
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What prompted six senior AI researchers — including Denny Zhou (founder of Google Brain's reasoni. Article summary: Here is a fact-checked breakdown of what is known and what remains unclear about these departures and Zhou's techniques.. Topic tags: general, news, general web, user generated, education. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful
Pada Juni 2026, Google DeepMind mengalami salah satu kehilangan talenta paling dahsyat dalam sejarah AI. Dalam waktu seminggu, setidaknya lima peneliti senior mengumumkan hengkang ke Meta, OpenAI, dan Anthropic . Kepergian mereka — secara khusus Noam Shazeer dan John Jumper — langsung menghapus sekitar $270 miliar dari kapitalisasi pasar induk perusahaan Alphabet dalam satu hari perdagangan . Bencana ini memicu pertanyaan besar: sanggupkah Google mempertahankan para peneliti yang membangun sistem AI paling penting miliknya?
Artikel ini menyajikan catatan fakta lengkap, peneliti per peneliti: siapa yang pergi, ke mana mereka berlabuh, apa yang sebenarnya memicu kepergian mereka, dan — yang tak kalah penting — penjelasan gamblang soal tiga teknik penalaran yang dikembangkan oleh Denny Zhou, pria yang dijuluki "Si Raja Penalaran" dari DeepMind.
Hanya lima dari enam nama yang beredar yang dapat dikonfirmasi benar-benar hengkang dari Google DeepMind pada periode ini. Nama keenam, Dawn Song, tidak muncul di berita mana pun tentang gelombang Juni 2026. Sepertinya terjadi kesalahan identitas — latar belakang Dawn Song ada di bidang keamanan siber dan AI di University of California, Berkeley, dan tidak ada bukti ia bekerja di DeepMind atau hengkang pada waktu ini .
Shazeer adalah salah satu penemu arsitektur Transformer — fondasi hampir semua model AI canggih saat ini — dan pemimpin bersama proyek Gemini. Kepergiannya dipicu oleh ulang alokasi sumber daya komputasi: timnya kehilangan akses ke GPU dan TPU karena Google memindahkan sumber daya tersebut ke tim pretraining DeepMind di London, yang mengakibatkan proyek varian Transformer miliknya terhenti . Ironisnya, Google baru saja memboyong Shazeer kembali ke perusahaannya pada tahun 2024 melalui akuisisi Character.AI senilai $2,7 miliar .
Jumper adalah peraih Nobel Kimia 2024 berkat karya monumentalnya bersama tim: AlphaFold. Di akun X-nya, ia mengumumkan hengkang setelah "hampir 9 tahun" . Fakta menarik: tahun-tahun terakhir Jumper di Google tidak dihabiskan untuk riset sains pemenang Nobel, melainkan berkutat pada pengembangan alat bantu coding AI . Kepergiannya, bersamaan dengan Shazeer, langsung membuat kapitalisasi pasar Alphabet ambruk $270 miliar dalam sehari .
Adler adalah kontributor kunci untuk proyek Gemini dan upaya coding AI Google. Sumber internal menyebut Adler tertarik pindah ke startup AI yang lebih gesit dan lincah .
Pritzel mengerjakan pretraining Gemini dan juga berkontribusi pada AlphaFold. Ia pergi bersama Adler dengan alasan yang sama: mencari lingkungan kerja yang lebih cepat dan dinamis .
Dijuluki "Si Raja Penalaran" (Reasoning King), Zhou adalah pendiri kelompok riset penalaran di Google Brain. Kepergiannya sangat diam-diam — tidak ada pamit, tidak ada surat perpisahan. HTX melaporkan kepergiannya setelah Zhou memperbarui profil LinkedIn yang menunjukkan ia sudah bekerja di Meta selama empat bulan .
Beberapa sumber menyebutkan adanya gelombang eksodus yang lebih luas di DeepMind sepanjang 2026, yang dipicu oleh tiga faktor utama :
Denny Zhou dan kolaboratornya mengembangkan tiga teknik yang kini menjadi fondasi bagaimana model bahasa besar (LLM) berpikir dan bernalar. Ketiga teknik ini membentuk tumpukan progresif (progressive stack), di mana setiap teknik dibangun di atas teknik sebelumnya.
Apa yang Dilakukannya: Alih-alih memerintahkan LLM untuk langsung memberikan jawaban (input → output), CoT memerintahkan model untuk menghasilkan serangkaian langkah penalaran dalam bahasa alami sebelum sampai pada jawaban akhir (input → langkah penalaran → output).
Manfaat Utama: Meningkatkan performa secara dramatis pada tugas-tugas aritmetika, penalaran akal sehat (commonsense reasoning), dan penalaran simbolis. CoT juga memungkinkan interpretasi — kita bisa membaca "proses berpikir" model. Dengan model besar seperti PaLM-540B, CoT mencapai hasil setara dengan teknik terbaik hanya menggunakan 0,1% contoh beranotasi .
Apa yang Dilakukannya: Strategi decoding yang menyempurnakan CoT. Alih-alih hanya menghasilkan satu jalur penalaran, model menghasilkan banyak jalur penalaran CoT yang independen (melalui sampling dengan temperatur lebih tinggi), lalu memilih jawaban yang paling konsisten dari semua jalur tersebut melalui suara terbanyak .
Manfaat Utama: Mengurangi varians dari satu jalur penalaran. Satu jalur CoT bisa saja salah karena satu langkah yang keliru; Self-Consistency merata-rata keragaman dan jauh lebih stabil pada tolok ukur matematika dan penalaran . Denny Zhou sendiri menekankan bahwa Self-Consistency jangan ditafsirkan secara dangkal sebagai sekadar "pemungutan suara" — ini adalah implementasi empiris dari marginalisasi .
Apa yang Dilakukannya: Strategi dua tahap yang dirancang untuk masalah yang lebih sulit daripada contoh yang diberikan dalam perintah. Pertama, model menguraikan masalah awal yang sulit menjadi daftar sub-masalah yang lebih sederhana. Lalu, model memecahkan sub-masalah tersebut secara berurutan, menggunakan jawaban dari setiap sub-masalah sebelumnya sebagai konteks untuk sub-masalah berikutnya .
Manfaat Utama: Memungkinkan generalisasi dari yang mudah ke yang sulit (easy-to-hard generalization) — model bisa memecahkan masalah yang secara ketat lebih sulit daripada contoh mana pun yang diperlihatkan. Teknik ini telah terbukti bekerja pada tugas manipulasi simbolis, tolok ukur generalisasi komposisional (seperti SCAN dan CFQ), serta penalaran matematika . Zhou mendeskripsikannya sebagai "Perencanaan + Penalaran" .
Lima dari enam peneliti yang disebutkan telah dikonfirmasi hengkang dari DeepMind menuju Meta, OpenAI, atau Anthropic pada Juni 2026, didorong oleh perburuan pesaing, sengketa alokasi komputasi, dan hasrat akan lingkungan yang lebih gesit. Nama Dawn Song tidak termasuk dalam gelombang ini dan tidak terbukti. Tiga teknik penalaran Zhou — Chain-of-Thought, Self-Consistency, dan Least-to-Most — membentuk tumpukan progresif: CoT menambahkan langkah penalaran, Self-Consistency menambahkan pemungutan suara dari beberapa jalur penalaran, dan Least-to-Most menambahkan penguraian masalah serta pemecahan berurutan untuk masalah yang lebih sulit.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Google DeepMind kehilangan lima peneliti senior dalam satu pekan bulan Juni 2026 — Noam Shazeer ke OpenAI, John Jumper, Jonas Adler, Alexander Pritzel ke Anthropic, dan Denny Zhou ke Meta.
Google DeepMind kehilangan lima peneliti senior dalam satu pekan bulan Juni 2026 — Noam Shazeer ke OpenAI, John Jumper, Jonas Adler, Alexander Pritzel ke Anthropic, dan Denny Zhou ke Meta. Kepergian ini menghapus sekitar $270 miliar dari nilai pasar Alphabet, memicu kekhawatiran soal kemampuan Google mempertahankan talenta AI nya.
Denny Zhou, yang dijuluki 'Si Raja Penalaran', mengembangkan tiga teknik yang menjadi fondasi penalaran model bahasa besar: Chain of Thought, Self Consistency, dan Least to Most Prompting.