FIFA secara kontroversial mencabut skorsing satu pertandingan otomatis untuk striker AS, Folarin Balogun, yang terkena kartu merah langsung saat melawan Bosnia dan Herzegovina. Keputusan ini memungkinkan Balogun bermain di babak 16 besar melawan Belgia, memicu kemarahan Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) yang menyata...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What is the controversy surrounding FIFA's unprecedented reversal of USMNT striker Folarin Balogu. Article summary: Here is the verified breakdown of each claim in your question.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Berikut adalah analisis mendalam tentang kontroversi yang mengguncang Piala Dunia 2026.
Ya — kontroversi ini nyata dan memiliki banyak lapisan. Fakta inti telah dikonfirmasi oleh berbagai media utama, meskipun laporan tentang 'tiga' wakil presiden FIFA yang menentang Infantino lebih spesifik dari yang bisa diverifikasi secara langsung.
FIFA menangguhkan penerapan larangan otomatis satu pertandingan Folarin Balogun pada hari Minggu, 5 Juli 2026. Ini membuka jalan bagi pencetak gol terbanyak AS (3 gol di turnamen) untuk bermain di laga babak 16 besar melawan Belgia pada hari Senin . Kartu merah diberikan pada menit ke-64 dalam kemenangan AS 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina setelah tinjauan VAR karena pelanggaran keras
. Berdasarkan regulasi Piala Dunia FIFA (Pasal 10.5), kartu merah langsung secara otomatis menghasilkan skorsing satu pertandingan yang biasanya tidak bisa diajukan banding
.
Beberapa media melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump langsung menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan ulang skorsing Balogun, dan laporan ini memainkan peran penting dalam keputusan tersebut . Trump kemudian memposting di media sosial berterima kasih kepada FIFA karena "melakukan apa yang benar, dan membalikkan ketidakadilan besar!"
. The Hill, Chosun, Sportskeeda, dan media lainnya meliput sudut pandang ini; The New York Times/The Athletic juga melaporkannya
.
FIFA menggunakan Pasal 27 dari Kode Disiplinnya, yang memungkinkan badan pengatur untuk menunda penerapan sanksi disipliner . Komite disiplin menempatkan larangan tersebut pada masa percobaan satu tahun — yang berarti jika Balogun melakukan pelanggaran serupa dalam waktu satu tahun, skorsing akan diberlakukan pada saat itu
. People magazine, CBS Sports, The Guardian, dan lainnya mengonfirmasi detail percobaan satu tahun ini
.
Banyak sumber menggambarkan ini sebagai pertama kalinya sejak 1962 seorang pemain mendapatkan skorsing kartu merah dicabut untuk memungkinkannya bermain di pertandingan Piala Dunia berikutnya . Laporan Chosun secara eksplisit menyatakan "pengecualian yang belum pernah terjadi sebelumnya — mengizinkan pemain untuk bertanding setelah lebih dari 60 tahun"
.
The Athletic (NYT) melaporkan bahwa "beberapa pejabat FIFA" menyatakan tentangan terhadap penanganan Infantino atas keputusan tersebut . Sportskeeda dan media lainnya melaporkan bahwa setidaknya tiga wakil presiden FIFA keberatan dengan keputusan Infantino secara internal
. Laporan Chosun juga menyebutkan perbedaan pendapat internal terkait langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini
. Angka pasti "tiga" muncul di laporan sekunder; pernyataan resmi dewan FIFA belum dipublikasikan yang mengonfirmasi jumlah spesifik.
Royal Belgian Football Association (RBFA) secara terbuka menyatakan bahwa mereka "terkejut" dengan keputusan FIFA dan "sedang menyelidiki semua opsi potensial" . Dalam pernyataan resmi, RBFA mengatakan bahwa keputusan tersebut "didasarkan pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA" dan bahwa mereka "percaya telah dirugikan"
. New York Post, CBS Sports, dan Bolavip semuanya mengutip pernyataan RBFA secara verbatim
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
FIFA secara kontroversial mencabut skorsing satu pertandingan otomatis untuk striker AS, Folarin Balogun, yang terkena kartu merah langsung saat melawan Bosnia dan Herzegovina.
FIFA secara kontroversial mencabut skorsing satu pertandingan otomatis untuk striker AS, Folarin Balogun, yang terkena kartu merah langsung saat melawan Bosnia dan Herzegovina. Keputusan ini memungkinkan Balogun bermain di babak 16 besar melawan Belgia, memicu kemarahan Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) yang menyatakan diri 'terkejut'.
FIFA menggunakan Pasal 27 yang jarang digunakan untuk menunda skorsing Balogun dengan masa percobaan satu tahun, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sejak 1962.