Studi perdana yang dipublikasikan pada Juni 2025 secara langsung mengukur dampak manusia terhadap Gletser Pine Island (PIG), menemukan bahwa perubahan iklim antropogenik mendorong mundurnya garis landasan gletser seki... Bukti geologis dan model simulasi menunjukkan bahwa mundurnya PIG dipicu pada tahun 1940 an oleh...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for How did human-caused climate change intensify the retreat of Antarctica's Pine Island Glacier sin. Article summary: Here is a comprehensive, sourced answer based on the available evidence.. Topic tags: general, government, academic, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil menghitung secara pasti seberapa besar aktivitas manusia memperburuk mundurnya salah satu gletser terbesar di Antartika. Sebuah studi terobosan, yang dirilis sebagai pracetak pada 28 Juni 2025 dan sedang dalam proses peninjauan untuk jurnal The Cryosphere, secara langsung mengaitkan sekitar 20% dari mundurnya garis landasan (grounding-line) Gletser Pine Island (PIG) dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia . Ini menjadikannya studi pertama yang mengukur mundurnya gletser besar Antartika yang didorong oleh aktivitas manusia .
Catatan Redaksi: Penelitian (ID pracetak egusphere-2025-2315) ini dipimpin oleh King's College London dan British Antarctic Survey, dan saat ini sedang dalam diskusi publik serta menjalani peninjauan sejawat untuk The Cryosphere .
Penelitian ini menggunakan metode asimilasi data canggih yang disebut ensemble Kalman inversion untuk mensimulasikan perilaku PIG sepanjang abad ke-20 . Dengan menjalankan model baik dengan maupun tanpa tekanan iklim yang disebabkan oleh manusia, tim berhasil mengisolasi efek emisi gas rumah kaca untuk pertama kalinya .
Temuan utamanya: bahkan tanpa campur tangan manusia, variabilitas iklim alami akan mendorong sekitar 80% dari mundurnya gletser yang teramati . Namun, emisi gas rumah kaca antropogenik telah menghangatkan Samudra Selatan dan mendorong gletser sekitar 18–20% lebih mundur dibandingkan jika hanya alam yang bekerja .
"Dampak dari lautan yang dipanaskan oleh manusia dianalisis telah memperkuat mundurnya gletser secara signifikan," demikian pernyataan para peneliti, yang menggambarkannya sebagai "studi pertama yang mengukur dampak manusia terhadap mundurnya gletser besar Antartika" .
Beberapa bukti independen menunjukkan tahun 1940-an sebagai awal mula mundurnya PIG di era modern . Inti sedimen yang diambil dari bawah lapisan es PIG menceritakan kisah yang jelas: masuknya air laut melewati puncak punggungan bawah gletser, yang membentuk rongga laut di bawah lapisan es, terjadi pada tahun 1945 (±12 tahun) . Pelepasan akhir lapisan es dari punggungan tersebut terjadi pada tahun 1970 (±4 tahun) .
Pemicu awal ini tampaknya bersifat alami — gelombang kondisi laut yang sangat hangat terkait dengan variabilitas El Niño pada saat itu . Yang menarik, mundurnya gletser tidak berhenti bahkan setelah suhu laut di kawasan itu kembali normal .
Bukti geologis juga menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya PIG merespons secara dramatis terhadap tekanan eksternal. Data glasial-geologis dan geokronologis menunjukkan bahwa PIG mengalami penipisan cepat selama awal Holosen, sekitar 8.000 tahun yang lalu, dengan kecepatan yang sebanding dengan saat ini — mengonfirmasi bahwa gletser ini sangat sensitif terhadap faktor eksternal oseanografi dan atmosfer .
Setelah terpicu, PIG memasuki fase mundur yang mandiri, didorong oleh ketidakstabilan lapisan es laut (marine ice-sheet instability/MISI). Karena gletser ini berada di dasar yang miring ke belakang (retrograde) jauh di bawah permukaan laut, mundurnya gletser menjadi terus berlanjut begitu dimulai .
Sebuah studi tahun 2014 di Nature Climate Change yang menggunakan tiga model aliran es independen menemukan bahwa garis landasan PIG "kemungkinan besar terlibat dalam mundurnya 40 km yang tidak stabil," dengan peningkatan kehilangan massa dari rata-rata 20 Gt/tahun (teramati 1992–2011) menjadi lebih dari 100 Gt/tahun — setara dengan 3,5–10 mm kenaikan permukaan air laut .
Pada tahun 2023, para peneliti dari Northumbria University dan Bangor University menemukan bahwa PIG telah melewati titik kritis yang ireversibel dalam 80 tahun terakhir. Peningkatan pencairan di bawah lapisan esnya untuk sementara waktu sudah cukup untuk mendorong gletser melewati ambang batas yang tidak bisa pulih, bahkan selama periode yang lebih dingin berikutnya . Fase percepatan ini berlangsung dari tahun 1970-an hingga 1990-an .
Yang penting, mundurnya PIG dan Gletser Thwaites di dekatnya terjadi secara sinkron, terkait dengan tekanan oseanografi dan atmosfer eksternal yang dimodulasi oleh variabilitas iklim — bukan dinamika internal yang unik untuk setiap gletser .
Proyeksi kontribusi kenaikan permukaan air laut dari PIG saja mencapai ~5,1 cm selama dua abad mendatang di bawah skenario pemanasan laut yang diantisipasi, dengan asumsi lapisan esnya tidak runtuh karena sebab lain .
Wilayah yang lebih luas, Amundsen Sea Embayment (termasuk Thwaites), mendominasi proyeksi:
Ada detail menarik dalam proyeksi tersebut. Beberapa pemodelan menunjukkan bahwa garis landasan tengah PIG bisa mencapai kondisi stabil sementara dalam ~150 tahun di bagian dasar yang menstabilkan .
Namun, stabilisasi ini hanya bersifat sementara. Di bawah pemanasan yang terus berlanjut, gletser pada akhirnya akan kembali mundur saat melewati titik penjepit yang menstabilkan dan memasuki medan yang miring ke belakang . Lintasan keseluruhannya adalah mundurnya gletser kembali — bukan pemulihan — meskipun mungkin terjadi jeda singkat di punggungan batuan dasar yang untuk sementara memperlambat migrasi garis landasan .
Seperti yang dicatat oleh sebuah studi pemodelan, bahkan 25 tahun tekanan dingin setelah pemicu awal "tidak berdampak pada ketebalan es, kecepatan, atau posisi garis landasan PIG" . Mundurnya gletser ini kini bersifat ireversibel pada skala waktu manusia.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Studi perdana yang dipublikasikan pada Juni 2025 secara langsung mengukur dampak manusia terhadap Gletser Pine Island (PIG), menemukan bahwa perubahan iklim antropogenik mendorong mundurnya garis landasan gletser seki...
Studi perdana yang dipublikasikan pada Juni 2025 secara langsung mengukur dampak manusia terhadap Gletser Pine Island (PIG), menemukan bahwa perubahan iklim antropogenik mendorong mundurnya garis landasan gletser seki... Bukti geologis dan model simulasi menunjukkan bahwa mundurnya PIG dipicu pada tahun 1940 an oleh gelombang air hangat alami terkait El Niño, namun kemudian diperparah oleh pemanasan laut akibat emisi gas rumah kaca.
Gletser ini telah melewati titik kritis dan mundurnya bersifat ireversibel pada skala waktu manusia.