Menghadapi kenyataan pahit ini, Komisi Eropa tidak tinggal diam. Ada dua strategi utama yang dijalankan: membangun kemampuan internal dan memperkuat aliansi eksternal.
Pada 27 Mei 2026, Komisi mengusulkan Chips Act 2.0 sebagai bagian dari paket "kedaulatan teknologi" (tech sovereignty package). Undang-undang ini menggantikan Chips Act versi 2023 . Fokus utamanya:
Pada 25 Juni 2026, Komisi Eropa menandatangani Deklarasi Pax Silica atas nama EU, bergabung dengan inisiatif strategis pimpinan AS .
Laporan-laporan diagnostik EU melukiskan gambaran tentang ketergantungan struktural yang dalam pada segelintir aktor non-EU, dengan Selat Taiwan sebagai kerentanan paling parah. Respons kebijakannya adalah strategi dua jalur: pembangunan kapasitas internal (Chips Act 2.0) dan pembangunan aliansi eksternal (Pax Silica). Namun, ECA dalam laporan spesialnya memperingatkan bahwa upaya gabungan ini pun mungkin belum cukup untuk mencapai target 2030 tanpa koreksi 'reality check' yang mendesak dan peningkatan investasi yang signifikan .