Metrik laba utama juga mencetak rekor:
Katalis pertumbuhan terbesar adalah lonjakan permintaan server AI, terutama untuk pelanggan utamanya, Nvidia. Dalam pergeseran bersejarah, divisi Cloud and Networking Products Foxconn — yang mencakup server AI dan infrastruktur terkait — menghasilkan pendapatan lebih besar daripada divisi Smart Consumer Electronics (iPhone, perangkat konsumen) untuk pertama kalinya di Q2 2025 . Segmen cloud dan jaringan ini menyumbang sekitar 41% dari total pendapatan, sementara perangkat elektronik konsumen pintar turun menjadi 35% . Seperti yang dicatat Reuters, "Era Apple di Foxconn mulai memudar seiring server AI mendorong pertumbuhan" .
Ini adalah transformasi fundamental model bisnis Foxconn. Selama bertahun-tahun, iPhone milik Apple adalah mesin pertumbuhan Foxconn. Kini, infrastruktur AI-lah yang memimpin.
Momentum terus terbangun sepanjang kuartal. Pada Mei 2025, Foxconn mencatat lonjakan pendapatan 39,57% YoY, didorong oleh permintaan rak server (AI racks) yang meningkat. Perusahaan pun menaikkan proyeksi pertumbuhan Q2-nya sebagai hasilnya . Data bulanan dari halaman hubungan investor Foxconn menunjukkan hasil yang sangat kuat berlanjut: Maret 2025 saja mencatat pendapatan NT$803,7 miliar, naik 45,6% YoY . Juni juga mencetak rekor pendapatan bulanan baru sebesar NT$540,24 miliar, naik 10,09% YoY .
Segmen Cloud and Networking Products untuk pertama kalinya menjadi kontributor pendapatan terbesar perusahaan. Sepanjang tahun fiskal 2025, kategori ini mencapai 40% dari total pendapatan, mengalahkan elektronik konsumen yang sebesar 38% . Ini menandai perubahan fundamental dalam bauran bisnis Foxconn, dari perakitan iPhone menuju infrastruktur AI. Anak perusahaan Foxconn, Foxconn Industrial Internet (FII), melaporkan pertumbuhan pendapatan server AI lebih dari 60% YoY di Q2 2025, dengan pendapatan server dari penyedia layanan cloud naik 150% . Sepanjang tahun 2025, laba bersih FII tumbuh lebih dari 50%, termasuk peningkatan pendapatan server AI lebih dari tiga kali lipat .
Meskipun hasilnya memecahkan rekor, manajemen Foxconn secara eksplisit menyampaikan peringatan di dua front :
Risiko-risiko ini bukan sekadar hipotetis. Pendapatan Foxconn dalam dolar AS mengungguli angka dalam Dolar Taiwan Baru (NTD) karena penguatan dolar AS, namun sebaliknya juga bisa menjadi hambatan. Proyeksi perusahaan untuk Q3 2025 memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang substansial akan berlanjut, namun dengan faktor-faktor risiko ini tetap diakui .
Hasil Q2 Foxconn adalah bagian dari lintasan akselerasi sepanjang tahun 2025:
| Periode | Pendapatan | Sorotan Utama |
|---|---|---|
| Q1 2025 | NT$1,64 triliun | Rekor untuk periode tersebut; laba bersih melonjak 91% YoY menjadi NT$42,1 miliar |
| Q2 2025 | NT$1,79 triliun | Rekor Q2; pendapatan server AI lampaui iPhone |
| Q3 2025 | NT$2,06 triliun | Rekor Q3; pendapatan dan laba cetak rekor |
| Q4 2025 | NT$2,61 triliun | Naik 22% YoY; laba usaha naik 33% |
| FY2025 | NT$8,1 triliun (~US$260 miliar) | Pendapatan tahunan rekor; EPS NT$13,61 (terkuat sejak pencatatan saham) |
Sepanjang tahun fiskal 2025, laba bersih Foxconn tumbuh 24% menjadi NT$189,4 miliar (~€5,16 miliar) . Margin meningkat signifikan: bisnis server AI dan cloud dengan margin lebih tinggi mendongkrak profitabilitas secara keseluruhan, dengan laba usaha naik 33% di Q4 saja . Perusahaan mengumumkan dividen tunai rekor sebesar NT$7,2 per saham (rasio pembayaran 52,9%), mencerminkan keyakinan pada laba yang berkelanjutan . Foxconn mempertahankan prospek pertumbuhan "signifikan" sepanjang tahun dan memasuki tahun 2026 dengan optimisme, menyebut AI sebagai "kekuatan pendorong inti" dari strategi transformasi lima tahun barunya .
Metrik laba utama juga mencetak rekor:
Katalis pertumbuhan terbesar adalah lonjakan permintaan server AI, terutama untuk pelanggan utamanya, Nvidia. Dalam pergeseran bersejarah, divisi Cloud and Networking Products Foxconn — yang mencakup server AI dan infrastruktur terkait — menghasilkan pendapatan lebih besar daripada divisi Smart Consumer Electronics (iPhone, perangkat konsumen) untuk pertama kalinya di Q2 2025 . Segmen cloud dan jaringan ini menyumbang sekitar 41% dari total pendapatan, sementara perangkat elektronik konsumen pintar turun menjadi 35% . Seperti yang dicatat Reuters, "Era Apple di Foxconn mulai memudar seiring server AI mendorong pertumbuhan" .
Ini adalah transformasi fundamental model bisnis Foxconn. Selama bertahun-tahun, iPhone milik Apple adalah mesin pertumbuhan Foxconn. Kini, infrastruktur AI-lah yang memimpin.
Momentum terus terbangun sepanjang kuartal. Pada Mei 2025, Foxconn mencatat lonjakan pendapatan 39,57% YoY, didorong oleh permintaan rak server (AI racks) yang meningkat. Perusahaan pun menaikkan proyeksi pertumbuhan Q2-nya sebagai hasilnya . Data bulanan dari halaman hubungan investor Foxconn menunjukkan hasil yang sangat kuat berlanjut: Maret 2025 saja mencatat pendapatan NT$803,7 miliar, naik 45,6% YoY . Juni juga mencetak rekor pendapatan bulanan baru sebesar NT$540,24 miliar, naik 10,09% YoY .
Segmen Cloud and Networking Products untuk pertama kalinya menjadi kontributor pendapatan terbesar perusahaan. Sepanjang tahun fiskal 2025, kategori ini mencapai 40% dari total pendapatan, mengalahkan elektronik konsumen yang sebesar 38% . Ini menandai perubahan fundamental dalam bauran bisnis Foxconn, dari perakitan iPhone menuju infrastruktur AI. Anak perusahaan Foxconn, Foxconn Industrial Internet (FII), melaporkan pertumbuhan pendapatan server AI lebih dari 60% YoY di Q2 2025, dengan pendapatan server dari penyedia layanan cloud naik 150% . Sepanjang tahun 2025, laba bersih FII tumbuh lebih dari 50%, termasuk peningkatan pendapatan server AI lebih dari tiga kali lipat .
Meskipun hasilnya memecahkan rekor, manajemen Foxconn secara eksplisit menyampaikan peringatan di dua front :
Risiko-risiko ini bukan sekadar hipotetis. Pendapatan Foxconn dalam dolar AS mengungguli angka dalam Dolar Taiwan Baru (NTD) karena penguatan dolar AS, namun sebaliknya juga bisa menjadi hambatan. Proyeksi perusahaan untuk Q3 2025 memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang substansial akan berlanjut, namun dengan faktor-faktor risiko ini tetap diakui .
Hasil Q2 Foxconn adalah bagian dari lintasan akselerasi sepanjang tahun 2025:
| Periode | Pendapatan | Sorotan Utama |
|---|---|---|
| Q1 2025 | NT$1,64 triliun | Rekor untuk periode tersebut; laba bersih melonjak 91% YoY menjadi NT$42,1 miliar |
| Q2 2025 | NT$1,79 triliun | Rekor Q2; pendapatan server AI lampaui iPhone |
| Q3 2025 | NT$2,06 triliun | Rekor Q3; pendapatan dan laba cetak rekor |
| Q4 2025 | NT$2,61 triliun | Naik 22% YoY; laba usaha naik 33% |
| FY2025 | NT$8,1 triliun (~US$260 miliar) | Pendapatan tahunan rekor; EPS NT$13,61 (terkuat sejak pencatatan saham) |
Sepanjang tahun fiskal 2025, laba bersih Foxconn tumbuh 24% menjadi NT$189,4 miliar (~€5,16 miliar) . Margin meningkat signifikan: bisnis server AI dan cloud dengan margin lebih tinggi mendongkrak profitabilitas secara keseluruhan, dengan laba usaha naik 33% di Q4 saja . Perusahaan mengumumkan dividen tunai rekor sebesar NT$7,2 per saham (rasio pembayaran 52,9%), mencerminkan keyakinan pada laba yang berkelanjutan . Foxconn mempertahankan prospek pertumbuhan "signifikan" sepanjang tahun dan memasuki tahun 2026 dengan optimisme, menyebut AI sebagai "kekuatan pendorong inti" dari strategi transformasi lima tahun barunya .