Pada pertengahan 2026, Ukraina secara fundamental telah mengubah peta perang bagi warga Rusia biasa. Kampanye serangan drone nyaris setiap hari ke Moskow dan serangan bertubi-tubi ke infrastruktur energi dan logistik di Krimea berhasil meretakkan tameng yang selama ini dijaga ketat Kremlin. Dampak politiknya — rating persetujuan United Russia yang ambrol, kelelahan perang di atas 60%, dan bahkan diskusi diam-diam tentang penundaan pemilu Duma Negara September 2026 — menunjukkan bahwa serangan ini telah mencapai efek psikologis dan politik yang gagal dicapai oleh kemunduran di medan perang selama berbulan-bulan.
Sejak Januari 2026, Ukraina menargetkan Moskow dengan serangan drone hampir setiap hari, menurut data dari Kementerian Pertahanan Rusia sendiri . Pada Juni, kecepatannya meningkat drastis. Pada 18 Juni, Ukraina melancarkan apa yang digambarkan sebagai serangan udara terbesar ke Moskow sejak perang dimulai, dengan drone menghantam sebuah kilang minyak di tenggara Moskow untuk kedua kalinya dalam tiga hari, memicu kebakaran besar yang terlihat di seluruh kota
. Hingga 1 Juli, kawanan lebih dari 500 drone menembus jauh ke wilayah Rusia, menghantam ibu kota dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya
.
Frekuensi dan keberhasilan serangan ini telah mengekspos kerentanan kritis. The Telegraph melaporkan bahwa gempuran yang terus-menerus telah "mengungkap bahwa sistem pertahanan udara Kremlin, yang tadinya dianggap tak terkalahkan, sebenarnya jauh dari itu" . Bagi penduduk yang selama ini diberi tahu bahwa ibu kota aman, pemandangan dan suara drone di atas kepala — serta kobaran api yang ditimbulkannya — adalah kejutan psikologis yang mendalam.
Pada 26 Juni 2026, otoritas yang ditunjuk Kremlin di Krimea mendeklarasikan status darurat di seluruh semenanjung . Pemicunya adalah serangan drone dan misil Ukraina selama berminggu-minggu yang melumpuhkan jaringan listrik, menghentikan pasokan bahan bakar, dan memutus jalur pasokan utama. SPBU kering, transportasi umum dibatasi, dan semua program kamp musim panas anak-anak ditangguhkan hingga September
. Kemacetan lalu lintas sepanjang bermil-mil terbentuk di Jembatan Kerch saat warga berusaha melarikan diri dari semenanjung
.
The Wall Street Journal menggambarkan bagaimana blokade drone Ukraina telah mengubah Krimea dari aset strategis menjadi beban aktif bagi Putin, dengan lebih dari 100 serangan drone setiap hari mengganggu kepura-puraan kehidupan normal .
Konsekuensi politik paling terlihat dari merosotnya peruntungan United Russia, partai berkuasa yang telah mendominasi Duma Negara selama dua dekade. Menurut Public Opinion Foundation dan All-Russian Center for Public Opinion Research (VTsIOM), rating persetujuan United Russia telah turun menjadi sekitar 35%, dan bahkan lebih rendah lagi menurut jajak pendapat internal Federal Security Service . Financial Times, mengutip jajak pendapat baru dari awal Juli, melaporkan angka tersebut sekitar 30%
. Sebuah survei menemukan bahwa 22,3% warga Rusia mengatakan mereka tidak akan pernah memilih United Russia dalam keadaan apa pun — ini adalah rating ketidaksetujuan tertinggi dari semua kekuatan politik
.
Rating persetujuan pribadi Putin, meskipun masih lebih tinggi dari partainya, juga menurun. Jajak pendapat yang dikutip FT dari awal Juli menempatkannya di 69% . Namun, VTsIOM, lembaga survei milik negara, berhenti merilis jajak pendapat kepercayaan bulanannya untuk Putin setelah ratingnya turun di bawah ambang batas sensitif pada April 2026
. Kremlin tampaknya mengelola perbedaan antara loyalitas pribadi kepada Putin dan ketidakpuasan terhadap partai, namun jaraknya semakin sempit.
Dalam kelompok fokus dan survei swasta yang dilakukan untuk pemerintah, warga Rusia kini secara terbuka menyerukan pengakhiran perang. Lebih dari 60% responden menyatakan kelelahan dengan berbagai aspek konflik dalam jajak pendapat tertutup, menurut sumber yang dekat dengan United Russia . Rasa sakit ekonomi — PHK, kenaikan harga, kelangkaan bensin — memperparah kejutan psikologis akibat drone yang menghantam Moskow
.
Serangan drone yang terus mengencang telah memicu diskusi diam-diam di dalam aparat keamanan tentang kemungkinan menunda pemilu Duma Negara September 2026 sama sekali . Menurut Meduza, mengutip sumber yang dekat dengan Kremlin, ide-ide semacam itu semakin sering disuarakan menyusul serangan di Moskow
. Pidato Putin pada 28 Juni di Kongres United Russia secara luas dipandang sebagai upaya untuk mulai membentuk ruang informasi menjelang pemungutan suara, dengan secara terbuka mengikatkan dirinya pada partai dengan cara yang belum pernah dia lakukan sebelumnya
.
Media pemerintah berusaha membingkai serangan itu menggunakan narasi kemenangan Perang Dunia II, namun para analis mencatat bahwa propaganda Kremlin tentang "normalisasi dan kemenangan" semakin tidak mempan . Seperti yang dikatakan seorang analis kepada Le Monde, "Serangan dan kerusakan ini bisa merusak jaminan Putin dan sikap apatis yang meluas di kalangan warga Rusia"
. Seorang penduduk Moskow berbicara kepada reporter yang sama dengan lebih blak-blakan: "Lebih baik tidak membicarakan ini terlalu banyak di depan umum, karena kerusakan itu bertentangan dengan narasi resmi tentang perang yang penuh kemenangan dan terkendali"
.
Kampanye drone dua front Ukraina — menghantam rasa aman Moskow sambil mencekik ekonomi Krimea — telah memberikan pukulan telak terhadap narasi inti Kremlin tentang kendali dan kenormalan. Dengan rating persetujuan United Russia di kisaran 30–35%, kelelahan perang naik di atas 60%, dan petinggi keamanan bahkan mendiskusikan penundaan pemungutan suara, pemilu Duma September 2026 terbentuk menjadi ujian politik paling signifikan bagi posisi domestik Putin sejak perang dimulai. Perang telah sampai ke rumah, dan Kremlin tidak bisa lagi berpura-pura sebaliknya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Eskalasi serangan drone Ukraina sepanjang 2026 berhasil mematahkan narasi Kremlin bahwa perang terjadi jauh dari Moskow dan ibu kota aman dari ancaman, sementara Krimea yang diduduki dilumpuhkan hingga status darurat.
Eskalasi serangan drone Ukraina sepanjang 2026 berhasil mematahkan narasi Kremlin bahwa perang terjadi jauh dari Moskow dan ibu kota aman dari ancaman, sementara Krimea yang diduduki dilumpuhkan hingga status darurat. Akibatnya, rating persetujuan United Russia ambruk ke kisaran 30–35%, kelelahan perang di kalangan warga Rusia menembus 60%, dan petinggi keamanan dilaporkan mendesak Putin untuk menunda pemilu.
Propaganda Kremlin tentang normalisasi dan kemenangan mulai tidak laku di tengah masyarakat yang bisa melihat dan mendengar langsung drone di atas kepala mereka, menandai ujian politik terbesar bagi posisi domestik Pu...