Pasar saham Asia mengalami pelemahan yang tidak merata pada Senin, 25 Juni, akibat kombinasi tiga tekanan utama: aksi jual besar-besaran di saham berbasis AI, eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mengancam gencatan senjata yang rapuh, serta meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga, yang mendorong penguatan dolar AS.
Fakta-fakta kunci yang terverifikasi dari sumber:
Satu catatan penting: Penurunan Kospi sebesar 7,7% yang dilaporkan pada 25 Juni rupanya diikuti oleh kejatuhan yang lebih tajam sebesar 8,2% pada 26 Juni . Ini menunjukkan aksi jual semakin intensif pada hari setelah tanggal yang disebutkan. Angka 7,7% secara umum konsisten dengan besarnya kehancuran Kospi pada minggu tersebut.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Bursa Asia kompak merah pada Senin, 25 Juni, didorong tiga tekanan: aksi jual saham teknologi AI yang meluas, konflik AS Iran yang kembali memanas, serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang mendorong dolar AS...
Bursa Asia kompak merah pada Senin, 25 Juni, didorong tiga tekanan: aksi jual saham teknologi AI yang meluas, konflik AS Iran yang kembali memanas, serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang mendorong dolar AS... Nikkei 225 Tokyo turun 1%, memperpanjang koreksi 4,2% pada Jumat pekan lalu. Aksi jual terkonsentrasi di saham terkait AI, dipimpin oleh SoftBank Group.
Kospi Seoul menjadi yang terparah dengan anjlok 7,7% akibat paparan besar terhadap saham semikonduktor dan AI seperti Samsung dan SK Hynix.