Pada 26 Juni 2026, saham SoftBank Group anjlok 12–13%, penurunan harian terbesar sejak Agustus 2024 [1][4][6]. Pemicunya adalah laporan New York Times bahwa OpenAI cenderung menunda IPO dari 2026 ke 2027 [7][10][13].

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What caused SoftBank Group's steep single-day stock decline in late June 2026, how did Deutsche B. Article summary: ## What caused SoftBank Group's steep single-day stock decline in late June 2026. Topic tags: general, general web, news, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence
Pada Jumat, 26 Juni 2026, saham SoftBank Group anjlok 12–13%, penurunan satu hari terbesar sejak Agustus 2024 . Pemicunya adalah laporan New York Times — yang terbit Kamis malam waktu AS — bahwa OpenAI cenderung menunda initial public offering (IPO)-nya dari tahun 2026 ke 2027
.
Konon, penasihat OpenAI menyodorkan dua opsi kepada manajemen: melantai di bursa segera dengan valuasi lebih rendah, atau menunggu hingga 2027 untuk membidik valuasi potensial hingga US$1 triliun .
Eksposur SoftBank sangat besar. Pada Oktober 2026, total investasi yang direncanakan di OpenAI diperkirakan mencapai sekitar US$65 miliar . Pada April 2026, SoftBank sudah mengeksekusi tahap pertama senilai US$10 miliar dari komitmen lanjutan sebesar US$30 miliar ke OpenAI
. Pasar sebelumnya sudah memperhitungkan ekspektasi IPO dalam waktu dekat sebagai peristiwa likuiditas besar yang akan merealisasikan keuntungan dari posisi raksasa itu
. Berita penundaan secara langsung mengancam tesis tersebut.
Aksi jual ini diperparah oleh aksi jual teknologi yang lebih luas: Indeks Nasdaq jatuh untuk sesi keempat berturut-turut, dan SoftBank memimpin kerugian di seluruh saham teknologi Asia di tengah kekhawatiran yang meningkat tentang biaya infrastruktur AI . Indeks Nikkei Jepang ditutup 4% lebih rendah, menghapus sebagian besar keuntungan sesi sebelumnya
.
Aksi Deutsche Bank pada Juni 2026 mencakup dua langkah yang berlawanan, mencerminkan perubahan cepat pada saham SoftBank.
2 Juni 2026 — Penurunan Peringkat: Deutsche Bank memangkas SoftBank dari "Beli" menjadi "Hold" , sambil sedikit menaikkan target harga menjadi ¥8.700 dari ¥8.600 . Analis Peter Milliken memperingatkan bahwa investor terjebak dalam "mania AI" dan terpaku pada momentum jangka pendek, membuat saham rentan terhadap pembalikan (reversal)
.
26 Juni 2026 — Kenaikan Peringkat: Pada hari yang sama saat saham ambruk karena kabar penundaan IPO OpenAI, Deutsche Bank berbalik arah dan menaikkan rating SoftBank kembali ke "Beli" dari "Hold" , dengan target harga ¥8.000 . Ini dilaporkan oleh MarketBeat dan Robinhood sebagai aksi analis di hari yang sama pada 26 Juni
.
Waktunya menarik: Deutsche Bank menurunkan peringkat sebelum kejatuhan karena mengantisipasi pasar yang terlalu panas, lalu menaikkan peringkat saat harga jatuh, secara efektif memperlakukan penurunan tajam itu sebagai peluang beli.
Episode ini merupakan uji stres yang jelas tentang seberapa erat valuasi SoftBank kini terkait dengan jadwal monetisasi OpenAI.
SoftBank sebagai Saham Proxy OpenAI: Pasar memperlakukan SoftBank sebagai kendaraan yang diperdagangkan secara publik untuk eksposur ke OpenAI. Penundaan IPO OpenAI secara langsung memicu penurunan harga saham SoftBank karena peristiwa ekspektasi — IPO yang akan membuka nilai, memungkinkan pembayaran utang, dan memvalidasi strategi investasi SoftBank — mundur lebih jauh .
Sensitivitas Leverage Ekstrem: SoftBank meminjam banyak untuk mendanai kepemilikannya di OpenAI. Pada awal Juni 2026, kreditur sudah enggan meminjamkan terhadap kepemilikan OpenAI SoftBank . IPO yang tertunda menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan SoftBank untuk membayar utang itu tanpa adanya exit di pasar publik.
Katalis Sempit, Reaksi Besar: Laporan tunggal yang belum dikonfirmasi (OpenAI tidak secara resmi mengkonfirmasi penundaan itu ) menghapus 12-13% nilai pasar SoftBank dalam satu hari dan menyeret seluruh Nikkei turun 4%
. Ini menunjukkan toleransi yang sangat tipis terhadap ketidakpastian seputar jadwal OpenAI.
Kerapuhan di Balik Reli AI: Kejatuhan terjadi setelah reli luar biasa yang menjadikan SoftBank perusahaan terbesar di Jepang berdasarkan kapitalisasi pasar . Kecepatan pembalikan ini menggarisbawahi seberapa besar kenaikan itu dibangun di atas ekspektasi IPO OpenAI yang akan segera terjadi, bukan arus kas fundamental.
Efek Domba pada Pasar yang Lebih Luas: Aksi jual tidak hanya terbatas pada SoftBank — ini mempengaruhi seluruh kompleks teknologi Asia dan bertepatan dengan kekhawatiran yang meningkat tentang biaya infrastruktur AI, menunjukkan bahwa taruhan SoftBank pada OpenAI telah menjadi indikator (bellwether) untuk selera risiko pada perdagangan AI secara luas .
Singkatnya, kejatuhan 26 Juni menegaskan bahwa saham SoftBank telah menjadi proxy leverage untuk jadwal pasar publik OpenAI. Sinyal apa pun bahwa IPO tertunda — bahkan yang belum dikonfirmasi — memicu penyesuaian harga yang agresif, mengungkap konsensus rapuh yang telah memperhitungkan peristiwa likuiditas jangka pendek sebagai bagian inti dari cerita nilai SoftBank.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada 26 Juni 2026, saham SoftBank Group anjlok 12–13%, penurunan harian terbesar sejak Agustus 2024 [1][4][6].
Pada 26 Juni 2026, saham SoftBank Group anjlok 12–13%, penurunan harian terbesar sejak Agustus 2024 [1][4][6]. Pemicunya adalah laporan New York Times bahwa OpenAI cenderung menunda IPO dari 2026 ke 2027 [7][10][13].
Penasihat OpenAI disebut menyodorkan dua opsi: IPO cepat dengan valuasi rendah, atau tunggu hingga 2027 untuk bidik valuasi hingga US$1 triliun [5][11].