Aksi jual saham semikonduktor global yang brutal memuncak pada Jumat, 26 Juni 2026, menghapus lebih dari $1,3 triliun nilai pasar. Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok lebih dari 8% hingga memicu penghentian perdagangan, Nikkei Jepang merosot hampir 5%, sementara saham memori AS seperti Sandisk dan Micron jatuh masing...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What caused the global semiconductor stock selloff on Friday, how did major chip companies in Asi. Article summary: ## What Caused the Global Semiconductor Selloff on Friday. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Sektor semikonduktor global mengalami aksi jual paling brutal dalam beberapa tahun terakhir pada akhir Juni 2026. Puncaknya terjadi pada Jumat, 26 Juni, ketika gelombang aksi jual menghapus lebih dari 1,3 triliun dolar AS (sekitar Rp 21.000 triliun) dari nilai pasar saham-saham chip, melanda bursa dari Seoul hingga New York. Kejatuhan ini dipicu oleh kombinasi faktor: prospek AI Broadcom yang mengecewakan, inflasi harga chip memori yang tak terkendali atau yang disebut 'chipflation', kekhawatiran atas belanja infrastruktur AI raksasa teknologi (hyperscalers) yang mencapai 725 miliar dolar AS, dan kesadaran investor bahwa reli saham AI mungkin sudah 'terlalu jauh, terlalu cepat.' Seorang strategis terkemuka dari Jefferies, Chris Wood, memberikan pandangan yang bernuansa. Ia berargumen bahwa perdagangan AI masih didukung oleh laba dalam jangka pendek, tetapi memperingatkan bahwa kegagalan untuk menghasilkan imbal hasil yang memadai dari belanja modal (capex) yang sangat besar ini dapat menyebabkan 'penghancuran modal' di seluruh rantai pasokan AI.
Aksi jual pada Jumat, 26 Juni 2026, merupakan puncak dari pekan yang penuh tekanan, yang didorong oleh meningkatnya kecemasan investor atas biaya infrastruktur AI, inflasi harga chip, dan keraguan tentang imbal hasil investasi hyperscalers. Pemicu utamanya meliputi:
Asia (Jumat, 26 Juni):
AS (Jumat, 26 Juni):
Aksi jual yang lebih luas pada 23 Juni yang disebut sebagai 'chip-wreck' (kecelakaan chip) membuat Micron anjlok 13%, Nvidia kehilangan lebih dari 300 miliar dolar AS (sekitar Rp 4.800 triliun) dari kapitalisasi pasarnya pada satu titik, dan Nasdaq turun lebih dari 4% dalam satu sesi .
Kepala Strategi Ekuitas Global Jefferies, Chris Wood, telah menerbitkan pandangan yang bernuansa :
Sisi optimis (perdagangan AI masih bertahan):
Peringatan 'penghancuran modal':
Ketegangan intinya: Jefferies percaya bahwa perdagangan AI didukung dalam jangka pendek oleh momentum laba yang nyata, tetapi memperingatkan bahwa jika hyperscalers gagal memonetisasi investasi mereka dalam jangka waktu yang terlihat, hasilnya akan menjadi 'penghancuran modal' di seluruh rantai pasokan AI — dimulai dari saham-saham chip yang paling diuntungkan dari pesta belanja ini.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Aksi jual saham semikonduktor global yang brutal memuncak pada Jumat, 26 Juni 2026, menghapus lebih dari $1,3 triliun nilai pasar.
Aksi jual saham semikonduktor global yang brutal memuncak pada Jumat, 26 Juni 2026, menghapus lebih dari $1,3 triliun nilai pasar. Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok lebih dari 8% hingga memicu penghentian perdagangan, Nikkei Jepang merosot hampir 5%, sementara saham memori AS seperti Sandisk dan Micron jatuh masing masing lebih dari 10% dan 7% [5...
Chris Wood dari Jefferies memperingatkan bahwa perdagangan AI pada akhirnya akan terhenti ketika pasar menyadari bahwa raksasa teknologi (hyperscalers) dan laboratorium AI tidak akan mampu menghasilkan keuntungan yang...
Loading comments...
Comments
0 comments