Yang terpenting, Pocket ini tidak ada hubungannya dengan layanan baca-nanti milik Mozola yang bernama sama, yang telah ditutup pada tahun 2025 .
Mekanisme inti Pocket sederhana: pengguna mengetik perintah dalam bahasa sehari-hari yang mendeskripsikan game atau ide interaktif, dan AI Meta langsung menghasilkan gizmo yang bisa dimainkan di tempat . Gizmos ini adalah pengalaman interaktif buatan AI yang bisa diketuk, digeser, diseret, dan dimainkan oleh orang lain — bukan sekadar ditonton
.
Pocket dilengkapi dengan umpan sosial yang bisa digulir (scrollable feed) tempat pengguna dapat menjelajahi, memainkan, dan me-remix gizmos yang dibuat oleh orang lain . Bayangkan ini seperti umpan ala TikTok, tetapi alih-alih video, setiap kiriman adalah mini-game yang bisa dimainkan dan dimuat hampir seketika
.
Meta mendeskripsikan gizmo sebagai "pengalaman interaktif yang dapat dimainkan yang dibuat oleh AI" yang dapat pengguna interaksikan dan bahkan bangun lebih lanjut dengan cara me-remix .
Pocket adalah produk langsung dari akuisisi bakat dan teknologi yang dilakukan Meta pada awal tahun 2026. Pada Maret 2026, Meta merekrut tim engineering di balik Atma Sciences Inc., sebuah startup yang didirikan oleh mantan engineer Snapchat yang telah membangun aplikasi AI populer yang juga disebut Gizmo .
Meta tidak mengakuisisi Atma Sciences secara langsung; sebaliknya, Meta merekrut tim inti dan memperoleh lisensi non-eksklusif untuk teknologi startup tersebut . Detail finansial tidak diungkapkan
. Tim ini termasuk pendiri dan CEO Josh Siegel, CTO Daniel Amitay, dan beberapa mantan engineer Snapchat lainnya
.
Atma Sciences didirikan pada tahun 2024 dan telah mengumpulkan dana sekitar US$5,48 juta dari investor termasuk First Round Capital, menurut pengajuan SEC tahun 2025 . Produk tunggalnya, aplikasi Gizmo, telah mendapatkan daya tarik yang signifikan di komunitas teknologi karena memungkinkan pengguna membuat "aplikasi mini" — seperti siput yang bisa kamu seret di layar — semuanya melalui perintah AI
.
Tim yang diakuisisi ditempatkan di Superintelligence Lab (MSL) milik Meta, yang dipimpin bersama oleh Alexandr Wang (pendiri Scale AI) dan Nat Friedman (mantan CEO GitHub) .
Beberapa bulan setelah akuisisi, Meta meluncurkan Pocket sebagai aplikasi mandiri yang pada dasarnya memproduksikan konsep konten interaktif berbasis gizmo yang dipelopori oleh Atma Sciences .
Pocket adalah bagian dari pola yang jelas: Meta meluncurkan aplikasi kreatif berbasis AI mandiri di luar kelompok aplikasi intinya seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Benang merahnya adalah menurunkan hambatan secara dramatis untuk kreasi konten bertenaga AI — pengguna membuat, berbagi, dan me-remix media hanya dengan menggunakan bahasa alami.
Contoh utama dari strategi ini meliputi:
Meta juga telah meluncurkan alat kreasi AI lainnya seperti AI Studio, yang memungkinkan pengguna membuat dan berbagi karakter AI yang dipersonalisasi di Messenger, Instagram, dan WhatsApp .
Taruhan strategisnya adalah bahwa kreasi bertenaga AI — di mana perintah menggantikan kode, alat desain, dan keterampilan teknis — akan mendefinisikan generasi berikutnya dari media sosial. Alih-alih mengonsumsi foto atau video secara pasif, pengguna secara aktif bermain, me-remix, dan membangun kreasi satu sama lain.