Hanya beberapa bulan setelah mengumumkan target pendapatan kotor $1 miliar dari ekspansi ke tujuh negara Eropa, Uber menghentikan rencana peluncuran di lima negara: Austria, Norwegia, Yunani, Denmark, dan Finlandia [2... Hanya Republik Ceko dan Rumania yang tetap berjalan sesuai rencana untuk diluncurkan pada tahun...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for Why is Uber halting its European food delivery expansion in five of the seven countries it target. Article summary: Here is the fact-checked answer based on reporting from the Financial Times, as carried by Reuters, from July 5, 2026. [2]. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an il
Baru beberapa bulan setelah mengumumkan rencana ambisius untuk meluncurkan Uber Eats di tujuh negara Eropa baru, Uber justru menghentikan sebagian besar ekspansi tersebut. Bukan karena mundur dari benua itu, melainkan karena perubahan strategi: Uber sedang membidik akuisisi Delivery Hero asal Jerman senilai €10 miliar—sebuah langkah yang bisa membuat pembangunan operasi negara per negara menjadi tidak terlalu diperlukan .
Menurut laporan Financial Times pada 5 Juli 2026, yang dikutip oleh Reuters dan outlet lain, Uber menghentikan peluncuran pengiriman makanan di lima dari tujuh negara yang menjadi target ekspansi tahun 2026: Austria, Norwegia, Yunani, Denmark, dan Finlandia . Hanya Republik Ceko dan Rumania yang tetap berjalan sesuai rencana untuk diluncurkan tahun ini .
Rencana ekspansi awal diumumkan pada Februari 2026, dengan Uber menargetkan tujuh pasar Eropa baru—lima negara yang dihentikan plus Republik Ceko dan Rumania—dengan tujuan menghasilkan tambahan $1 miliar dalam pemesanan kotor (gross bookings) selama beberapa tahun pertama .
Beberapa outlet berita melaporkan bahwa penghentian ini terkait langsung dengan upaya Uber untuk mengakuisisi penuh Delivery Hero, raksasa pengiriman makanan yang berbasis di Berlin dan beroperasi di Eropa, Amerika Latin, Asia, dan Timur Tengah . Logikanya sederhana: membeli platform yang sudah mapan jauh lebih cepat dan lebih efisien secara modal daripada membangun pasar satu per satu .
17 April 2026: Uber membeli saham 4,5% di Delivery Hero dari Prosus seharga €270 juta (sekitar $318 juta)—transaksi yang menjadikan Uber pemegang saham terbesar keempat Delivery Hero . Penjualan ini merupakan syarat dari Komisi Eropa atas akuisisi Just Eat Takeaway oleh Prosus .
Akhir Mei 2026: Delivery Hero mengungkapkan bahwa Uber telah meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi hampir 19,5% dari total modal yang diterbitkan, menjadikan Uber pemegang saham terbesar .
23 Mei 2026: Delivery Hero mengonfirmasi telah menerima proposal akuisisi dari Uber dengan harga sekitar €33 per saham, yang menilai perusahaan tersebut sekitar €10 miliar ($11,6 miliar) .
12 Juni 2026: Bloomberg melaporkan bahwa Uber telah menjajaki calon pembeli untuk aset regional Delivery Hero di Amerika Latin, Asia, dan Eropa, kemungkinan untuk memperlancar persetujuan regulasi atas akuisisi penuh .
5 Juli 2026: Financial Times melaporkan penghentian ekspansi .
Delivery Hero adalah salah satu perusahaan pengiriman makanan terbesar di dunia, beroperasi di puluhan pasar global . Jika Uber mengakuisisinya, Uber akan langsung mendapatkan akses ke jaringan restoran, kurir, dan pelanggan yang sudah ada di berbagai benua—termasuk banyak pasar Eropa yang seharusnya dimasuki Uber dari awal .
Persiapan Uber untuk menghadapi hambatan regulasi—termasuk menjajaki penjualan aset di wilayah yang tumpang tindih—menunjukkan bahwa perusahaan tersebut menjadikan kesepakatan Delivery Hero sebagai strategi utama Eropa mereka . Penghentian peluncuran organik yang lebih kecil di negara-negara seperti Austria dan Norwegia konsisten dengan fokus sumber daya pada transaksi yang lebih besar .
Penghentian ini tidak berarti Uber meninggalkan pengiriman makanan di Eropa secara permanen. Jika kesepakatan Delivery Hero berhasil, Uber bisa mendapatkan akses ke pasar-pasar tersebut melalui operasi Delivery Hero yang sudah ada. Jika kesepakatan gagal, Uber bisa memulai kembali rencana ekspansi organiknya—meskipun perusahaan belum membuat komitmen publik apa pun tentang peluncuran di masa depan selain Republik Ceko dan Rumania .
Uber sendiri membingkai keputusan ini secara berbeda dalam satu laporan Nordik, dengan mengatakan ingin "membangun kesuksesan luar biasa" dari peluncuran di Finlandia dan Denmark . Namun, pemberitaan yang lebih luas memperjelas bahwa upaya mengejar Delivery Hero adalah pendorong utama perubahan strategis ini .
Penghentian ekspansi pengiriman makanan Uber di Eropa di lima negara bukanlah tanda mundur. Ini adalah realokasi sumber daya menuju target yang jauh lebih besar: akuisisi Delivery Hero. Jika berhasil, kesepakatan ini akan mengubah jejak pengiriman Uber di Eropa dan sekitarnya, membuat pendekatan organik pasar per pasar yang diumumkan pada bulan Februari menjadi tidak diperlukan lagi .
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Hanya beberapa bulan setelah mengumumkan target pendapatan kotor $1 miliar dari ekspansi ke tujuh negara Eropa, Uber menghentikan rencana peluncuran di lima negara: Austria, Norwegia, Yunani, Denmark, dan Finlandia [2...
Hanya beberapa bulan setelah mengumumkan target pendapatan kotor $1 miliar dari ekspansi ke tujuh negara Eropa, Uber menghentikan rencana peluncuran di lima negara: Austria, Norwegia, Yunani, Denmark, dan Finlandia [2... Hanya Republik Ceko dan Rumania yang tetap berjalan sesuai rencana untuk diluncurkan pada tahun 2026 [2].
Uber telah meningkatkan kepemilikannya di Delivery Hero dari 7% menjadi hampir 19,5% pada akhir Mei 2026, lalu mengajukan tawaran awal sekitar €33 per saham, yang menilai perusahaan tersebut sekitar €10 miliar [5][14]...