Goldman Sachs sangat overweight (kelebihan bobot) di pasar Asia Utara untuk paruh kedua 2026, dipimpin oleh Korea Selatan dan Taiwan, dengan target KOSPI 12.000 dan TWSE 51.000 [1][27]. Proyeksi bullish ini didukung oleh belanja infrastruktur AI, supercycle chip memori yang diperkirakan berlangsung 3 5 tahun, serta...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What is Goldman Sachs' second-half 2026 Asia equity and commodities outlook, including its overwe. Article summary: Goldman Sachs published its second-half 2026 Asia equity and commodities outlook in a series of notes in June 2026. The bank is heavily overweight North Asian markets, led by South Korea and Taiwan, and sees earnings gro. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Goldman Sachs menerbitkan proyeksi pasar ekuitas dan komoditas Asia untuk paruh kedua 2026 dalam serangkaian catatan pada Juni 2026. Bank investasi ini sangat overweight (kelebihan bobot) di pasar Asia Utara, terutama Korea Selatan dan Taiwan, dan melihat pertumbuhan laba — bukan ekspansi valuasi — sebagai pendorong utama untuk sisa tahun ini . Berikut adalah rincian target spesifik, pendorong, rekomendasi sektor, dan revisi komoditas yang telah diperiksa faktanya.
Goldman Sachs menaikkan target 12 bulan untuk beberapa indeks utama Asia sebagai berikut:
Target TWSE Taiwan 51.000 dirujuk dalam laporan Bloomberg 3 Juni . Target CSI 300 sebesar 5.500 dikutip di Sina Finance
dan ditegaskan kembali dalam proyeksi paruh kedua CNBC
. Target MXAPJ 1.080 konsisten dengan target regional terbaru pertengahan 2026, meskipun PDF lama (Sept 2025) menunjukkan angka 690
.
Goldman mempertahankan peringkat overweight di empat pasar Asia Utara :
Goldman overweight di sektor teknologi keras (tech hardware), barang modal (capital goods), dan perbankan di seluruh kawasan . Bank ini juga lebih menyukai semikonduktor dan AI teknologi keras daripada nama-nama internet/platform
.
Kepala strateg ekuitas Asia Goldman Sachs, Tim Moe, awalnya memperkirakan pertumbuhan EPS Korea 2026 sebesar 300% . Pada 3 Juni 2026, ia menaikkannya menjadi 320% setelah perkiraan konsensus lebih dari dua kali lipat
. Pendorongnya adalah kekurangan pasokan memori semikonduktor yang memecahkan rekor, yang diyakini Goldman sedang salah harga oleh pasar
.
"Permintaan untuk memori semikonduktor telah menciptakan kekurangan pasokan yang oleh Goldman disebut sebagai 'supercycle chip memori,' dan diperkirakan akan menghasilkan ekspansi laba tahunan terkuat di pasar Asia mana pun sejak pemulihan dari krisis keuangan Asia 1997–98."
Goldman mencatat bahwa saham Korea Selatan diperdagangkan hanya pada 5 kali laba masa depan (forward earnings), menunjukkan bahwa pasar skeptis tentang umur panjang siklus permintaan-pasokan ini .
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Goldman Sachs sangat overweight (kelebihan bobot) di pasar Asia Utara untuk paruh kedua 2026, dipimpin oleh Korea Selatan dan Taiwan, dengan target KOSPI 12.000 dan TWSE 51.000 [1][27].
Goldman Sachs sangat overweight (kelebihan bobot) di pasar Asia Utara untuk paruh kedua 2026, dipimpin oleh Korea Selatan dan Taiwan, dengan target KOSPI 12.000 dan TWSE 51.000 [1][27]. Proyeksi bullish ini didukung oleh belanja infrastruktur AI, supercycle chip memori yang diperkirakan berlangsung 3 5 tahun, serta ketahanan ekonomi Asia Utara terhadap guncangan minyak [2][8].
Goldman Sachs merekomendasikan overweight pada sektor teknologi keras (tech hardware), barang modal (capital goods), dan perbankan, serta memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan Korea Selatan mencapai 320% pada 2026...