Volkswagen menyatakan akan tetap menjadi pemegang saham utama dengan kepemilikan 49% dalam jangka menengah . Everllence bergerak di bidang mesin besar, termasuk mesin kelautan dan teknologi energi. Penjualan saham mayoritas ini menunjukkan bahwa Volkswagen bersedia melepas kendali atas aset non-inti untuk memperkuat posisi keuangannya.
Setelah transaksi Everllence, laporan yang mengutip pemberitaan Financial Times menyebut para bankir investasi dan penasihat mendorong Volkswagen mempertimbangkan penjualan Ducati atau membawa Lamborghini ke bursa . Dalam skenario yang diberitakan, Ducati lebih mungkin ditawarkan untuk dijual langsung, sedangkan Lamborghini dapat dipisahkan sebagai perusahaan publik melalui penawaran saham perdana (IPO) .
Ducati adalah merek sepeda motor premium, sementara Lamborghini merupakan merek mobil super mewah milik Volkswagen Group. Keduanya dipandang memiliki daya tarik kuat bagi investor, sehingga berpotensi menghasilkan dana besar jika benar-benar dilepas atau dicatatkan di bursa.
Namun, sampai 1 Juli 2026, belum ada pengumuman resmi Volkswagen mengenai penjualan Ducati maupun IPO Lamborghini. Sejumlah laporan juga menekankan bahwa bukti adanya langkah konkret masih terbatas pada pemberitaan media, pandangan analis, dan rumor pasar . Dengan demikian, kabar tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai opsi yang sedang dibahas, bukan keputusan yang telah diambil.
Reuters melaporkan bahwa Volkswagen sedang mempertimbangkan pengurangan tenaga kerja global hingga 100.000 orang—sekitar 15% dari total 657.000 pekerjanya—serta penutupan empat fasilitas di Jerman . Pabrik yang disebut adalah Hanover, Zwickau, Emden, dan fasilitas Audi di Neckarsulm. Penutupan keempat lokasi tersebut saja berpotensi menghilangkan lebih dari 45.000 pekerjaan .
Jika terwujud, angka tersebut akan menggandakan target pengurangan sekitar 50.000 posisi yang sebelumnya diberitakan untuk beberapa tahun ke depan . Meski demikian, dokumen rencana disebut masih memberi ruang bagi perubahan dan belum menetapkan angka final .
Dewan pengawas Volkswagen dijadwalkan membahas rencana restrukturisasi itu pada 9 Juli 2026 . Persetujuan dewan dan hasil perundingan dengan perwakilan pekerja akan menjadi faktor penting sebelum keputusan penutupan pabrik atau pengurangan pekerja dapat dilaksanakan.
Pada 28 Juni 2026, Bild melaporkan bahwa Volkswagen berencana mengakhiri Automated Driving Alliance (ADA), kerja sama pengembangan teknologi bantuan pengemudi dan kendaraan otonom dengan Robert Bosch . Kemitraan yang dimulai pada 2022 itu melibatkan Cariad, unit perangkat lunak internal Volkswagen.
Menurut laporan tersebut, sekitar €1,5 miliar telah ditanamkan dalam proyek itu, tetapi hasilnya dinilai belum memenuhi harapan dan teknologinya dianggap belum cukup kompetitif . Volkswagen maupun Bosch belum mengonfirmasi secara resmi bahwa kerja sama tersebut telah dihentikan. Reuters menggambarkannya sebagai langkah yang sedang dipersiapkan, bukan pengumuman final .
Cariad selama bertahun-tahun menghadapi masalah keterlambatan dan pembengkakan biaya dalam pengembangan perangkat lunak kendaraan. Laporan mengenai berakhirnya kerja sama dengan Bosch kembali menyoroti kesulitan unit tersebut dalam memenuhi target teknologi kendaraan otonom .
Persoalan Cariad bukan satu-satunya sumber tekanan Volkswagen, tetapi kinerjanya ikut mendorong evaluasi ulang terhadap prioritas teknologi, pola kerja sama dengan pemasok, dan pengeluaran riset serta pengembangan.
Penjualan Everllence memberi Volkswagen akses terhadap dana tunai, tetapi hasilnya kemungkinan harus digunakan untuk berbagai kebutuhan restrukturisasi: biaya pesangon, konsolidasi pabrik, investasi teknologi, dan penataan ulang bisnis. Laporan Corriere della Sera juga menyebut adanya rencana restrukturisasi bernilai sekitar €11 miliar, meski rincian total biaya dan sumber pendanaannya belum diumumkan secara lengkap .
Karena itu, menjual aset premium seperti Ducati atau mencatatkan Lamborghini di bursa dapat menjadi cara untuk memperoleh dana tambahan. Di sisi lain, melepas merek yang menguntungkan juga berarti Volkswagen berpotensi kehilangan aset strategis dan sumber laba jangka panjang.
Status Volkswagen pada awal Juli 2026 dapat dirangkum dalam tiga lapisan:
Dengan pembahasan dewan pengawas pada 9 Juli 2026 yang sudah dijadwalkan, arah restrukturisasi Volkswagen akan menjadi lebih jelas dalam waktu dekat. Sampai ada keputusan resmi, angka pengurangan pekerja dan nasib Ducati serta Lamborghini tetap harus dipandang sebagai rencana yang dapat berubah.
Volkswagen menyatakan akan tetap menjadi pemegang saham utama dengan kepemilikan 49% dalam jangka menengah . Everllence bergerak di bidang mesin besar, termasuk mesin kelautan dan teknologi energi. Penjualan saham mayoritas ini menunjukkan bahwa Volkswagen bersedia melepas kendali atas aset non-inti untuk memperkuat posisi keuangannya.
Setelah transaksi Everllence, laporan yang mengutip pemberitaan Financial Times menyebut para bankir investasi dan penasihat mendorong Volkswagen mempertimbangkan penjualan Ducati atau membawa Lamborghini ke bursa . Dalam skenario yang diberitakan, Ducati lebih mungkin ditawarkan untuk dijual langsung, sedangkan Lamborghini dapat dipisahkan sebagai perusahaan publik melalui penawaran saham perdana (IPO) .
Ducati adalah merek sepeda motor premium, sementara Lamborghini merupakan merek mobil super mewah milik Volkswagen Group. Keduanya dipandang memiliki daya tarik kuat bagi investor, sehingga berpotensi menghasilkan dana besar jika benar-benar dilepas atau dicatatkan di bursa.
Namun, sampai 1 Juli 2026, belum ada pengumuman resmi Volkswagen mengenai penjualan Ducati maupun IPO Lamborghini. Sejumlah laporan juga menekankan bahwa bukti adanya langkah konkret masih terbatas pada pemberitaan media, pandangan analis, dan rumor pasar . Dengan demikian, kabar tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai opsi yang sedang dibahas, bukan keputusan yang telah diambil.
Reuters melaporkan bahwa Volkswagen sedang mempertimbangkan pengurangan tenaga kerja global hingga 100.000 orang—sekitar 15% dari total 657.000 pekerjanya—serta penutupan empat fasilitas di Jerman . Pabrik yang disebut adalah Hanover, Zwickau, Emden, dan fasilitas Audi di Neckarsulm. Penutupan keempat lokasi tersebut saja berpotensi menghilangkan lebih dari 45.000 pekerjaan .
Jika terwujud, angka tersebut akan menggandakan target pengurangan sekitar 50.000 posisi yang sebelumnya diberitakan untuk beberapa tahun ke depan . Meski demikian, dokumen rencana disebut masih memberi ruang bagi perubahan dan belum menetapkan angka final .
Dewan pengawas Volkswagen dijadwalkan membahas rencana restrukturisasi itu pada 9 Juli 2026 . Persetujuan dewan dan hasil perundingan dengan perwakilan pekerja akan menjadi faktor penting sebelum keputusan penutupan pabrik atau pengurangan pekerja dapat dilaksanakan.
Pada 28 Juni 2026, Bild melaporkan bahwa Volkswagen berencana mengakhiri Automated Driving Alliance (ADA), kerja sama pengembangan teknologi bantuan pengemudi dan kendaraan otonom dengan Robert Bosch . Kemitraan yang dimulai pada 2022 itu melibatkan Cariad, unit perangkat lunak internal Volkswagen.
Menurut laporan tersebut, sekitar €1,5 miliar telah ditanamkan dalam proyek itu, tetapi hasilnya dinilai belum memenuhi harapan dan teknologinya dianggap belum cukup kompetitif . Volkswagen maupun Bosch belum mengonfirmasi secara resmi bahwa kerja sama tersebut telah dihentikan. Reuters menggambarkannya sebagai langkah yang sedang dipersiapkan, bukan pengumuman final .
Cariad selama bertahun-tahun menghadapi masalah keterlambatan dan pembengkakan biaya dalam pengembangan perangkat lunak kendaraan. Laporan mengenai berakhirnya kerja sama dengan Bosch kembali menyoroti kesulitan unit tersebut dalam memenuhi target teknologi kendaraan otonom .
Persoalan Cariad bukan satu-satunya sumber tekanan Volkswagen, tetapi kinerjanya ikut mendorong evaluasi ulang terhadap prioritas teknologi, pola kerja sama dengan pemasok, dan pengeluaran riset serta pengembangan.
Penjualan Everllence memberi Volkswagen akses terhadap dana tunai, tetapi hasilnya kemungkinan harus digunakan untuk berbagai kebutuhan restrukturisasi: biaya pesangon, konsolidasi pabrik, investasi teknologi, dan penataan ulang bisnis. Laporan Corriere della Sera juga menyebut adanya rencana restrukturisasi bernilai sekitar €11 miliar, meski rincian total biaya dan sumber pendanaannya belum diumumkan secara lengkap .
Karena itu, menjual aset premium seperti Ducati atau mencatatkan Lamborghini di bursa dapat menjadi cara untuk memperoleh dana tambahan. Di sisi lain, melepas merek yang menguntungkan juga berarti Volkswagen berpotensi kehilangan aset strategis dan sumber laba jangka panjang.
Status Volkswagen pada awal Juli 2026 dapat dirangkum dalam tiga lapisan:
Dengan pembahasan dewan pengawas pada 9 Juli 2026 yang sudah dijadwalkan, arah restrukturisasi Volkswagen akan menjadi lebih jelas dalam waktu dekat. Sampai ada keputusan resmi, angka pengurangan pekerja dan nasib Ducati serta Lamborghini tetap harus dipandang sebagai rencana yang dapat berubah.