Perusahaan AI asal Swedia, Sportway Media Group, mengumumkan pendanaan €20 juta pada 23 Juni 2026, dipimpin Gamma Waves/Gamma Waves Partners, dengan valuasi pasca pendanaan sekitar €92 juta (SEK 1 miliar). Didirikan tahun 2017 oleh Jonas Persson dan Daniel Franck, Sportway mengotomatiskan produksi video siaran langs...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What key details were reported about Sportway Media Group's €20 million funding round, including. Article summary: Here are the key details reported about Sportway Media Group's €20 million funding round, based on multiple sources published around June 23, 2026.[4][5][7]. Topic tags: general, general web, user generated, government. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thu
Perusahaan media olahraga berbasis AI asal Swedia, Sportway Media Group, baru saja mengumumkan perolehan pendanaan €20 juta dalam putaran pertumbuhan yang ditutup pada 23 Juni 2026. Putaran ini dipimpin oleh Gamma Waves (atau Gamma Waves Partners), sebuah platform investasi di bidang teknologi olahraga yang didirikan oleh mantan ketua Juventus Andrea Agnelli, legenda Juventus Giorgio Chiellini, dan Rocco Benetton. Para pemegang saham existing juga ikut berpartisipasi.
Nilai perusahaan Sportway pasca-pendanaan mencapai €92 juta, setara sekitar SEK 1 miliar.
Sportway didirikan pada 2017 oleh Jonas Persson dan Daniel Franck. Ide perusahaan ini lahir dari pengalaman pribadi para pendiri: saat anak-anak mereka mulai bermain olahraga, mereka sadar bahwa jika tak bisa hadir ke pertandingan, sama sekali tak ada cara untuk menontonnya.
Pengalaman itu mendorong mereka membangun platform AI yang bisa mengotomatiskan produksi dan streaming siaran langsung olahraga—khususnya untuk pertandingan-pertandingan yang biasa diabaikan stasiun televisi, seperti liga kasta bawah, kelompok umur, dan kompetisi akar rumput.
Jonas Persson, yang kini menjabat sebagai ketua, memiliki rekam jejak panjang di dunia hak siar olahraga. Sebelum Sportway, ia mendirikan IEC in Sports pada 1994, perusahaan yang tumbuh menjadi pemain besar dalam perantaraan hak siar TV global dan sukses dijual dua kali (masing-masing sekitar SEK 340 juta dan SEK 750 juta).
Produk inti Sportway adalah platform produksi video yang sepenuhnya otomatis, dari ujung ke ujung. Sistem ini menggunakan kamera bertenaga AI, perpindahan gambar otomatis, grafis real-time, dan integrasi data, sehingga siaran langsung bisa diproduksi tanpa adanya kru kamera manusia.
Hingga putaran pendanaan ini, Sportway telah mencapai:
Klien Sportway mulai dari liga usia muda hingga federasi olahraga nasional, serta perusahaan media hingga klub individu. Platform ini dirancang untuk membuat siaran olahraga layak secara ekonomi dalam skala yang tak mungkin dicapai dengan produksi tradisional.
Sportway tak membangun semua teknologinya dari awal. Perusahaan ini menjalankan strategi akuisisi dan integrasi yang agresif untuk merakit ekosistem produksi AI yang lengkap. Akuisisi penting meliputi:
CEO Daniel Franck menyebutkan bahwa dana segar akan digunakan untuk mempercepat ekspansi internasional, pengembangan produk, dan akuisisi strategis. Fokus utama:
Franck menggambarkan tujuan perusahaan untuk menjadi “ekosistem bertenaga AI terkemuka di dunia untuk produksi, distribusi, dan monetisasi olahraga otomatis.”
Mengingat platform Sportway melayani liga usia muda dan olahraga sekolah, pertanyaan tentang perlindungan data dan privasi anak menjadi relevan. Namun, pengumuman pendanaan publik Sportway dan materi perusahaan yang tersedia tidak memberikan kebijakan privasi anak yang spesifik dan detail.
Kebijakan privasi perusahaan di situs utamanya bersifat umum dan mencakup kepatuhan GDPR standar, tetapi tidak menguraikan pendekatan spesifik untuk data anak-anak dalam konteks sistem kamera AI atau produksi video otomatis.
Sebagai konteks, pedoman standar—termasuk Kode Desain yang Sesuai Usia ICO Inggris dan aturan GDPR—menyatakan bahwa untuk anak di bawah 13 tahun, diperlukan persetujuan orang tua untuk pemrosesan data, geolokasi harus mati secara default, dan data anak tidak boleh dibagikan tanpa alasan yang kuat untuk kepentingan terbaik anak. Apakah Sportway secara eksplisit menerapkan standar ini pada operasi pemasangan kamera dan streamingnya tidak dikonfirmasi dalam sumber yang tersedia.
Ini bukan bukti adanya masalah, melainkan menunjukkan bahwa perusahaan belum mendokumentasikan secara publik pendekatan privasi anaknya. Ini bisa dianggap sebagai celah transparansi, terutama karena model bisnis perusahaan bergantung pada pengambilan gambar dan streaming anak-anak yang berpartisipasi dalam olahraga.
Putaran pendanaan Sportway—dengan investor seperti Gamma Waves (didukung tokoh sepak bola terkenal)—menunjukkan bahwa produksi olahraga otomatis bertenaga AI mulai menarik modal pertumbuhan yang signifikan.
Perjalanan Sportway dari frustrasi orang tua pada 2017 hingga mencakup seperempat juta pertandingan setiap tahun pada 2026 mengilustrasikan bagaimana AI mengubah siaran olahraga di semua level, bukan hanya level profesional. Dengan mengotomatiskan produksi, Sportway membuat siaran langsung, pengarsipan, dan monetisasi menjadi layak secara ekonomi, bahkan untuk pertandingan liga usia muda terkecil sekalipun—kemampuan yang sebelumnya tidak terjangkau.
Saat perusahaan mendorong ekspansi ke pasar AS dan terus mengakuisisi teknologi yang saling melengkapi, 12–24 bulan ke depan akan menentukan apakah Sportway benar-benar bisa menjadi pemimpin kategori di media olahraga berbasis AI.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Perusahaan AI asal Swedia, Sportway Media Group, mengumumkan pendanaan €20 juta pada 23 Juni 2026, dipimpin Gamma Waves/Gamma Waves Partners, dengan valuasi pasca pendanaan sekitar €92 juta (SEK 1 miliar).
Perusahaan AI asal Swedia, Sportway Media Group, mengumumkan pendanaan €20 juta pada 23 Juni 2026, dipimpin Gamma Waves/Gamma Waves Partners, dengan valuasi pasca pendanaan sekitar €92 juta (SEK 1 miliar). Didirikan tahun 2017 oleh Jonas Persson dan Daniel Franck, Sportway mengotomatiskan produksi video siaran langsung pertandingan olahraga—dari liga junior hingga kompetisi akar rumput—tanpa kru kamera manusia.
Dana segar akan dipakai untuk ekspansi internasional (terutama AS), pengembangan produk, dan akuisisi strategis, termasuk teknologi AI dan platform streaming yang sudah dibangun lewat akuisisi Studio Automated, Sporta...