Namun, angka global itu tidak bisa dibaca sebagai tanda bahwa penjualan Tesla di China sedang melonjak. Pabrik Tesla di Shanghai berfungsi sebagai pusat produksi sekaligus hub ekspor, terutama untuk memasok pasar Eropa. Penjualan kendaraan buatan China meningkat 24,4% secara tahunan pada Juni, didukung pemulihan permintaan di Eropa .
Dengan kata lain, kenaikan pengiriman global Tesla lebih banyak mencerminkan pemulihan di sejumlah pasar luar negeri dan peningkatan ekspor dari Shanghai—bukan penguatan posisi Tesla di pasar domestik China.
Penurunan pangsa Tesla juga perlu dilihat dalam konteks perubahan besar di pasar otomotif China. Kendaraan energi baru—termasuk mobil listrik berbaterai dan kendaraan hibrida plug-in—telah mengambil porsi yang semakin besar dari penjualan mobil baru. Pangsa NEV mencapai rekor 62,9% dari penjualan ritel mobil China pada Mei 2026 .
Dalam pasar yang tumbuh sangat cepat, penjualan Tesla bisa saja stabil atau naik, tetapi pangsa persentasenya tetap turun jika para pesaing tumbuh lebih cepat. Itulah yang terjadi pada Tesla: perusahaan masih menjadi pemain penting, tetapi tidak lagi mendominasi pasar seperti pada awal ekspansi pabrik Shanghai.
Persaingan di China kini tidak hanya datang dari BYD. Pada Maret 2026, BYD menguasai 22,8% pasar ritel NEV, sementara Tesla berada di posisi keempat dengan pangsa 6,6% . Pada Februari, pangsa Tesla sempat naik menjadi 8,23%, menunjukkan bahwa kinerjanya sangat fluktuatif dari bulan ke bulan .
Leapmotor menjadi salah satu penantang yang pertumbuhannya paling cepat. Perusahaan itu mengirimkan 71.387 kendaraan pada April 2026, naik 73,9% secara tahunan dan menjadi rekor bulanan baru . Pada Juni, penjualan Leapmotor juga dilaporkan naik 95% secara tahunan .
Geely, Chery, Zeekr, Xiaomi, dan sejumlah merek China lain turut menawarkan kendaraan dengan fitur yang lebih beragam dan harga yang kompetitif. Tekanan ini membuat Tesla semakin sulit mempertahankan keunggulan yang pernah dimilikinya.
Pelemahan permintaan domestik bukan hanya masalah Tesla. Penjualan domestik BYD turun 24,07% pada Mei 2026, sementara penjualan globalnya hanya naik tipis 0,26%. Kenaikan tersebut tertolong oleh penjualan luar negeri yang mencapai rekor 160.644 kendaraan, atau 42,6% dari total penjualan BYD pada bulan itu .
Pada Januari dan Februari 2026, penjualan gabungan BYD juga turun sekitar 36% secara tahunan di tengah persaingan yang semakin ketat dan pelemahan permintaan sektor kendaraan listrik China .
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar China telah memasuki fase yang berbeda. Pertumbuhan masih berlangsung, tetapi persaingan makin padat, diskon harga menekan margin, dan banyak merek memburu kelompok konsumen yang sama.
Ketika penjualan domestik melambat, produsen kendaraan listrik China semakin agresif mencari pembeli di luar negeri. BYD mencatat kenaikan ekspor yang sangat kuat pada Mei, sedangkan pabrik Tesla di Shanghai tetap menjadi basis penting untuk pengiriman ke Eropa .
Pola ini juga terlihat pada produsen lain. Ekspor membantu mengurangi tekanan akibat permintaan dalam negeri yang melemah dan membantu pabrik tetap beroperasi ketika kapasitas produksinya belum terserap sepenuhnya. Pasar tujuan yang semakin penting mencakup Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan kawasan lain.
Tesla memang menghadapi kemunduran di China, tetapi bukan karena pangsanya turun dari 30% menjadi di bawah 30%. Angka 30% tersebut tidak sesuai dengan bukti yang tersedia. Tesla justru telah mengalami penurunan pangsa pasar NEV dari sekitar 16% pada 2020 menjadi sekitar 5–7% pada pertengahan 2026 .
Rekor pengiriman global sebanyak 480.126 kendaraan pada kuartal II 2026 merupakan kabar positif bagi Tesla, tetapi angka itu terutama ditopang pemulihan di luar China dan aktivitas ekspor. Di pasar domestik China, Tesla menghadapi BYD, Leapmotor, Geely, Chery, Zeekr, dan banyak pesaing lain yang bergerak lebih cepat.
Pada saat yang sama, bahkan BYD mulai mengandalkan ekspor untuk mengimbangi lemahnya penjualan di dalam negeri. Tren tersebut menandakan bahwa industri NEV China sedang beralih dari fase ekspansi domestik yang agresif menuju persaingan global yang lebih sengit.
Namun, angka global itu tidak bisa dibaca sebagai tanda bahwa penjualan Tesla di China sedang melonjak. Pabrik Tesla di Shanghai berfungsi sebagai pusat produksi sekaligus hub ekspor, terutama untuk memasok pasar Eropa. Penjualan kendaraan buatan China meningkat 24,4% secara tahunan pada Juni, didukung pemulihan permintaan di Eropa .
Dengan kata lain, kenaikan pengiriman global Tesla lebih banyak mencerminkan pemulihan di sejumlah pasar luar negeri dan peningkatan ekspor dari Shanghai—bukan penguatan posisi Tesla di pasar domestik China.
Penurunan pangsa Tesla juga perlu dilihat dalam konteks perubahan besar di pasar otomotif China. Kendaraan energi baru—termasuk mobil listrik berbaterai dan kendaraan hibrida plug-in—telah mengambil porsi yang semakin besar dari penjualan mobil baru. Pangsa NEV mencapai rekor 62,9% dari penjualan ritel mobil China pada Mei 2026 .
Dalam pasar yang tumbuh sangat cepat, penjualan Tesla bisa saja stabil atau naik, tetapi pangsa persentasenya tetap turun jika para pesaing tumbuh lebih cepat. Itulah yang terjadi pada Tesla: perusahaan masih menjadi pemain penting, tetapi tidak lagi mendominasi pasar seperti pada awal ekspansi pabrik Shanghai.
Persaingan di China kini tidak hanya datang dari BYD. Pada Maret 2026, BYD menguasai 22,8% pasar ritel NEV, sementara Tesla berada di posisi keempat dengan pangsa 6,6% . Pada Februari, pangsa Tesla sempat naik menjadi 8,23%, menunjukkan bahwa kinerjanya sangat fluktuatif dari bulan ke bulan .
Leapmotor menjadi salah satu penantang yang pertumbuhannya paling cepat. Perusahaan itu mengirimkan 71.387 kendaraan pada April 2026, naik 73,9% secara tahunan dan menjadi rekor bulanan baru . Pada Juni, penjualan Leapmotor juga dilaporkan naik 95% secara tahunan .
Geely, Chery, Zeekr, Xiaomi, dan sejumlah merek China lain turut menawarkan kendaraan dengan fitur yang lebih beragam dan harga yang kompetitif. Tekanan ini membuat Tesla semakin sulit mempertahankan keunggulan yang pernah dimilikinya.
Pelemahan permintaan domestik bukan hanya masalah Tesla. Penjualan domestik BYD turun 24,07% pada Mei 2026, sementara penjualan globalnya hanya naik tipis 0,26%. Kenaikan tersebut tertolong oleh penjualan luar negeri yang mencapai rekor 160.644 kendaraan, atau 42,6% dari total penjualan BYD pada bulan itu .
Pada Januari dan Februari 2026, penjualan gabungan BYD juga turun sekitar 36% secara tahunan di tengah persaingan yang semakin ketat dan pelemahan permintaan sektor kendaraan listrik China .
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar China telah memasuki fase yang berbeda. Pertumbuhan masih berlangsung, tetapi persaingan makin padat, diskon harga menekan margin, dan banyak merek memburu kelompok konsumen yang sama.
Ketika penjualan domestik melambat, produsen kendaraan listrik China semakin agresif mencari pembeli di luar negeri. BYD mencatat kenaikan ekspor yang sangat kuat pada Mei, sedangkan pabrik Tesla di Shanghai tetap menjadi basis penting untuk pengiriman ke Eropa .
Pola ini juga terlihat pada produsen lain. Ekspor membantu mengurangi tekanan akibat permintaan dalam negeri yang melemah dan membantu pabrik tetap beroperasi ketika kapasitas produksinya belum terserap sepenuhnya. Pasar tujuan yang semakin penting mencakup Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan kawasan lain.
Tesla memang menghadapi kemunduran di China, tetapi bukan karena pangsanya turun dari 30% menjadi di bawah 30%. Angka 30% tersebut tidak sesuai dengan bukti yang tersedia. Tesla justru telah mengalami penurunan pangsa pasar NEV dari sekitar 16% pada 2020 menjadi sekitar 5–7% pada pertengahan 2026 .
Rekor pengiriman global sebanyak 480.126 kendaraan pada kuartal II 2026 merupakan kabar positif bagi Tesla, tetapi angka itu terutama ditopang pemulihan di luar China dan aktivitas ekspor. Di pasar domestik China, Tesla menghadapi BYD, Leapmotor, Geely, Chery, Zeekr, dan banyak pesaing lain yang bergerak lebih cepat.
Pada saat yang sama, bahkan BYD mulai mengandalkan ekspor untuk mengimbangi lemahnya penjualan di dalam negeri. Tren tersebut menandakan bahwa industri NEV China sedang beralih dari fase ekspansi domestik yang agresif menuju persaingan global yang lebih sengit.