Peneliti University of Minnesota membangun SpudCell, sel sintetis pertama yang dirakit sepenuhnya dari komponen kimia tak hidup dan mampu makan, tumbuh, mereplikasi genom, serta membelah—menyelesaikan siklus hidup len... SpudCell terbatas pada sekitar 5 generasi karena sistem sintesis proteinnya (PURE) mengalami deg...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What did researchers at the University of Minnesota Twin Cities achieve with the creation of Spud. Article summary: Here is a comprehensive, sourced fact-check on SpudCell and Biotic, based on the July 1, 2026 announcements.. Topic tags: general, government, academic, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrati
Pada Juli 2026, para peneliti di University of Minnesota Twin Cities mengumumkan pencapaian penting dalam biologi sintetis: SpudCell, sel sintetis pertama yang dirakit sepenuhnya dari komponen kimia tak hidup yang menjalani siklus hidup biologis lengkap—makan, tumbuh, mereplikasi genom, dan membelah .
Dipimpin oleh Associate Professors Kate Adamala dan Aaron Engelhart dari College of Biological Sciences, tim ini membangun SpudCell dari bawah ke atas, bagian demi bagian kimia. Ini membedakannya dari karya sebelumnya seperti "sel minimal" J. Craig Venter Institute tahun 2016, yang dibuat dengan mentransplantasikan genom sintetis ke dalam sel alami yang sudah ada, bukan merakit dari awal .
Ini belum berarti penciptaan kehidupan sintetis, tetapi ini adalah pendekatan paling lengkap yang pernah dibuat dari bahan tak hidup. Berikut adalah apa yang dicapai tim, cara kerjanya, kekurangannya, dan apa arti organisasi nirlaba baru Biotic bagi bidang ini.
SpudCell jauh lebih sederhana daripada sel alami mana pun. Bakteri pada umumnya seperti E. coli mengandung jutaan atau miliaran molekul; SpudCell hanya mengandung 150 hingga 200 molekul total . Genomnya terdiri dari tujuh lingkaran DNA yang dirancang khusus (designer DNA) yang mengode instruksi untuk pertumbuhan dan reproduksi . (Karya pra-publikasi sebelumnya dari kelompok yang sama mendeskripsikan genom sintetis parsial lebih dari 200 kb dengan lebih dari 150 gen .)
SpudCell bergantung pada sistem PURE (Protein synthesis Using Recombinant Elements)—mesin transkripsi-translasi in-vitro minimal yang direkonstitusi. Sel ini tidak memiliki metabolisme asli dan sepenuhnya bergantung pada lingkungan molekuler khusus ini untuk mengekspresikan program genetiknya .
Membran sel mengandung pori-pori transmembran berdasarkan protein bakteri alpha-hemolysin, yang memungkinkan nukleotida dan molekul nutrisi kecil mengalir ke dalam sel . Pori-pori ini dapat dibuka atau ditutup dengan menambahkan induktor kimia, memberikan tim kendali atas pemberian makan .
Pembelahan didorong oleh perekrutan protein FtsZ (homolog tubulin bakteri) ke lapisan lipid. Ketika FtsZ cukup banyak terkumpul, ia membentuk cincin kontraktil yang menjepit membran ke dalam hingga sel terbelah menjadi dua. Sistem ini menggunakan penanda protein yang peka cahaya atau dapat diinduksi secara kimia untuk mengontrol kapan dan di mana FtsZ berkumpul, memberikan kendali eksternal atas waktu pembelahan .
Meskipun terobosan ini signifikan, SpudCell masih jauh dari organisme hidup yang mandiri. Para peneliti jujur tentang kekurangannya:
Seperti yang dikatakan Adamala kepada CNN, SpudCell adalah "organisme yang sangat rapuh yang terutama ada untuk mengonsumsi dan sesekali menghasilkan anak" .
Penelitian ini sedang dalam proses review di jurnal ilmiah tetapi belum menyelesaikan peer review. Tim mengunggah laporan pracetak sepanjang 190 halaman dari karya mereka secara online. New York Times, mengutip para peneliti, mengonfirmasi bahwa manuskrip sedang dalam proses review . Jurnal spesifiknya belum diungkapkan.
Bersamaan dengan pengumuman SpudCell, para peneliti mengungkapkan Biotic (BIOTIC)—organisasi nirlaba 501(c)(3) baru di AS yang didirikan bersama oleh Kate Adamala dan ahli biologi sintetis Stanford Drew Endy .
Misi Biotic adalah memajukan bioteknologi baru yang muncul secara multilateral dan berbasis sumber terbuka (open-source). University of Minnesota memegang paten atas SpudCell tetapi telah memberikan lisensi eksklusif kepada Biotic, yang terstruktur untuk menjaga teknologi dasar tetap tersedia bebas bagi peneliti di seluruh dunia—mirip dengan pendekatan Human Genome Project . Biografi Drew Endy di Caltech mengonfirmasi bahwa ia "baru-baru ini mendirikan BIOTIC sebagai organisasi nirlaba baru yang memajukan bioteknologi yang muncul secara multilateral" .
SpudCell mewakili langkah dramatis menuju tujuan lama membangun sel hidup dari awal. Ini menyediakan platform minimal untuk mempelajari persyaratan fundamental kehidupan dan pada akhirnya dapat memungkinkan aplikasi di bidang kedokteran, bio-manufaktur, dan produksi bahan kimia. Seperti yang dikatakan Adamala kepada Star Tribune, motivasinya adalah untuk "mengalihkan ekonomi ke bioekonomi" dengan membuat bahan kimia tanpa petrokimia .
Namun untuk saat ini, SpudCell adalah bukti konsep—kumpulan molekul yang rapuh dan berumur pendek yang meniru kehidupan lebih dekat daripada apa pun yang pernah dibuat sebelumnya, tetapi belum hidup menurut definisi standar apa pun.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Peneliti University of Minnesota membangun SpudCell, sel sintetis pertama yang dirakit sepenuhnya dari komponen kimia tak hidup dan mampu makan, tumbuh, mereplikasi genom, serta membelah—menyelesaikan siklus hidup len...
Peneliti University of Minnesota membangun SpudCell, sel sintetis pertama yang dirakit sepenuhnya dari komponen kimia tak hidup dan mampu makan, tumbuh, mereplikasi genom, serta membelah—menyelesaikan siklus hidup len... SpudCell terbatas pada sekitar 5 generasi karena sistem sintesis proteinnya (PURE) mengalami degradasi ribosom, pembelahan tidak efisien (retensi genom di bawah 50%), dan riset masih dalam proses peer review.
Organisasi nirlaba baru bernama Biotic, didirikan bersama oleh peneliti utama Kate Adamala dan Drew Endy dari Stanford, mendapat lisensi eksklusif dari universitas untuk menjaga teknologi dasar ini tetap tersedia beba...