'Cold blob' adalah wilayah di selatan Greenland yang suhunya turun hampir 1°C sejak 1900, satu satunya tempat di Bumi yang justru mendingin di tengah pemanasan global [7][11]. Fenomena ini diyakini sebagai tanda langsung dari perlambatan AMOC (Atlantic Meridional Overturning Circulation), sistem arus raksasa yang me...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What is the "cold blob" in the North Atlantic, how does it relate to the weakening of the Atlanti. Article summary: Here is the fact-checked breakdown of each claim in your question.. Topic tags: general, academic, education, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Di tengah lautan dunia yang terus memanas, ada satu pengecualian yang mencolok: sebuah wilayah perairan di selatan Greenland yang justru semakin dingin. Dikenal sebagai cold blob atau lubang pemanasan Atlantik Utara, anomali ini telah membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Riset terbaru kini berhasil memperkuat kaitan antara bercak dingin ini dengan sistem arus laut raksasa yang mulai melambat—sebuah perkembangan yang bisa membawa konsekuensi besar bagi Eropa dan wilayah lainnya.
Cold blob adalah wilayah di Atlantik Utara bagian subkutub yang suhunya telah turun hampir 1°C sejak tahun 1900, bahkan saat lautan lain di dunia terus memanas . Wilayah ini secara luas digambarkan sebagai satu-satunya tempat di Bumi yang secara konsisten mendingin dalam beberapa dekade terakhir
.
Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) adalah sistem arus laut yang bertindak seperti sabuk konveyor raksasa, membawa air hangat dari daerah tropis ke utara. Semakin banyak bukti ilmiah yang menunjuk pada cold blob sebagai tanda langsung dari perlambatan AMOC . Saat AMOC melemah, lebih sedikit panas yang mencapai Atlantik Utara bagian subkutub, sehingga menciptakan defisit pendinginan lokal.
Sebuah studi tahun 2025 yang dipimpin oleh Penn State University menemukan bahwa cold blob didorong oleh kombinasi berkurangnya transportasi panas laut dan kondisi atmosfer yang lebih kering dan dingin, dengan masing-masing faktor memberikan kontribusi yang hampir sama . Studi lain tahun 2026 dalam jurnal Geophysical Research Letters memperkuat hubungan ini menggunakan data observasi langsung
. AMOC saat ini diyakini berada pada titik terlemahnya dalam setidaknya seribu tahun terakhir, dan berbagai studi memperingatkan bahwa sistem ini mungkin mendekati titik kritis menuju keruntuhan
.
Tidak — tidak ada hubungan langsung antara cold blob atau perlambatan AMOC dengan gelombang panas yang memecahkan rekor di Eropa pada bulan Juni dan Juli 2019.
Gelombang panas 2019 dipicu oleh mekanisme meteorologi yang berbeda. Gelombang panas bulan Juni dipicu oleh gelombang Rossby skala planet yang persisten (lekukan raksasa di arus jet) dan punggungan subtropis yang menarik massa udara Sahara ke utara menuju Eropa . Gelombang panas bulan Juli disebabkan oleh area tekanan tinggi besar yang disebut "omega block" yang menjebak udara panas di atas benua
. Umpan balik permukaan daratan memperkuat intensitasnya
.
Rekor sepanjang masa Perancis sebesar 45,9°C tercatat pada 28 Juni 2019 . Gelombang panas bulan Juli mencetak rekor nasional baru di Belgia (41,8°C), Belanda (40,7°C), Luksemburg (40,8°C), dan Inggris
. Kelompok World Weather Attribution menemukan bahwa perubahan iklim membuat gelombang panas Juni 2019 sekitar 4°C lebih panas dibandingkan jika terjadi di iklim pra-industri
.
Intinya: Gelombang panas 2019 dipicu oleh pola pemblokiran atmosfer dan pemanasan akibat aktivitas manusia — bukan oleh cold blob atau perlambatan AMOC.
Penilaian ilmiah mengenai risiko keruntuhan AMOC telah berubah secara dramatis. Sebuah studi pemodelan resolusi tinggi tahun 2025 menemukan bahwa AMOC bukan lagi peristiwa dengan kemungkinan rendah dan bahwa model yang menunjukkan perlambatan paling ekstrem adalah yang paling akurat . Laporan Yale E360 tahun 2026 mengutip para ahli oseanografi yang mengatakan risikonya telah meningkat menjadi sekitar peluang 50/50 untuk runtuh dalam masa hidup kita
. Studi tahun 2023 dalam Nature Communications memperkirakan jendela keruntuhan pada tahun 2037–2109 (dengan keyakinan 95%)
.
Namun, penting untuk dicatat bahwa penilaian IPCC AR6 masih menyatakan keruntuhan abad ke-21 "sangat tidak mungkin" (keyakinan menengah), meskipun penilaian ini mendahului banyak studi yang lebih baru . Kini, konsensus ilmiah secara luas digambarkan sebagai "secara signifikan lebih mungkin daripada yang diperkirakan sebelumnya"
.
Jika AMOC benar-benar berhenti, konsekuensinya akan sangat parah dan terdokumentasi dengan baik dalam model iklim:
UK Met Office menyatakan dampak-dampak ini "kokoh dan terlihat di banyak model" , dan tinjauan NIH tahun 2024 mengonfirmasi bahwa keruntuhan AMOC secara konsisten menghasilkan efek-efek ini di setiap model iklim utama
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
'Cold blob' adalah wilayah di selatan Greenland yang suhunya turun hampir 1°C sejak 1900, satu satunya tempat di Bumi yang justru mendingin di tengah pemanasan global [7][11].
'Cold blob' adalah wilayah di selatan Greenland yang suhunya turun hampir 1°C sejak 1900, satu satunya tempat di Bumi yang justru mendingin di tengah pemanasan global [7][11]. Fenomena ini diyakini sebagai tanda langsung dari perlambatan AMOC (Atlantic Meridional Overturning Circulation), sistem arus raksasa yang mengatur iklim Eropa [1][3][8].
Berbeda dengan dugaan, 'cold blob' bukanlah penyebab gelombang panas Eropa 2019 yang memecahkan rekor.
Loading comments...
Comments
0 comments