Dalam wawancara Vogue Italia Juli 2026, Madonna dengan tegas menyatakan bahwa 'algoritma dan kecerdasan buatan adalah lawan dari mengambil risiko' sehingga 'lawan dari membuat seni' — sebuah argumen filosofis yang men... Pernyataan Madonna berada persis di luar dua perdebatan dominan soal AI di industri hiburan: per...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What did Madonna say about artificial intelligence in her July 2026 Vogue Italia interview, and h. Article summary: In her July 2026 *Vogue Italia* interview, Madonna called using AI "the opposite of making art" and argued that "algorithms and artificial intelligence are the opposite of taking risks" [1][2]. The interview was publishe. Topic tags: general, general web, user generated, education, academic. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, water
Dalam wawancara Juli 2026 dengan Vogue Italia, Madonna melontarkan pernyataan yang langsung membelah kebisingan perdebatan AI di industri hiburan: "Algoritma dan kecerdasan buatan adalah lawan dari mengambil risiko, dan bagiku itu adalah lawan dari membuat seni." Wawancara yang terbit pada 28 Juni 2026 ini dilakukan dalam rangka promosi film terbarunya, Confessions II, dan yang membuatnya menarik adalah pendekatannya yang sangat filosofis, bukan politis atau ekonomis
.
Argumen Madonna bersifat struktural. Ia tidak mengeluh soal deepfake, tiruan suara tanpa izin, atau kontrak yang tidak adil. Ia mempertanyakan logika fundamental dari sistem algoritmik.
Kritiknya bersifat filosofis, bukan berbasis kebijakan. Ia tidak menuntut label transparansi atau biaya lisensi. Ia berargumen bahwa optimasi menuju sesuatu yang paling mungkin secara statistik tidak sejalan dengan apa yang ia pahami sebagai seni .
Pernyataan Madonna hadir di tengah lanskap tahun 2026 di mana perdebatan AI didominasi oleh tiga pertarungan yang saling tumpang tindih. Posisinya secara mencolok berada di luar ketiganya.
Pada Juni 2026, sebuah koalisi global yang meliputi Music Artists Coalition, Songwriters of North America, NITO, dan BMAC merilis surat yang menolak klausul AI dalam kontrak label dan penerbit. Mereka menyatakan bahwa seniman secara otomatis diikutsertakan dalam penggunaan AI secara default, dan pendatang baru dihadapkan pada klausul hak AI sebagai syarat standar . Laporan UNESCO yang terbit di minggu yang sama memperingatkan bahwa musisi bisa kehilangan hingga 24% pendapatan pada tahun 2028 karena pasar dibanjiri konten sintetis dari AI generatif
. Pertarungan ini soal syarat perdagangan: izin, kompensasi yang adil, transparansi, dan keharusan memilih (opt-in).
Argumen Madonna berbeda. Ia tidak sedang merundingkan syarat penggunaan, melainkan mempertanyakan apakah logika inti teknologi ini kompatibel dengan penciptaan seni sama sekali .
Penelitian akademis dari tahun 2026 mencatat "kekhawatiran sosial dan etis yang mendalam" seputar AI generatif yang menggeser seniman yang karyanya justru memungkinkan teknologi itu ada . Sebuah laporan Januari 2026 dari Independent Society of Musicians, yang menggunakan bukti dari lebih dari 10.000 kreator, menemukan bahwa 73% musisi mengatakan AI generatif yang tidak diatur mengancam kemampuan mereka untuk mencari nafkah, dan 53% mengatakan mereka sudah kehilangan pekerjaan karena AI generatif
. Asosiasi industri dan serikat pekerja telah mengambil posisi yang lebih akomodatif, mencari kompromi antara perlindungan dan adopsi
.
Madonna melewati kerangka ekonomi ini sepenuhnya. Ia sama sekali tidak menyebutkan kehilangan pekerjaan, pendapatan, atau kejenuhan pasar.
Madonna tidak sendirian dalam mengangkat pertanyaan filosofis ini. Aktor Tom Holland melontarkan argumen serupa pada pertengahan 2026, dengan mengatakan kreativitas "ada hubungannya dengan pengalaman manusia." Perbedaan utamanya, seperti dicatat oleh para analis, adalah bahwa argumen Madonna "tidak bisa diselesaikan dengan perjanjian lisensi atau label di poster" — argumen ini membingkai ulang debat AI sebagai pertanyaan tentang apa itu seni, bukan siapa yang dibayar
.
Kritik Madonna menjadi rumit karena sejarahnya sendiri dengan teknologi ini. Ia termasuk pengguna awal alat AI:
Para kritikus menunjukkan ironi seorang seniman yang mengecam AI sambil menggunakannya. Namun, posisinya di Vogue Italia bisa dibaca sebagai upaya menarik garis batas: membedakan antara menggunakan alat sebagai provokasi dan menyerahkan proses kreatif sepenuhnya pada algoritma optimasi .
Intervensi Madonna menggeser perdebatan dari bagaimana AI seharusnya diatur di bidang seni menjadi apakah logika fundamentalnya — probabilitas statistik, replikasi pola, penghilangan risiko — justru merusak definisi penciptaan artistik itu sendiri . Ini adalah salah satu pernyataan filosofis paling langsung tentang AI dari seorang seniman besar di tahun 2026, hadir di saat industri hiburan sedang bergulat dengan hak izin, bersiap menghadapi dampak ekonomi, dan merenungkan identitas kreativitas itu sendiri.
Argumennya tidak bisa diselesaikan dengan kontrak yang lebih baik atau pembagian royalti yang lebih adil. Ini memaksa sebuah pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh perjanjian lisensi mana pun: jika algoritma hanya bisa dioptimalkan untuk apa yang sudah berhasil, mungkinkah ia menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru?
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Dalam wawancara Vogue Italia Juli 2026, Madonna dengan tegas menyatakan bahwa 'algoritma dan kecerdasan buatan adalah lawan dari mengambil risiko' sehingga 'lawan dari membuat seni' — sebuah argumen filosofis yang men...
Dalam wawancara Vogue Italia Juli 2026, Madonna dengan tegas menyatakan bahwa 'algoritma dan kecerdasan buatan adalah lawan dari mengambil risiko' sehingga 'lawan dari membuat seni' — sebuah argumen filosofis yang men... Pernyataan Madonna berada persis di luar dua perdebatan dominan soal AI di industri hiburan: pertarungan hak dan izin atas klausul kontrak, serta kekhawatiran hilangnya pendapatan akibat AI generatif.
Madonna sendiri memiliki hubungan yang rumit dengan teknologi ini — ia menggunakan AI untuk visual konsernya tahun 2024 dan mengunggah gambar Paus Fransiskus buatan AI — tetapi ia membedakan antara penggunaan AI sebag...