JUPUS diposisikan sebagai layanan sekretaris AI pertama di Eropa yang khusus dibangun untuk firma hukum . Platform ini merupakan 'sekretariat' bertenaga AI yang mengotomatiskan alur kerja, mulai dari penjaringan klien melalui chatbot AI di situs web firma, penjadwalan pertemuan, pembuatan dokumen, hingga manajemen perkara
. Dengan kata lain, JUPUS berfungsi layaknya asisten administrasi dan legal yang bekerja 24/7, memungkinkan pengacara untuk lebih fokus pada aspek yuridis yang lebih strategis.
Dalam pengumuman pendanaan, JUPUS mengutip data bahwa dalam tiga dekade terakhir, jumlah asisten hukum yang baru terlatih di Jerman telah menurun lebih dari 70% . Di sisi lain, jumlah pengacara praktik justru meningkat tiga kali lipat, dan beban kerja administrasi terus bertambah
. Kelangkaan staf terampil ini menjadi masalah inti yang coba dipecahkan JUPUS, terutama bagi firma hukum kecil dan menengah yang paling terpukul
.
JUPUS mengklaim platformnya memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi firma hukum:
Pada tahun 2025, JUPUS melaporkan pertumbuhan yang sangat agresif: