Pada 1 Juli 2026, Pengadilan Paten dan Pasar Stockholm memerintahkan Google membayar 14,3 miliar kronor Swedia (sekitar US$1,5–1,97 miliar, tergantung kurs) sebagai ganti rugi antitrust kepada PriceRunner, situs perba... Putusan ini berdiri di atas temuan Komisi Eropa 2017 bahwa Google menyalahgunakan posisi dominan...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What was the Swedish court's ruling on July 1, 2026, ordering Google to pay $1.97 billion (14.3 b. Article summary: ## The Swedish Court Ruling (July 1, 2026). Topic tags: general, general web, news, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Pada 1 Juli 2026, Pengadilan Paten dan Pasar (Patent- och marknadsdomstolen) di Stockholm memerintahkan Google (Alphabet Inc.) untuk membayar 14,3 miliar kronor Swedia sebagai ganti rugi antitrust kepada PriceRunner, situs perbandingan harga yang dimiliki perusahaan fintech Klarna. Jumlah ini dilaporkan US$1,97 miliar dalam siaran pers resmi Klarna dan sekitar €1,7 miliar oleh Euronews, meskipun Reuters dan kantor berita lain menyebutnya sekitar US$1,5 miliar tergantung kurs yang digunakan . Pengadilan menyatakan bahwa "PriceRunner dianggap telah menderita kerugian akibat Google yang melanggar aturan antitrust UE" dengan cara mempromosikan layanan Google Shopping-nya sendiri secara preferensial di hasil pencarian .
Landasan Uni Eropa: Kasus ini dibangun di atas temuan Komisi Eropa tahun 2017 tentang penyalahgunaan posisi dominan, yang menyatakan bahwa Google secara ilegal lebih mengutamakan layanan perbandingan belanjanya sendiri daripada layanan pesaing di hasil pencarian. Pengadilan Uni Eropa kemudian menguatkan temuan tersebut, sehingga masalah tanggung jawab sudah diselesaikan sebelum persidangan ganti rugi PriceRunner dimulai .
Gugatan awal (Februari 2022): PriceRunner mengajukan gugatan dengan menuntut €2,1 miliar (sekitar 22 miliar kronor) di Pengadilan Paten dan Pasar, dengan tuduhan Google secara sistematis menurunkan peringkat layanan perbandingan harga independen sambil mempromosikan Google Shopping .
Klaim diperluas: Pada saat persidangan dimulai, PriceRunner telah meningkatkan tuntutan ganti rugi secara substansial menjadi SEK 77 miliar (sekitar US$8,3 miliar), mencari kompensasi atas kehilangan keuntungan di Swedia, Inggris, dan Denmark .
Persidangan (Oktober–Desember 2025): Persidangan berlangsung dari 17 Oktober 2025 hingga 5 Desember 2025, di mana pengadilan mendengarkan argumen mengenai besaran ganti rugi karena tanggung jawab Google sudah ditetapkan oleh hukum UE .
Beberapa kali penundaan putusan: Putusan semula dijadwalkan pada 15 April 2026, kemudian diundur ke 26 Juni 2026, dan akhirnya dimajukan lagi ke 1 Juli 2026 .
Putusan Swedia ini adalah bagian dari gelombang tuntutan ganti rugi lanjutan di seluruh Eropa:
Putusan pengadilan Jerman (November 2025): Pengadilan Berlin memerintahkan Google membayar total €572 juta kepada dua perusahaan perbandingan harga Jerman: Idealo (milik Axel Springer SE) mendapat sekitar €374 juta ditambah €91 juta bunga, dan Producto GmbH menerima €89,7 juta plus €17,7 juta bunga, meskipun Idealo awalnya menuntut €3,3 miliar .
Klaim tertunda di seluruh Eropa: Sekitar €12 miliar total klaim masih tertunda di setidaknya tujuh negara Eropa, dengan perusahaan perbandingan harga di Inggris, Belanda, Prancis, dan negara lain mengejar tuntutan ganti rugi lanjutan mereka sendiri terhadap Google berdasarkan pelanggaran antitrust UE yang sama .
Banding: Putusan ini dapat diajukan banding. Google telah menyatakan sedang mempertimbangkan opsi hukumnya, dan putusan tidak akan dapat dieksekusi sampai semua jalur banding habis .
Pengaturan pembagian pendapatan: Berdasarkan ketentuan akuisisi PriceRunner oleh Klarna, mantan pemegang saham PriceRunner berhak atas bagian dari setiap ganti rugi yang diterima. Selain itu, Nivalion, pemberi dana litigasi yang mendukung kasus ini, memiliki kepentingan ekonomi atas hasilnya. Menurut pengungkapan Klarna, sebagian dari penerimaan bersih (setelah biaya hukum) akan mengalir ke pihak-pihak ini berdasarkan perjanjian yang sudah ada .
Perpajakan: Penghargaan ini akan dikenakan pajak penghasilan badan yang berlaku di Swedia. Siaran pers Klarna mencatat bahwa manfaat bersih bagi Klarna Group akan berkurang karena kewajiban pajak dan bagian kontraktual yang harus dibayarkan kepada mantan pemegang saham dan Nivalion .
Linimasa: Klarna telah memperingatkan investor bahwa penyelesaian akhir bisa memakan waktu bertahun-tahun, karena Google diperkirakan akan mengajukan banding ke pengadilan tinggi Swedia, dan berpotensi ke Pengadilan Uni Eropa, yang akan memperpanjang proses secara signifikan .
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pada 1 Juli 2026, Pengadilan Paten dan Pasar Stockholm memerintahkan Google membayar 14,3 miliar kronor Swedia (sekitar US$1,5–1,97 miliar, tergantung kurs) sebagai ganti rugi antitrust kepada PriceRunner, situs perba...
Pada 1 Juli 2026, Pengadilan Paten dan Pasar Stockholm memerintahkan Google membayar 14,3 miliar kronor Swedia (sekitar US$1,5–1,97 miliar, tergantung kurs) sebagai ganti rugi antitrust kepada PriceRunner, situs perba... Putusan ini berdiri di atas temuan Komisi Eropa 2017 bahwa Google menyalahgunakan posisi dominannya — masalah tanggung jawab hukum sudah diputuskan di tingkat UE sebelum persidangan ganti rugi PriceRunner dimulai.
Google diperkirakan akan mengajukan banding, sehingga penyelesaian akhir bisa memakan waktu bertahun tahun, sementara total klaim senilai sekitar €12 miliar masih tertunda di setidaknya tujuh negara Eropa.