Angkatan Laut AS dan pusat informasi maritim bersama (JMIC) memperluas koridor pelayaran selatan di dekat pesisir Oman sebagai jalur alternatif melewati Selat Hormuz [2][3]. Jalur ini secara efektif memotong zona kendali yang dideklarasikan Iran.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What recent developments have occurred in the Strait of Hormuz regarding U.S.-Iran tensions, incl. Article summary: Here is a fact-checked summary of recent developments in the Strait of Hormuz based on current reporting (late June 2026).. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an il
Berikut adalah ringkasan fakta terbaru mengenai perkembangan di Selat Hormuz berdasarkan pemberitaan terkini (akhir Juni 2026).
Angkatan Laut AS dan kelompok informasi angkatan laut sekutu telah membangun dan memperluas koridor maritim selatan yang mengikuti garis pantai Oman sebagai jalur alternatif melalui Selat Hormuz. Pada 20 Juni, Joint Maritime Information Center (JMIC) menginstruksikan kapal-kapal bahwa mereka dapat melintasi rute selatan ini kapan saja dengan sistem identifikasi otomatis (AIS) menyala, tanpa ada kewajiban untuk berkoordinasi dengan Angkatan Laut AS . Perluasan ini secara efektif menghindari zona kendali yang dideklarasikan Iran.
Sebagai reaksi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan kapal-kapal dagang untuk hanya menggunakan rute yang disetujui Teheran, menyebut koridor baru itu sebagai tantangan terhadap otoritas Iran . Beberapa kapal tanker tercatat sudah menggunakan jalur selatan ini
.
Jalur komersial standar sebelum konflik melalui Selat Hormuz masih ditutup karena ranjau. Organisasi Maritim Internasional (IMO) secara resmi memperkirakan pada 26 Juni bahwa sekitar 80 ranjau masih berada di jalur pelayaran historis . Ranjau-ranjau tersebut terutama adalah ranjau ledak tinggi Maham 3 dan Maham 7 buatan Iran, yang dirancang untuk menolak deteksi sonar oleh kapal penyapu ranjau
. Kelompok pemilik kapal tanker Intertanko dan The Guardian sama-sama melaporkan bahwa pelayaran normal tidak dapat dilanjutkan sampai ranjau-ranjau ini dibersihkan
.
Organisasi Maritim Internasional (IMO) meluncurkan rencana "evakuasi bertahap" pada 23 Juni dengan koordinasi Oman untuk mengevakuasi kapal dan kru yang terdampar. Namun, pada 25 Juni, sebuah kapal kontainer yang melintas di dekat pantai Oman dihantam oleh proyektil tak dikenal . IMO segera menghentikan program evakuasi tersebut. Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengonfirmasi penghentian ini, dengan alasan bahwa serangan tersebut merupakan risiko keamanan yang tidak dapat diterima
.
Sebelum penghentian, IMO berhasil mengevakuasi sekitar 2.500 pelaut . Beberapa sumber terpercaya (BBC, Al Jazeera, NPR) melaporkan bahwa rencana tersebut awalnya mencakup lebih dari 11.000 pelaut yang terdampar
. Al Jazeera secara spesifik melaporkan "lebih dari 11.000 pelaut terdampar di Selat Hormuz" yang masih membutuhkan evakuasi
. Gambaran besarnya adalah sejumlah besar kapal dagang masih terjebak di dalam Teluk Persia, tanpa rencana evakuasi yang aktif saat ini.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Angkatan Laut AS dan pusat informasi maritim bersama (JMIC) memperluas koridor pelayaran selatan di dekat pesisir Oman sebagai jalur alternatif melewati Selat Hormuz [2][3].
Angkatan Laut AS dan pusat informasi maritim bersama (JMIC) memperluas koridor pelayaran selatan di dekat pesisir Oman sebagai jalur alternatif melewati Selat Hormuz [2][3]. Jalur ini secara efektif memotong zona kendali yang dideklarasikan Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan kapal kapal dagang untuk hanya menggunakan rute yang disetujui Teheran [2][11].
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui IMO secara resmi memperkirakan ada sekitar 80 ranjau yang tersisa di jalur pelayaran komersial standar Selat Hormuz, terutama jenis ranjau ledak tinggi Maham 3 dan Maham 7 yang...