Data dari International Research Institute for Climate and Society (IRI) di Columbia University menunjukkan bahwa anomali SST di wilayah Niño 3.4 mencapai +0,48°C pada Maret–Mei 2026, melonjak ke +0,94°C pada Mei 2026, dan terus naik ke nilai mingguan +1,7°C pada pertengahan Juni 2026 . Banyak pusat pemodelan kini merujuk pada kemungkinan terjadinya "Super El Niño" .
Pusat Penelitian Gabungan Uni Eropa (JRC) memperingatkan bahwa dampak El Niño ini akan terasa sepanjang 2026–27 dan bahkan dapat bertahan setelah puncak peristiwa berlalu . Proyeksi dampak global yang utama meliputi:
India sudah merasakan dampaknya. Badan Meteorologi India (IMD) pada 12 Juni 2026 mengumumkan bahwa kondisi El Niño moderat hingga kuat diperkirakan akan berlangsung sepanjang musim hujan Juni–September .
Bukti untuk Israel secara spesifik masih kurang definitif, tetapi beberapa sumber memberikan konteks yang berguna:
Catatan penting: Prediktabilitas musiman di Mediterania Timur lebih rendah dibandingkan daerah tropis. Hasil curah hujan yang tepat untuk Israel akan bergantung pada kekuatan dan lintasan sistem badai musim dingin, yang dipengaruhi—tetapi tidak sepenuhnya ditentukan—oleh El Niño.
Intinya: El Niño 2026 kini telah dikonfirmasi, menguat dengan cepat, dan memiliki peluang 63% untuk menjadi peristiwa yang sangat kuat (terbesar dalam sejarah) pada akhir 2026. India menghadapi kemungkinan musim hujan di bawah normal dengan tekanan pada sektor pertanian. Israel dan kawasan Timur Tengah yang lebih luas mungkin melihat curah hujan di atas rata-rata, namun sinyalnya masih kurang pasti. Dampak global—gelombang panas ekstrem, kekeringan, banjir, dan risiko ketahanan pangan—diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga tahun 2027.