Kerangka TIMERS dalam persiapan dasar luka menjadi inti buku catatan ini. TIMERS adalah model kontemporer untuk wound bed preparation yang memperluas model tradisional dengan mempertimbangkan: Tissue management (manajemen jaringan), Infection or inflammation control (kontrol infeksi atau peradangan), Moisture balance (keseimbangan kelembapan), Edge advancement (kemajuan tepi luka), Repair or regeneration (perbaikan atau regenerasi), dan Social or patient-related factors (faktor sosial atau yang terkait pasien) yang dapat memengaruhi penyembuhan . Kerangka yang lebih luas ini mengingatkan para klinisi bahwa pembalut saja tidak dapat mengatasi semua hambatan penyembuhan. Penyembuhan luka didukung ketika faktor lokal pada luka dikelola bersama dengan faktor sistemik dan sosial seperti nutrisi, perfusi, redistribusi tekanan, kontrol glikemik, kepatuhan, mobilitas, kemampuan perawatan diri, akses terhadap perlengkapan, dan preferensi pasien .
Siklus perawatan wound bed preparation juga mendasari panduan ini. Perawatan luka bukanlah peristiwa tunggal, melainkan siklus berulang dari asesmen, intervensi, evaluasi, dan penyesuaian . Pada setiap penggantian balutan, klinisi harus bertanya apakah luka menunjukkan kemajuan, apakah produk yang digunakan saat ini mencapai efek yang diinginkan, dan apakah komplikasi seperti maserasi, trauma, infeksi, bau, kebocoran, atau nyeri muncul. Siklus ini dimaksudkan untuk mendukung eskalasi tepat waktu dan mencegah penggunaan pembalut yang tidak efektif secara berkepanjangan.
Konsep keseimbangan kelembapan (moisture balance) tetap menjadi fondasi manajemen luka modern dalam wound bed preparation . Pembalut yang optimal harus membantu menjaga keseimbangan kelembapan, menyerap atau memberikan kelembapan sesuai kebutuhan, mengurangi trauma saat pelepasan, melindungi luka dari kontaminasi, dan menjaga kesehatan kulit di sekitar luka . Kelembapan berlebih dapat menyebabkan maserasi, sementara dasar luka yang terlalu kering dapat menunda migrasi epitel; oleh karena itu, keseimbangan kelembapan harus disesuaikan secara individual dan dievaluasi ulang secara teratur .
Terakhir, buku catatan ini menggabungkan Triangle of Wound Assessment, yang menekankan penilaian tiga zona yang saling terhubung: dasar luka (wound bed), tepi luka (wound edge), dan kulit di sekitar luka (periwound skin) . Dengan menggunakan kerangka ini, klinisi dapat melampaui sekadar mengukur ukuran luka dan sebaliknya mengevaluasi lingkungan luka yang lebih luas . Tujuan dari pembaruan tahun 2026 ini adalah untuk menyediakan referensi praktis yang didasarkan pada bukti, mendukung penalaran klinis, mendorong pemilihan produk yang tepat, dan meningkatkan kontinuitas perawatan di berbagai tempat pelayanan.
Kerangka TIMERS dalam persiapan dasar luka menjadi inti buku catatan ini. TIMERS adalah model kontemporer untuk wound bed preparation yang memperluas model tradisional dengan mempertimbangkan: Tissue management (manajemen jaringan), Infection or inflammation control (kontrol infeksi atau peradangan), Moisture balance (keseimbangan kelembapan), Edge advancement (kemajuan tepi luka), Repair or regeneration (perbaikan atau regenerasi), dan Social or patient-related factors (faktor sosial atau yang terkait pasien) yang dapat memengaruhi penyembuhan . Kerangka yang lebih luas ini mengingatkan para klinisi bahwa pembalut saja tidak dapat mengatasi semua hambatan penyembuhan. Penyembuhan luka didukung ketika faktor lokal pada luka dikelola bersama dengan faktor sistemik dan sosial seperti nutrisi, perfusi, redistribusi tekanan, kontrol glikemik, kepatuhan, mobilitas, kemampuan perawatan diri, akses terhadap perlengkapan, dan preferensi pasien .
Siklus perawatan wound bed preparation juga mendasari panduan ini. Perawatan luka bukanlah peristiwa tunggal, melainkan siklus berulang dari asesmen, intervensi, evaluasi, dan penyesuaian . Pada setiap penggantian balutan, klinisi harus bertanya apakah luka menunjukkan kemajuan, apakah produk yang digunakan saat ini mencapai efek yang diinginkan, dan apakah komplikasi seperti maserasi, trauma, infeksi, bau, kebocoran, atau nyeri muncul. Siklus ini dimaksudkan untuk mendukung eskalasi tepat waktu dan mencegah penggunaan pembalut yang tidak efektif secara berkepanjangan.
Konsep keseimbangan kelembapan (moisture balance) tetap menjadi fondasi manajemen luka modern dalam wound bed preparation . Pembalut yang optimal harus membantu menjaga keseimbangan kelembapan, menyerap atau memberikan kelembapan sesuai kebutuhan, mengurangi trauma saat pelepasan, melindungi luka dari kontaminasi, dan menjaga kesehatan kulit di sekitar luka . Kelembapan berlebih dapat menyebabkan maserasi, sementara dasar luka yang terlalu kering dapat menunda migrasi epitel; oleh karena itu, keseimbangan kelembapan harus disesuaikan secara individual dan dievaluasi ulang secara teratur .
Terakhir, buku catatan ini menggabungkan Triangle of Wound Assessment, yang menekankan penilaian tiga zona yang saling terhubung: dasar luka (wound bed), tepi luka (wound edge), dan kulit di sekitar luka (periwound skin) . Dengan menggunakan kerangka ini, klinisi dapat melampaui sekadar mengukur ukuran luka dan sebaliknya mengevaluasi lingkungan luka yang lebih luas . Tujuan dari pembaruan tahun 2026 ini adalah untuk menyediakan referensi praktis yang didasarkan pada bukti, mendukung penalaran klinis, mendorong pemilihan produk yang tepat, dan meningkatkan kontinuitas perawatan di berbagai tempat pelayanan.