Tidak ada satu literatur pun yang memberikan konsentrasi 'optimal' universal untuk semua fermentasi E. coli kepadatan tinggi (high cell density fermentation / HCDC). Pendekatan yang lebih masuk akal adalah mengumpulkan rentang kerja awal (working range) dari medium defined atau semi-defined yang umum digunakan. Secara keseluruhan, medium kultur utama biasanya menggunakan amonium sulfat ((NH4)2SO4) atau amonium klorida (NH4Cl) secara bergantian sebagai sumber nitrogen anorganik, jarang keduanya sekaligus. Jika pH dikontrol dengan amonium hidroksida (NH4OH), sebagian besar sumber nitrogen bahkan dapat dipindahkan ke umpan atau basa.
Berikut adalah tabel rentang konsentrasi kerja awal dari berbagai literatur:
| Komponen | Contoh Medium / Literatur | Konsentrasi Kerja Awal (g/L) | Perkiraan mM | Catatan |
|---|
| MgSO4 | M9/M63 minimal media; sering ditambahkan 1 mM MgSO4 ![]() | MgSO4 anhidrat ~0,12 g/L; MgSO4·7H2O ~0,25 g/L | ~1 mM | Nilai awal umum ~1 mM. Formulasi semi-defined HCDC juga menggunakan MgSO4 0,24 g/L ![]() |
| MgSO4 | Medium semi-defined E. coli DH5α kepadatan tinggi | 0,24 g/L ![]() | Jika MgSO4·7H2O: ~0,97 mM; jika anhidrat: ~2,0 mM | Abstrak literatur tidak menyebutkan hidrasi, sehingga perkiraan mM tergantung bentuk garam ![]() |