.
Stadion Azteca menyimpan beban sejarah yang sangat berat bagi Inggris. Stadion inilah tempat Diego Maradona mencetak gol "Tangan Tuhan" dan "Gol Abad Ini" yang terkenal saat Argentina mengalahkan Inggris 2–1 di perempat final Piala Dunia 1986. Kembalinya Inggris ke stadion ini untuk laga knockout membawa bobot historis yang besar .
Selain itu, Meksiko belum pernah mencapai perempat final Piala Dunia selama 40 tahun — sejak menjadi tuan rumah turnamen 1986. Kutukan "quinto partido" (pertandingan kelima) — yang merujuk pada kegagalan berulang Meksiko untuk melaju melewati babak 16 besar — menjadi narasi utama. Reuters memberitakan bahwa tim Javier Aguirre "hanya berjarak satu kemenangan dari penampilan pertama di perempat final dalam 40 tahun" . Kemenangan Meksiko atas Ekuador di babak 32 besar adalah kemenangan knockout pertama mereka dalam 40 tahun
.
Inggris maju untuk menghadapi Norwegia di perempat final. Norwegia mencapai babak tersebut setelah gol-gol telat Erling Haaland mengeliminasi Brasil di babak 16 besar . Kemenangan ini menyiapkan laga perempat final Inggris–Norwegia yang sangat dinantikan. Inggris kini telah mengatasi ketinggian, atmosfer, dan tuan rumah bersama di kandang mereka sendiri.
Catatan tentang kesenjangan bukti: Pemain spesifik Inggris yang menerima kartu merah di akhir laga tidak dapat dikonfirmasi secara definitif dari sumber yang tersedia. Hasil pertandingan Norwegia–Brasil (gol telat Haaland yang mengeliminasi Brasil) dirujuk dalam konteks turnamen yang lebih luas tetapi tidak dapat dicari secara independen dalam sumber yang disediakan. Poin-poin ini dilaporkan sebagaimana adanya, konsisten dengan laporan pertandingan dan lipatan pra-pertandingan.