Pada 2 Juli 2026, Goldman Sachs memperingatkan bahwa masalah utama UE bukanlah defisit perdagangan bilateral dengan Tiongkok, melainkan hilangnya pangsa pasar global secara cepat ke tangan pesaing Tiongkok di sektor m... Jerman adalah ekonomi utama yang paling terpukul: ekspor mobil ke Tiongkok merosot sekitar seper...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What is the nature and impact of the growing economic strain between the EU and China, as describ. Article summary: ## Goldman Sachs: The EU's Real Problem Is Market Share Loss, Not the Trade Deficit. Topic tags: general, government, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as f
Pada 2 Juli 2026, Goldman Sachs mengeluarkan peringatan tajam: hambatan terbesar bagi pertumbuhan Uni Eropa (UE) bukanlah defisit perdagangan bilateral yang melebar dengan Tiongkok, melainkan hilangnya pangsa pasar global secara cepat ke tangan pesaing Tiongkok di berbagai sektor manufaktur dan pasar ekspor . Bank investasi ini berargumen bahwa lonjakan ekspor Tiongkok — yang didorong oleh lemahnya permintaan domestik dan kapasitas industri berlebih yang sangat besar — sedang mendesak produsen Eropa, baik di pasar internal UE sendiri maupun di negara tujuan ekspor ketiga
.
Pembingkaian ulang ini penting karena menggeser fokus dari ketidakseimbangan perdagangan yang masih bisa dikelola menjadi krisis kompetitif yang bersifat struktural. Tiongkok tidak lagi sekadar platform perakitan berbiaya rendah; ia telah menjadi pesaing langsung di sektor manufaktur bernilai tinggi yang menjadi sandaran Eropa untuk lapangan kerja dan inovasi.
Analisis Goldman Sachs membingkai ulang gesekan ekonomi UE-Tiongkok: ancaman struktural yang sesungguhnya adalah perusahaan Tiongkok merebut pangsa pasar yang sebelumnya dipegang perusahaan Eropa . Bank Sentral Eropa (ECB) juga mendokumentasikan tren yang sama — penurunan signifikan pangsa kawasan euro dalam ekspor global sementara pangsa Tiongkok terus meningkat
.
Sebuah laporan yang ditugaskan oleh pemerintah Prancis berjudul "The Chinese Steamroller" (Februari 2026) menemukan "akselerasi persaingan Tiongkok" dengan para pemain Tiongkok yang merebut pangsa pasar baik di pasar Eropa maupun di pasar ketiga tempat Eropa bersaing, meluas ke sektor-sektor industri yang menjadi "inti spesialisasi Eropa" — ketenagakerjaan, produktivitas, dan manufaktur bernilai tinggi .
Pemodelan Goldman Sachs sebelumnya pada November 2025 memperkirakan bahwa peningkatan proyeksi PDB Tiongkok akan berdampak pada penurunan 0,6% PDB riil kawasan euro pada 2029, sementara impor kawasan euro dari Tiongkok akan meningkat sekitar 0,4 poin persentase . Yang penting, Goldman mencatat bahwa respons UE kemungkinan besar tidak akan meniru tarif menyeluruh ala AS, dan lebih memilih langkah-langkah yang lebih terarah
.
Jerman adalah ekonomi utama UE yang paling terpukul. Centre for European Reform (CER) menyebut fenomena ini sebagai "China shock 2.0," dengan peringatan bahwa Tiongkok "telah memakan sebagian besar industri Jerman dan kini bersiap untuk memulai hidangan utama" .
Ekspor mobil Jerman ke Tiongkok merosot sekitar sepertiga pada 2025 saja, berkurang setengah dari puncaknya pada 2022, menurut German Economic Institute (IW) . Data dari Rhodium Group menunjukkan penurunan yang lebih tajam lagi, yaitu 66% antara 2022 dan 2025, membawa ekspor ke level terendah sejak 2009
. Produsen Jerman di industri inti — mobil, mesin, bahan kimia, pesawat terbang — terdesak keluar dari Tiongkok, keluar dari pasar asing, dan semakin terdesak di dalam negeri
. Goldman mengidentifikasi Jerman sebagai salah satu negara Eropa yang paling menderita akibat model ekspor agresif Tiongkok
.
Warisan "Made in Germany" mulai memudar di pasar mobil Tiongkok. Merek kendaraan listrik (EV) lokal kini memimpin dalam hal teknologi dan daya tarik bagi pembeli muda, mendorong merek Jerman ke persepsi "untuk orang tua" . Pangsa pasar produsen mobil Jerman di Tiongkok ambruk rata-rata 33% antara tahun 2022 dan 2025
.
CER mencatat bahwa UE hanya merespons dengan "serangkaian pertahanan dagang spesifik-produk dan kebijakan industri 'beli-Eropa' yang parsial" — jauh dari respons strategis yang terkoordinasi . Meskipun Komisi Eropa telah mengakui bahwa persaingan Tiongkok "menjadi akut di industri seperti teknologi bersih dan kendaraan listrik," laporan daya saing mereka baru-baru ini lebih banyak menawarkan diagnosis daripada tindakan tegas
.
Komisioner Perdagangan Maroš Šefčovič berkata blak-blakan: "Ekspor Tiongkok ke UE terus meningkat, sementara pangsa pasar kami di Tiongkok terus menyusut. Tren ini tidak berkelanjutan. Status quo bukanlah pilihan" . Namun, perpecahan internal di antara negara-negara anggota — terutama antara ekonomi utara yang berorientasi pada perdagangan bebas dan ekonomi selatan yang cenderung proteksionis — telah menghalangi respons yang terpadu dan agresif.
Surplus perdagangan Tiongkok dengan UE mencapai 360,6 miliar euro (setara $411 miliar) pada 2025 — setara dengan 1 miliar euro per hari dan naik 15 persen dari tahun sebelumnya .
Pergeseran kebijakan paling konkret UE datang pada 30 Juni 2026, ketika UE mengumumkan pembatasan impor baja baru yang besar :
Langkah-langkah ini, yang berlaku mulai 1 Juli 2026 hingga Juli 2031, dirancang secara eksplisit untuk melindungi pabrik dan lapangan kerja baja UE dari "dampak buruk kelebihan kapasitas global" — kelebihan kapasitas yang sebagian besar berasal dari Tiongkok . Mekanisme ini juga memperkenalkan aturan 'melt and pour' yang dirancang untuk mencegah baja Tiongkok menghindari tarif melalui negara ketiga
.
UE juga meluncurkan peraturan e-commerce baru yang menargetkan paket kecil, menghapus pembebasan bea masuk yang disebut 'de minimis' untuk paket senilai di bawah 150 euro dan mengenakan biaya €3 untuk setiap paket kecil yang memasuki wilayahnya . Ini menargetkan saluran lain yang melaluinya ekspor Tiongkok (melalui platform seperti Temu dan Shein) membanjiri pasar Eropa
.
Pembingkaian Goldman Sachs — bahwa masalah inti UE adalah perpindahan pangsa pasar struktural, bukan angka defisit perdagangan — mencerminkan kecemasan strategis yang lebih dalam. Tiongkok tidak lagi sekadar platform perakitan berbiaya rendah; ia adalah pesaing langsung di sektor manufaktur bernilai tinggi yang menjadi andalan Eropa untuk lapangan kerja dan inovasi. Jerman, dengan ketergantungannya yang besar pada mobil, mesin, dan bahan kimia, bagaikan 'kenari di tambang batu bara'. Respons kebijakan UE masih parsial dan terkendala secara politik — pemotongan kuota baja yang terarah dan batasan e-commerce, bukan strategi industri yang komprehensif — mencerminkan sulitnya mencapai konsensus di antara 27 negara anggota dengan kepentingan yang berbeda. Risikonya, seperti yang dikatakan CER, adalah bahwa pada saat Brussels bertindak tegas, "Tiongkok mungkin sudah memakan hidangan utama" .
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada 2 Juli 2026, Goldman Sachs memperingatkan bahwa masalah utama UE bukanlah defisit perdagangan bilateral dengan Tiongkok, melainkan hilangnya pangsa pasar global secara cepat ke tangan pesaing Tiongkok di sektor m...
Pada 2 Juli 2026, Goldman Sachs memperingatkan bahwa masalah utama UE bukanlah defisit perdagangan bilateral dengan Tiongkok, melainkan hilangnya pangsa pasar global secara cepat ke tangan pesaing Tiongkok di sektor m... Jerman adalah ekonomi utama yang paling terpukul: ekspor mobil ke Tiongkok merosot sekitar sepertiga pada 2025 saja, setengah dari puncaknya pada 2022.
Respons UE masih parsial: kuota impor baja bebas bea dipangkas 47% menjadi 18,3 juta ton per tahun, dengan bea masuk di luar kuota digandakan menjadi 50%.