Teleskop Luar Angkasa Hubble merilis gambar baru gugus bola NGC 6723 (Chandelier Cluster) pada 26 Juni 2026 [1][4]. Gugus ini berjarak 27.000 tahun cahaya dari Bumi, terletak di konstelasi Sagitarius [1][4].
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What did NASA's Hubble Space Telescope's new image of NGC 6723 (the Chandelier Cluster), released. Article summary: **Initial survey (Sarajedini)** — Hubble first observed NGC 6723 as part of a large survey of 65 Milky Way globular clusters using visible and near-infrared light. This survey, led by Anto Sarajedini, was designed to cha. Topic tags: general, government, general web, user generated, academic. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, wate
Pada 26 Juni 2026, NASA/ESA merilis gambar spektakuler dari Teleskop Luar Angkasa Hubble yang menampilkan NGC 6723, sebuah gugus bola (globular cluster) yang juga dikenal sebagai Chandelier Cluster (Gugus Lampu Gantung) . Gambar ini sukses menggabungkan data dari dua program penelitian berbeda dan lima filter cahaya, menjadikannya salah satu potret paling detail dari objek ini .
Bayangkan sebuah lampu gantung raksasa di langit malam, di mana setiap 'bohlam' adalah sebuah bintang raksasa. Itulah NGC 6723. Terletak sekitar 27.000 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Sagitarius, gugus ini adalah kumpulan dari puluhan ribu hingga jutaan bintang yang terikat erat oleh gravitasi . Usianya sudah sangat tua, diperkirakan lebih dari 10 miliar tahun .
Gambar akhir ini bukan hasil dari satu pengamatan saja, melainkan sintesis dari dua proyek ambisius:
Survei Awal oleh Tim Sarajedini: Hubble pertama kali mengamati NGC 6723 sebagai bagian dari survei besar yang mencakup 65 gugus bola di galaksi Bima Sakti. Survei ini menggunakan cahaya tampak dan inframerah-dekat untuk mempelajari karakteristik populasi bintang di dalam gugus-gugus tersebut .
Studi Lanjutan Ultraviolet oleh Tim Piotto: Tim kedua, yang dipimpin oleh Giampaolo Piotto, melakukan pengamatan lanjutan menggunakan sinar ultraviolet. Data inilah yang menjadi kunci penemuan paling menarik .
Analisis dari data ultraviolet mengungkapkan bahwa Chandelier Cluster, meskipun berusia sangat tua, tidak terbentuk dalam satu kali ledakan besar. Sebaliknya, gugus ini mengalami dua periode pembentukan bintang yang terjadi secara berurutan dalam waktu yang sangat singkat secara kosmik, yaitu hanya 634 juta tahun .
Penemuan ini mendukung teori "multiple stellar populations" (populasi bintang ganda) dalam pembentukan gugus bola. Para astronom sebelumnya mengira gugus-gugus ini terbentuk dalam satu waktu. Kini, mereka memiliki bukti langsung bahwa pembentukan bintang bisa terjadi dalam beberapa episode yang berdekatan .
Gambar komposit yang dihasilkan menggunakan data dari lima filter pada dua kamera utama Hubble, yaitu Wide Field Camera 3 dan Advanced Camera for Surveys . Hasilnya menunjukkan kontras yang indah:
Pengamatan ini membantu para astronom memahami bahwa banyak gugus bola di alam semesta terbentuk dalam semburan cepat yang beruntun, bukan sekadar satu peristiwa tunggal . Kemampuan Hubble untuk membedakan perbedaan usia hanya beberapa ratus juta tahun dalam gugus berusia 10 miliar tahun adalah bukti kecanggihan teknologi ruang angkasa modern .
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Teleskop Luar Angkasa Hubble merilis gambar baru gugus bola NGC 6723 (Chandelier Cluster) pada 26 Juni 2026 [1][4].
Teleskop Luar Angkasa Hubble merilis gambar baru gugus bola NGC 6723 (Chandelier Cluster) pada 26 Juni 2026 [1][4]. Gugus ini berjarak 27.000 tahun cahaya dari Bumi, terletak di konstelasi Sagitarius [1][4].
Gambar komposit menggabungkan data dari dua program pengamatan dan lima filter berbeda menggunakan Wide Field Camera 3 dan Advanced Camera for Surveys [1][3].