Unit chip AI milik Baidu, Kunlunxin, sedang bersiap untuk melantai di bursa Hong Kong dengan target valuasi yang mencengangkan: US$50 miliar (sekitar Rp 1.000 triliun), berdasarkan laporan The Information pada 28 Juni 2026 yang dikutip oleh Reuters dan Straits Times . Angka ini merupakan lompatan sekitar 17 kali lipat dari valuasi privatnya yang hanya US$3 miliar enam bulan sebelumnya, dan berpotensi menjadikan Kunlunxin sebagai salah satu perusahaan chip AI China paling bernilai yang melantai di bursa — jika mampu membenarkan banderol harga tersebut.
Yang lebih menonjol dari IPO ini adalah syarat langganan yang tidak biasa: Kunlunxin meminta calon investor untuk membeli chip-nya senilai tiga hingga tujuh kali lipat dari nilai saham yang ingin mereka beli dalam IPO tersebut . Persyaratan ini secara efektif mengubah investor besar menjadi pelanggan terlebih dahulu, menandakan bahwa perusahaan lebih memprioritaskan adopsi ekosistem dan komitmen pendapatan daripada sekadar mengumpulkan modal.
Target valuasi Kunlunxin meningkat pesat dalam setahun terakhir:
Catatan penting: Angka US$50 miliar ini hanya berasal dari satu laporan (The Information). Reuters mencatat bahwa IPO masih dalam tahap perencanaan dan detailnya masih belum pasti . Estimasi analis sebelumnya dari Jefferies memperkirakan valuasi pasca-IPO antara US$16 miliar dan US$23 miliar
.
Dalam sebuah langkah yang jarang terjadi untuk IPO besar, Kunlunxin mewajibkan investor untuk membeli chip senilai tiga hingga tujuh kali lipat dari nilai langganan saham mereka . Kondisi ini mengikat alokasi IPO langsung dengan pembelian produk, memastikan bahwa investor besar juga merupakan pelanggan nyata. Ini menunjukkan Kunlunxin lebih fokus pada membangun basis pelanggan yang berkomitmen daripada memaksimalkan modal yang terkumpul, dan juga dapat berfungsi sebagai sinyal kepercayaan pada peta jalan produk perusahaan.
Kondisi keuangan Kunlunxin menunjukkan perusahaan yang berada dalam fase pertumbuhan kritis:
| Metrik | Realisasi 2024 | Estimasi 2025 |
|---|---|---|
| Pendapatan | ~2 miliar yuan (~US$280 juta) | >3,5 miliar yuan (~US$500 juta) |
| Laba bersih | Kerugian bersih ~200 juta yuan | Menargetkan titik impas |
Lebih dari setengah pendapatan 2025 diperkirakan berasal dari pelanggan eksternal, meningkat dari ketergantungan historis Kunlunxin pada perusahaan induknya, Baidu . Pelanggan eksternal ini mencakup raksasa internet, produsen ponsel, operator telekomunikasi, dan perusahaan milik negara
. Chip paling canggih perusahaan, P800, telah mendapatkan daya tarik dalam proyek pusat data yang diprakarsai oleh perusahaan milik negara dan entitas pemerintah
.
Peta jalan produk Kunlunxin mencakup tiga lini chip: P800, M100 (akselerator inferensi yang dijadwalkan sampel pada awal 2026), dan M300 (menargetkan beban kerja pelatihan dan inferensi terpadu dengan peluncuran 2027) . Analis JPMorgan memproyeksikan penjualan chip Kunlunxin dapat meningkat enam kali lipat menjadi 8 miliar yuan pada tahun 2026
.
IPO Kunlunxin terjadi di tengah lonjakan minat investor yang luar biasa terhadap produsen chip AI China, didorong oleh dua kekuatan besar:
1. Pembatasan ekspor AS. Pada April 2025, Departemen Perdagangan AS menyatakan chip H20 Nvidia (yang sebelumnya diizinkan untuk China) tidak lagi mematuhi kontrol ekspor. Pada Desember 2025, AS mengizinkan ekspor H200, namun tren keseluruhannya adalah memutus akses China ke silikon AI Amerika yang canggih . Sebuah analisis Brookings menyimpulkan bahwa AS secara efektif telah menyerahkan pasar chip AI China ke pemain domestik
.
2. IPO chip AI dalam negeri yang sedang panas. Saham chip AI dan GPU China telah mengalami kenaikan spektakuler pada hari pertama perdagangan:
Investor global, yang khawatir dengan gelembung teknologi AS, beralih ke saham AI China untuk mencari "DeepSeek berikutnya" . Kombinasi antara swasembada yang dipaksakan, dukungan pemerintah, dan permintaan IPO yang tinggi telah menciptakan lingkungan pasar di mana Kunlunxin dapat mencoba valuasi US$50 miliar meskipun baru mencapai titik impas dengan pendapatan sekitar US$500 juta. Apakah valuasi itu akan bertahan, tergantung pada kemampuan perusahaan untuk membuktikan bahwa chip-nya dapat bersaing — dan investornya bersedia membeli lebih dari sekadar saham.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Kunlunxin, unit chip AI Baidu, membidik valuasi US$50 miliar (sekitar Rp 1.000 triliun) untuk IPO di Hong Kong, naik drastis dari valuasi US$3 miliar pada akhir 2025, berdasarkan satu laporan dari The Information pada...
Kunlunxin, unit chip AI Baidu, membidik valuasi US$50 miliar (sekitar Rp 1.000 triliun) untuk IPO di Hong Kong, naik drastis dari valuasi US$3 miliar pada akhir 2025, berdasarkan satu laporan dari The Information pada... Syarat unik: calon investor wajib membeli chip Kunlunxin senilai 3 7 kali lipat dari nilai saham yang akan mereka beli, memastikan investor besar juga menjadi pelanggan.
Pendapatan Kunlunxin pada 2024 mencapai 2 miliar yuan (US$280 juta) dengan kerugian bersih 200 juta yuan, dan menargetkan pendapatan di atas 3,5 miliar yuan (US$500 juta) serta titik impas pada 2025.