Cape Verde, negara kepulauan dengan populasi sekitar 525.000 jiwa di lepas pantai barat Afrika, resmi menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia putra . Mereka melakukannya dengan catatan tak terkalahkan di Grup H — imbang 0-0 melawan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi — mengumpulkan tiga poin dan finis sebagai runner-up di bawah Spanyol, yang pada hari yang sama mengalahkan Uruguay 1-0 untuk memastikan langkah Cape Verde .
Cape Verde menjadi debutan Piala Dunia pertama yang lolos ke fase knockout dalam 20 tahun terakhir , dan hanya negara ketiga dalam sejarah (setelah Wales pada 1958 dan Republik Irlandia pada 1990) yang berhasil maju dari babak grup Piala Dunia tanpa meraih satu pun kemenangan . Sebagai perbandingan, negara dengan populasi lebih kecil yang sebelumnya lolos ke Piala Dunia — seperti Curaçao dan Islandia — sudah tersingkir di fase grup .
Cape Verde akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina di babak 32 besar di Hard Rock Stadium, Miami, pada Jumat, 3 Juli 2026 . Ini menjadi pertemuan yang paling dinanti, di mana kiper bintang Cape Verde, Vozinha, akan berduel dengan megabintang Lionel Messi .
Penyelamatan Vozinha: Kiper berusia 40 tahun itu melakukan 3 penyelamatan dari 3 tembakan tepat sasaran (dengan ekspektasi gol atau xG hanya 0,39), menjadi tembok kokoh yang kembali menjaga gawangnya tetap perawan . Vozinha menjadi kiper ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang mencatatkan beberapa clean sheet setelah berusia 40 tahun, bergabung dengan Peter Shilton (Inggris) dan legenda Italia Dino Zoff . Sebelumnya, ia juga mencatat clean sheet kontra Spanyol di laga pembuka grup .
Ancaman Serangan Cape Verde: Sepanjang pertandingan, Cape Verde hanya menghasilkan 2 tembakan tepat sasaran (dengan xG 0,04 dari satu peluang yang diciptakan gelandang K. Pina) . Sementara itu, kiper Arab Saudi, Mohammad Al-Owais, justru lebih sibuk dengan 2 penyelamatan dari ancaman xG 1,39 . Pertandingan berlangsung alot dan didominasi pertahanan, dengan strategi Cape Verde yang mengandalkan tekanan dan serangan balik.
Momen Emosional Setelah Peluit Akhir: Begitu peluit panjang berbunyi, Vozinha terlihat menitikkan air mata setelah menyadari sepak terjang bersejarah ini. Sang ibunda yang hadir langsung di stadion menjadi saksi pencapaian monumental putranya . Laporan pertandingan dari The Guardian menyebut kiper ini telah menjadi "bintang yang sedang naik daun" di turnamen ini . Para pemain pun berkumpul di lapangan untuk menyaksikan detik-detik akhir kemenangan Spanyol atas Uruguay melalui ponsel, memastikan tiket mereka ke babak 32 besar .
Cape Verde, negara kepulauan dengan populasi sekitar 525.000 jiwa di lepas pantai barat Afrika, resmi menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia putra . Mereka melakukannya dengan catatan tak terkalahkan di Grup H — imbang 0-0 melawan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi — mengumpulkan tiga poin dan finis sebagai runner-up di bawah Spanyol, yang pada hari yang sama mengalahkan Uruguay 1-0 untuk memastikan langkah Cape Verde .
Cape Verde menjadi debutan Piala Dunia pertama yang lolos ke fase knockout dalam 20 tahun terakhir , dan hanya negara ketiga dalam sejarah (setelah Wales pada 1958 dan Republik Irlandia pada 1990) yang berhasil maju dari babak grup Piala Dunia tanpa meraih satu pun kemenangan . Sebagai perbandingan, negara dengan populasi lebih kecil yang sebelumnya lolos ke Piala Dunia — seperti Curaçao dan Islandia — sudah tersingkir di fase grup .
Cape Verde akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina di babak 32 besar di Hard Rock Stadium, Miami, pada Jumat, 3 Juli 2026 . Ini menjadi pertemuan yang paling dinanti, di mana kiper bintang Cape Verde, Vozinha, akan berduel dengan megabintang Lionel Messi .
Penyelamatan Vozinha: Kiper berusia 40 tahun itu melakukan 3 penyelamatan dari 3 tembakan tepat sasaran (dengan ekspektasi gol atau xG hanya 0,39), menjadi tembok kokoh yang kembali menjaga gawangnya tetap perawan . Vozinha menjadi kiper ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang mencatatkan beberapa clean sheet setelah berusia 40 tahun, bergabung dengan Peter Shilton (Inggris) dan legenda Italia Dino Zoff . Sebelumnya, ia juga mencatat clean sheet kontra Spanyol di laga pembuka grup .
Ancaman Serangan Cape Verde: Sepanjang pertandingan, Cape Verde hanya menghasilkan 2 tembakan tepat sasaran (dengan xG 0,04 dari satu peluang yang diciptakan gelandang K. Pina) . Sementara itu, kiper Arab Saudi, Mohammad Al-Owais, justru lebih sibuk dengan 2 penyelamatan dari ancaman xG 1,39 . Pertandingan berlangsung alot dan didominasi pertahanan, dengan strategi Cape Verde yang mengandalkan tekanan dan serangan balik.
Momen Emosional Setelah Peluit Akhir: Begitu peluit panjang berbunyi, Vozinha terlihat menitikkan air mata setelah menyadari sepak terjang bersejarah ini. Sang ibunda yang hadir langsung di stadion menjadi saksi pencapaian monumental putranya . Laporan pertandingan dari The Guardian menyebut kiper ini telah menjadi "bintang yang sedang naik daun" di turnamen ini . Para pemain pun berkumpul di lapangan untuk menyaksikan detik-detik akhir kemenangan Spanyol atas Uruguay melalui ponsel, memastikan tiket mereka ke babak 32 besar .